
[Jeng jujur saya merasa tidak terima masak Dirga ngebatalin pernikahannya dengan Olivia begitu saja],Di balik telepon tante Tamara memarahi Sabrina lantaran Dirga membatalkan pernikahan tanpa sebab.
[Aduh jeng maafkan saya pokoknya kalau Dirga pulang nanti pasti akan saya marahin dan suruh dia untuk mau menikah dengan Olivia],
[Apa pandangan semua orang Jeng kalau putri saya tidak jadi menikah pasti yang lebih malu itu putri saya, pokoknya pernikahan itu harus terjadi apapun alasannya atau bila tidak saya akan menuntut kalian!]
Melihat Dirga yang sudah kembali membuat Sabrina buru-buru menghampiri Dirga.
“Dirga kamu ini benar-benar keterlaluan masak demi wanita itu kamu rela membatalkan pernikahan mu dengan Olivia. lihat tante Tamara memarah mama gara-gara kamu”
“Benarkah?lalu apa tante Tamara tidak tau apa yang di lakukan oleh putri kesayangannya”
Dirga merebut ponsel mamanya dan di layar ponsel jelas terlihat kalau panggilan telepon itu masih tersambung.
“Apa yang kamu lakukan Dir?”
“Membesarkan volume panggilan agar ia bisa tau alasan mengapa saya membatalkan pernikahan ini dengan anaknya”
[Rupanya kamu Dirga, Dirga kamu benar-benar keterlaluan emangnya apa salah putri saya sehingga kamu seenaknya bisa berbuat seperti itu?]Tanya tante Sabrina di sebrang telepon.
[Lalu apakah putri tante telah memberi tahu semuanya alasan mengapa saya membatalkan pernikahan ini?]
[alasan yang saya dapat dari mama kamu adalah kamu yang mau menikahi wanita rendahan itu kan dan wanita itu juga hamil]
Dirga tertawa getir..
[Yah itu adalah alasan utama, tapi sebelum saya mengatakan hal ini rupanya putri anda sedang bermain tumpukan tubuh dengan kekasihnya]
[Ha, apa maksud mu? kamu jangan sembarangan bicara yah...
[Saya memiliki videonya tan jadi jika tante berani macam-macam maka saya akan sebarkan vidio tak senonoh ini ke semua orang agar putri anda bisa di permalukan]
Tante Tamara memutar pandangan matanya pada seorang wanita yang tenga terduduk diam sembari menautkan kedua tangannya.
“Apa benar yang di katakan Dirga jika kamu dan Dion melakukan hubungan suami istri?”
Olivia tertunduk lebih dalam ia mengeluarkan air matanya sedari tadi hanya terpendam.
“Maafkan aku maa,aku sungguh tidak tau jika Dirga datang tiba-tiba ke rumah ini”
“Cih.keterlaluan kamu ini Olivia!”
Bib...
Dengan perasaan yang di penuhi amarah Tante Tamara mematikan panggilan teleponnya dengan Sabrina bahkan kali ini ia akan mengomeli Olivia karena kesalahannya.
...****************...
“Dir apa maksud kamu?jujur mama masih tidak mengerti apa yang terjadi pada Olivia.”
“Apa mama masih tidak paham, dia seorang wanita yang mama banggakan nyatanya memiliki sifat yang sangat buruk untuk kita.”Dirga memberikan ponselnya kepada mamanya.“Mama lihat ini dan tonton dengan jelas apa yang terjadi di dalamnya, dan jika sudah antarkan ponselnya ke dalam kamar ku’’ Usai mengatakan kalimat itu Dirga pergi pun pergi meninggalkan mamanya sendirian.
“Astaga...semoga saja aku tidak berdosa karena melihat video yang tidak senonoh ini....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aca menyapa pak Nino di saat pak Nino melewati nya saat melintasi ruangan resepsionis. Pak Nino pun membalas sapaan karyawan kepercayaan itu seperti biasanya, tapi kali ini pria berkaca mata mines itu menghentikan langkahnya.
“Apa Kanaya belum masuk juga, emangnya dia sakit apa...?”
Aca begitu bingung, ia bingung harus menjawab apa sedangkan ia sendiri belum mencari ide Kanaya sedang sakit apa.
“Anuh, pak sebenarnya Kanaya itu demam yah biasa lah pusing, batuk-batuk, pilek”
“Terus apa sudah di bawak kerumah sakit?”
“Yah pak, namanya juga Kanaya minum obat warung saja dia pasti sudah sembuh”
“Sudah sembuh? Ca, jika teman kamu itu sudah sembuh pasti dia akan masuk kerja. ini sudah tiga hari loh dia gak masuk kerja, yaudah siang ini saya dan juga istri saya akan menjenguknya bila perlu nanti kita yang akan membawanya ke rumah sakit”
“Pak Nino tidak perlu repot-repot membawa aku kerumah sakit karena sekarang aku sudah masuk kerja”Sahut Kanaya tepatnya di belakang pak Nino.
“loh Kanaya kok kamu masuk kerja sih...”Lirih Aca pelan hampir tak terdengar oleh pak Nino.
“Kamu beneran sudah sembuh?”Tanya pak Nino menghampiri Kanaya.
“sudah pak, aku sudah baikan sekarang.”Tutur Kanaya.
“Tapi kok wajah kamu masih pucat?”
“Iya pak ini hanya pucat nya saja tapi aku benar-benar sudah sembuh kok”Kanaya meyakinkan suami dari sahabatnya itu jika dia benar-benar sudah sembuh.
“Pak mending Kanaya di suruh duduk saja mungkin dia kecapean”ucap Aca pada pak Nino.
“oh yasudah jika kamu benar-benar sudah baikan mending kamu kembali duduk saja di ruangan kamu”
“Makasi pak, kalau begitu saya permisi masuk ke ruangan saya dulu”
...****************...
“Nay, aku tak habis pikir kan kondisi kamu lagi tak enak badan kok malah masuk kerja sih’’Tanya Aca penuh khawatir.
“Namanya juga kerjaan Ca, tapi aku baik-baik saja yah mungkin saja ini karena bayinya entah mengapa aku menjadi tak nafsu makan.”Ujar Kanaya memotong bakso di mangkuk dengan sendok menjadi ukuran kecil.
“Kamu padahal penggila bakso tapi sekarang kamu tidak nafsu, wah ternyata begitu yah bawaan wanita hamil...
“Husstt, kecilkan suara mu nanti bisa di dengar orang”
“Oofs lupa, sorry ya. lalu bagaimana dengan Dirga apa kamu setuju untuk menikah dengannya?”
“Demi kebaikan bayi ku apa yakin menerima pernikahan ini?”
“Sudah Nay, Terima saja itu juga demi kebaikan mu”
“Baiklah nanti akan aku coba pikirkan“Ucap Kanaya mantap sembari mencoba memasukan sesuap bakso ke dalam mulutnya.