Our Next Love

Our Next Love
Di Goda Mauryn



"Kok, kakak sudah pulang?"Tanya Kenzo di ruang tamu saat tak sengaja melihat Kanaya berjalan menuju kamarnya.


"Hmm kebetulan Kak Jona ada pekerjaan yah makanya kakak pulangnya cepat. udah yah kakak masuk ke dalam kamar dulu"


Pintu kamar bertuliskan Kanaya arafa tertutup rapat usai sang pemiliknya masuk kedalam kamar dalam keadaan wajah yang murung. patah hati karena di anggap sebagai adik membuat Kanaya lebih memilih untuk meminta pulang saja saat Jona mengajaknya untuk makan bersama.


Kenzo memandangi pintu yang tertutup rapat itu dalam waktu yang cukup lama, namun lama kelamaan ia mulai memaklumi nya lalu melanjutkan bermain gitar lagi sembari bernyanyi kecil.


...----------------...


'Kak Jona jika kamu hanya menganggap aku sebagai adik, lalu kenapa perhatian mu kepada ku melebihi perhatian seseorang pada pacarnya'


Kanaya berbicara pelan supaya suaranya tidak terdengar oleh Kenzo yang sepertinya telah masuk kedalam kamarnya.


Di tangan Kanaya ada selembar foto dirinya dan juga Jona saat masih kecil dan yang Kanaya tau usia nya saat itu masih kelas 4 sd dan Jona kelas 3 SMP.


Jona adalah cinta pertama Kanaya sebelum Dirga mungkin kalau saja Jona tidak pindah keluar negeri maka kemungkinan besar Dirga sama sekali tak hadir dalam hidup Kanaya.


...****************...


Mauryn berkaca kembali sebelum ia dan Omma mengetuk pintu bewarna coklat gelap ini.


"Sudah jangan sering berkaca, cukup percaya diri saja kalau kamu itu cantik dan Kenzo pasti akan menyukai mu"


"Omma, apaan sih"


"Sudahlah Omma pikir, omma tidak tau apa tujuan mu datang kemari selain untuk bertemu Kanaya"


"Husst, omma. sesuai persepakatan kita tadi pokoknya Omma cukup diam saja saja"


"Iya Omma tau, yasudah kita ketuk pintu ini sekarang juga"


Tok.. Tok.. Tok...


"Iya siapa?" Sahut Kenzo dari ruang tamu.


Ceklek...


"L-loh Omma Ratna"


"Hallo Ken, maaf yah malam-malam begini Omma menganggu"


"Tidak masalah kok Omma, ayo Omma silakan masuk nanti akan aku panggilkan Kak Kanaya"


"Oh iya Ken kebetulan Omma datang kemari tidak sendiri malainkan Omma membawa Mauryn cucu Omma yang waktu itu Omma cerita kan sama kamu"


"M-mauryn Omma...?"


"Iya itu Mauryn cucu omma karena tadi barusan ia baru saja Terima telepon dari temannya, Mauryn cepat lah kemari"


"Iyaaa Omma..." Sahut Mauryn dari pohon jambu di ujung sana.


"Oh k-kamu!"


"Kenapa Mauryn apa kamu mengenal Kenzo?" Tanya Omma.


"Siapa sih Omma yang tidak mengenal Kak Kenzo.."


"Yah kemarin Omma sempat bilang tentang cucu omma Mauryn,lalu apa Omma tidak memberi tahu Mauryn?"


"Astaga Maaf yah Ken maklumin saja lah Omma ini sudah tua sudah mulai lupa"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tanpa mengetuk Pintu Kanaya akhirnya Kanaya pun keluar dari kamar dengan sendirinya tanpa di minta.


"Di ruang tamu ada siapa Ken?"


"Kak di ruang tamu ada Omma Ratna sama cucu nya juga jadi kakak buruan gih ke depan"


"Yasudah sebentar lagi kakak akan menemui mereka"


sepuluh menit kemudian, Kanaya datang tergesa-gesa saat menemui Omma Ratna dan juga Cucunya itu.


"Omma..."


"Nay, kamu apa kabar?"


"Aku baik Omma, lalu Omma kenapa tidak mengabari kalau ingin datang kesini lagi"


"Oh jadi ini yah Omma yang namanya Kak" Sahut Mauryn, lalu Mauryn pun bangkit dari kursi hendak berjabat tangan dengan Kanaya.


"Hay Kak, aku Mauryn"


"Iya hallo, aku Kanaya"


"Kak makasih yah karena waktu itu kakak sudah menolong Omma"


"Iya sama-sama Mauryn, jadi kamu ini Mauryn yang satu sekolah dengan Kenzo kan?"


"Yah benar sekali kak, oh iya Kak Kenzo nya kemana yah Kak?"


"Oh Kenzo lagi di dapur lagi buat minuman serta cemilan untuk Omma dan juga Kamu Mauryn"


"Nay, tidak perlu repot-repot"


"Tidak merepotkan kok omma,"


"Hmm kak Kanaya aku boleh numpang ke toilet gak?"


"Boleh kok boleh nanti kamu lurus saja di dekat dapur nanti ada toilet"


"Yasudah Omma, Kak aku ke toilet dulu yah. permisi"


...****************...


Kenzo menuangkan air hangat pada dua gelas berukuran sedang kemudian memasukan teh dan juga gula.


"Hay, kak Kenzo ada yang bisa aku bantu gak?"


"K-kamu! tidak perlu aku bisa menyelesaikan tugas ku sendiri tanpa harus meminta bantuan dari mu"


Mauryn mendengus pelan seraya lebih mendekatkan diri pada pria jangkung itu.


"Jangan dingin seperti itu dong kak, awas nanti bisa jatuh cinta loh"


"Maaf aku tidak akan mudah jatuh cinta pada gadis yang suka berbohong dan manja!"


"Kakak masih mengingat hal itu saja, kan sudah aku katakan dari kemarin jika aku sudah meminta maaf"


"Aku akan memaafkan mu setelah kau menjauh dan tidak usah mengusik hidup ku! dan sekali lagi lain kali cari saja cowok lain untuk menjadi bahan taruhan mu dan jangan aku!"