
Selang beberapa menit wanita yang biasa di sapa nyonya Sabrina itu pun datang dengan di dampingi satu pria yang berpenampilan seperti preman di sampingnya.
“Lihat nyonya target sudah tak sadarkan diri”, Kata Saras pada nyonya Sabrina.
“Bagus itu artinya tugas mu sesuai dengan keinginan saya”, pertama-tama nyonya Sabrina memuji Saras lalu kemudian memerintahkan pria yang berada di sampingnya untuk melaksanakan perintah selanjutnya.
“Buka bajunya dan tinggalkan baju dalamnya saja jika di buka semua itu di anggap kriminal”Perintah nyonya Sabrina.
„Tapi nyonya kenapa tidak di buka semua dengan begitu saya pun bisa menikmati tubuhnya”, Ujar pria tersebut sedikit membantah.
“Sudah lakukan perintah saya ini dan jangan membantah. cepat sebelum wanita ini bangun!”
“Iyaa baik nyonya!”
Setelah baju Kanaya berhasil di buka dengan begitu Saras menyerah kan camera pada nyonya Sabrina dan menyuruh pria itu untuk tidur di samping Kanaya dengan maksud berpose.
“Letakan tangan wanita itu di leher mu jadi seolah dia dan kamu tenga menikmati suasana itu bukan begitu kan nyonya”, Sahut Saras.
“Yah kamu benar sekali,tapi coba selimuti tubuh wanita itu agar putra saya berpikir jika wanita itu tak berpakaian, cepatlah saya akan mengambil momen yang pas”
Cekrekk..
----------------
Sudah hampir dua jam Dirga menunggu Kanaya akan tetapi Kanaya tak ada kabar terlebih ponsel Kanaya sedang di luar jangkauan.
drrrttt.....
Sebuah pesan masuk ke ponsel Dirga yang membuat ekpresi Dirga memurka dan wajahnya merah menahan rasa amarah yang tak terkendali karena pesan berbentuk gambar terkirim di ponselnya.
'Kanaya!! berani sekali kamu bermain di belakang ku seperti ini!!... aku kira kamu wanita baik-baik namun nyatanya aku salah menilai mu....!!’
****************
Kanaya mengerjap-ngerjap kedua matanya tersaat ia tersadar ia pun menjadi bingung ketika terbangun ia berada di kamar milik seseorang yang sama sekali tak ia kenal. Kanaya merasakan tubuhnya yang terasa begitu dingin namun setelah ia menyibakan selimut yang menutupi dadanya ia pun terkejut karena hanya mengenakan baju dalam saja.
Rasa panik menjajah jiwa Kanaya yang tak tau apa-apa, kenapa bisa berada di kamar ini. Maka ia pun mencoba mengingat-ingat kejadian sebelumnya namun ingatan pertama yang ia ingat adalah Dirga. Yah Kanaya memikirkan Dirga yang telah menunggunya lama di taman.
****************
Air mata kekecewaan di sertai rasa sakit teramat dalam membuat Dirga murka dan memecahkan seluruh barang yang ada di dalam kamarnya.
“kamu jahat Kanaya!! kamu jahat!!! kenapa kamu tega menghianati aku...padahal aku sudah begitu tulus mencintaimu... hiks hikss... kenapa Kanaya....!!”
Prankkk.....
“Dirga tenangkan diri kamu sayang, sudahlah untuk apa kamu menangisi wanita ****** itu kan sudah mama bilang dari awal kalau wanita itu tidak baik untuk mu dan dia hanya bisa memanfaatkan kekayaan kita saja”, Hembusan nafas Dirga terpompa lebih cepat, kali ini menandakan ia benar-benar emosi bahkan omongan mama terpengaruh di pikiran Dirga.
Bel di rumah Dirga berbunyi beberapa kali setelah di pencet berulang kali oleh Kanaya yang tenga berada di luar rumah Dirga. Bahkan Kanaya sengaja mengunjungi rumah Dirga untuk memastikan pria itu telah pulang ke rumah soalnya saat melihat di kursi taman yang mereka duduki Dirga tak ada di sana.
tok tok tok..
“Kak, Kak Dirga....”, jika dengan suara bel tak ada sahutan maka dengan begitu Kanaya mengetuk pintunya saja.
Dan pada akhirnya pun pintu terbuka tapi pemandangan pertama yang Kanaya lihat adalah mamanya Dirga atau nyoya Sabrina.
“Tante apa kak Dirga nya ada?”
“Masih berani juga kamu datang ke rumah ini!”, Hardik nyonya Sabrina sambil berkacak pinggang.
Kanaya tak ingin membesarkan masalah atau berdebat dengan mamanya Dirga karena yang ia tau mamanya Dirga tak pernah sedikit pun menyukai nya sehingga sekarang ia melewati nyonya Sabrina begitu saja.
Kanaya tersenyum legah ketika melihat Dirga telah datang menuruni tangga untuk menghampirinya.
“Ma apakah Di rumah kita tak ada security yang menjaga sehingga seorang ****** berani masuk kerumah kita!”
Kanaya menautkan kedua alisnya bingung akan perkataan Dirga barusan, Kira-kira siapa orang yang sedang di bicarakan Dirga, Pikir Kanaya dalam hati.
