Our Next Love

Our Next Love
Pergi Ke Dokter Kandungan



Dsruh suara mesin mobil berhenti tepat di belakang Kanaya yang mau tidak mau Kanaya membalikkan tubuhnya lagi usai patah hati karena Jonathan. Namun moodnya kembali bermasalah ketika tau siapa datang.


Dirga membetulkan setelan bajunya sebelum pada akhirnya ia berjalan menghampiri seorang wanita yang tenga melipat kedua tangannya di bawah dada.


“Ada apa?”Tanya Kanaya tanpa minat.


“Kamu tersenyum, tertawa ketika bersama pria tadi lalu kenapa wajahmu berwajah masak ketika melihat ku”


“Wanita pasti ada versi nya sendiri ia pasti akan tersenyum serta tertawa ketika bersama pria baik”,


“Lalu apa menurut mu aku bukan pria yang baik”, Sahut Dirga yang merasa tidak Terima dengan apa yang di katakan Kanaya.


“Kamu yang bilang begitu tapi aku tidak kan”


Dirga tertawa getir setelah itu ia menarik nafasnya lebih dalam lagi. “Kamu memang pintar menguji emosi seseorang. Tapi oke baiklah karena memang selama ini aku selalu bersikap tidak baik padamu tapi semua itu karena ulahmu sendiri yang selalu membuat onar”


“Aku tidak mempermasalahkan jika kamu menuduh ku yang tidak-tidak tapi di luar dugaan aku bersaksi kalau tidak bersalah dalam peristiwa 6 tahun yang lalu”


Dirga mengangkat tangannya ke udara memberikan peringatan pada Kanaya agar tak perlu membahas hal yang sudah berlalu karena tujuan ke sini adalah untuk membawa Kanaya pergi ke dokter kandungan.


“Kenapa malah menyuruh ku berhenti, yah kau mestih marah dan tidak perlu untuk menikahi ku. Bukan kah enaknya begitu”


”meski permasalahan kita belum di terselesaikan aku tetap akan menikahi mu! ingat aku memang benci kamu tapi tidak dengan bayi yang ada di dalam kandungan mu itu!”, Ucap Dirga dengan intonasi suara penuh penekanan.


“Lalu apa aku hilangkan saja dia dalam kandungan ku ini” Tantang Kanaya meski sebenarnya ia hanya berpura-pura saja untuk menguji keperdulian Dirga.Namun yang ada Dirga malah tidak Terima.


Dirga menarik lengan Kanaya


“Buang jauh-jauh pikiran konyol mu itu yah karena bagaimana dia juga anak ku dan yang pasti tidak akan aku biarkan kamu berbuat macam-macam Kanaya!”, Hardik Dirga tepat di depan wajah Kanaya.


Deg! deg! deg!


tiga kali lipat jantung Kanaya berdebar dengan kencang di saat Dirga terlalu dekat berbicara padanya.


“Kamu juga menyakiti ku Dirga itu artinya kau juga menyakiti anak ini..”Tunjuk Kanaya pada bayi yang ada di dalam kandungannya.


Sontak Dirga pun melepaskan tangannya dari lengan Kanaya, bahkan sekarang komentar miring keluar dari mulut Dirga. “Mengapa kamu bekerja bukan kah aku sudah memberikan peringatan agar kamu tak perlu bekerja, lihat wajah mu pucat seperti mayat!”


“Kalau tidak bekerja lalu aku dan adik ku mau makan pake apa?”


“Dalam minggu ini mari kita menikah dan setelah menikah kamu harus tinggal bersama ku dan kamu juga tidak perlu bekerja’’


“Lalu apa kamu tidak memikirkannya lagi untuk tidak menikahi ku?”


“Demi bayi itu aku siap menikahi mu!”


“Apa kamu menangis?”Tanya Dirga serius.


Kanaya membuang wajahnya kearah lain sembari menghapus air mata yang hampir saja mengalir. “Tidak aku tidak menangis,”Sahut Kanaya yang mulai memberanikan diri menghadap Dirga. Kanaya mencoba tersenyum meski hatinya sakit mengingat kejadian di masalalu.


“Sekarang kamu harus ikut aku ke dokter kandungan karena omma yang meminta”


“Omma, bagaimana kabar omma sekarang karena aku sudah lama tak melihatnya”


“Omma baik-baik saja, ayo sekarang kita tak punya banyak waktu lagi”


Kanaya pun memperhatikan penampilan tubuhnya sembari mencium-cium aroma di tubuhnya. “Haruskah aku mandi dulu dan berganti baju”


“Ganti baju saja tidak perlu mandi, aku tau wanita selalu lama kalau mandi”


“Yaudah kalau begitu aku masuk dulu yah”


“lalu apa kamu akan membiarkan ku berada di teras rumah mu?”


“Lebih baik begitu sih karena adik ku Kenzo belum pulang dan lagi pula pasti kamu tau di sekitar rumah ku ini banyak CCTV-nya”


“CCTV...”Dirga menolehkan kepalanya kesana kemari untuk mencari CCTV yang di maksud Kanaya.


“CCTV yang aku maksud itu adalah tetangga..jadi gosiipan tetangga itu lebih menyakitkan di banding apapun”


“Yaudah baiklah kalau begitu aku akan tunggu di sini saja, tapi awas saja kalau lama”


“iya kamu tenang saja”


...****************...


“Selama masa mengandung apa ibu tidak merasakan apa-apa seperti mual-mual di pagi hari, ngidam, atau... ”, Tanya Dokter kandungan kepada Kanaya.


Kanaya menggeleng menepis semuanya jika dia tak mengalami seperti apa yang di katakan oleh dokter.


“Apa kamu tidak merasakan semuanya?”Sahut Dirga menimpa lingkungan percakapan dokter dan Kanaya.


“Aku hanya merasakan tidak nafsu makan saja, itu yang aku rasakan”


“Itu tidak baik, jika kamu tidak mau makan lalu bagaimana kondisi bayinya pasti akan kelaparan”


Dokter tersenyum melihat Dirga yang teramat perduli dengan istrinya padahal sih dokter belum tau jika mereka belum menikah.