Untungnya Kanaya tak memikirkan hal itu sekarang tujuan adalah Dirga, ia berlari menghampiri Dirga lalu memeluk pria yang lebih tinggi darinya.
“maaf kak, maaf aku telat datang,”
Kedua mata Dirga memerah sehingga yang ia lakukan sekarang adalah mengepal kedua tangannya di saat wanita yang di cintai memeluknya tapi itu dulu namun sekarang tidak setelah ia tau keburukan Kanaya.
“Lepaskan aku...,”Kata Dirga dengan suara serak menahan tangis.
Kanaya melonggarkan pelukannya dan sekarang ia menatap wajah Dirga yang mulai berderai air mata.
“k-kamu kenapa kak, kenapa kamu menangis?”
“Dasar tidak tau malu! menyingkir kamu dari putra saya!”, Nyonya Sabrina membentak serta menarik tubuh Kanaya dari pelukan Dirga.
Kanaya hampir saja terhuyung karena perlakukan kasar nyonya Sabrina. Kanaya pun kembali bertanya kenapa Dirga menangis namun lagi-lagi nyonya besar yang menjawabnya.
“Dengar! dulu memang putra saya cinta serta tergila-gila pada mu tapi sekarang tidak setelah ia tau tentang kebusukan mu!”
“tan, apa maksud mu?”
“Apa kau masih tidak tau atau sedang berpura-pura tau tentang apa yang telah kamu perbuat”, tanya Dirga dengan suara yang semakin serak.
Kanaya menggeleng kepala, ia masih tidak mengerti. “kakak kenapa menangis? emangnya apa yang telah aku perbuat, tolong jawab kak jangan membuat ku semakin serba salah”, Kanaya beralih menggenggam tangan Dirga dan ingin membuat pria itu mengatakan yang sebenarnya. Namun yang di dapat Dirga malah mendorong Kanaya hingga gadis itu jatuh tersungkur.
Kanaya sampai menangis karena perbuatan Dirga padahal Dirga tak pernah berbuat sekasar itu padanya. “kak... apa yang terjadi padamu kak kenapa kamu begitu tega”, lirih Kanaya dengan deraian air mata.
“Tega kamu bilang! apakah kata tega itu pantas untuk ku ha! kau telah menghancurkan hubungan kita! dan kau juga telah menghianati ku! ”, Hardik Dirga sambil menunjukkan jari telunjuk pada Kanaya.
“Mempermainkan..mempermainkan apa maksud mu kak...?”
Alih alih bukan Dirga yang menjawab tapi nyonya Sabrina lah yang menjawab. “Dari awal saya memang tidak percaya pada mu, rupanya kamu perempuan berhati iblis, kamu adalah seorang ****** yang tidur dengan seorang dan memang di awal kamu sudah memiliki kekasih kan”
jelas Kanaya tak terima itu sama saja dengan sebuah fitnah, namun Kanaya tak tinggal diam ia berusaha menangkis tuduhan palsu itu.
“Tidak.itu tidak benar, aku jelas tidak tidur dengan pria mana pun!”
“oh yah masih mengelak juga rupanya kamu! baiklah jika kamu tidak percaya saya akan memberikan buktinya pada mu. ini dia, lihat sendiri!"
nyonya Sabrina melemparkan beberapa lembaran foto di hadapan Kanaya dan mau tidak mau Kanaya pun memungutnya serta melihat apa yang ada di dalam foto tersebut.
Sedetik kemudian air matanya semakin deras, ia tak menyangkah jika di dalamnya terdapat foto dirinya dan juga seorang pria yang tidak kenal.
“Tidak, ini tidak mungkin!”, Kanaya bangkit lalu memeluk kaki Dirga. “Kak mohon percaya pada ku aku tidak mungkin melakukan ini semua, kak percayalah aku cuma di jebak orang ini bahkan aku...
“cukup Kanaya! cukup! lalu apa kau bilang pria ini adalah selingkuhan mu, waw aku menunggu mu selama berjam-jam tapi kamu sedang asyik berbagai ranjang dengan pria ini. Apa kau tak punya perasaan ha!”, Bentak Dirga seraya menggerakkan kakinya untuk melepaskan pegangan tangan Kanaya di kakinya.
“Kak, kau mohon tolong percaya pada ku hiks hiks aku tak mungkin menghianati cinta kita, kak tolong percaya pada ku hiks hiks”
“Tekat ku sudah bulat, mulai sekarang kita tak memiliki hubungan apapun, dan mulai sekarang aku berharap wajah mu tak terlihat lagi di pandangan ku!”, Dirga balik badan lalu bilang pada mamanya. “Panggil security ma untuk mengusir orang asing ini dari rumah kita”, Kata Dirga sebelum akhirnya ia kembali menaikki tangga.
“Kak, jangan pergi kak, kamu tidak bisa memutuskan hubungan ini begitu saja, aku tidak bersalah kak , itu tak sesuai pikiran mu hiks hiks hiks...”Kanaya meninggikan nada suaranya di saat Dirga telah berada di lantai dua.
“Cepat kamu usir perempuan ini karena dia tidak di butuh kan putra saya lagi!”, Perintah nyonya Sabrina setelah melihat security rumahnya telah masuk ke dalam rumahnya.