Our Next Love

Our Next Love
Mimpi Masa lalu Kanaya dan Dirga



Angin sepoi-sepoi di tambah derasnya air hujan membuat gadis yang berseragam itu berdiri sendirian di sebuah toko minimarket namun dinginnya hujan di malam hari ini membuat dirinya memeluk dirinya sendiri.


Namun di ujung minimarket ada seorang lalaki yang diam-diam tersenyum sambil menatap di mana gadis itu berdiri dan jika di hitung sudah sangat sering lelaki itu mengawasi sang gadis bahkan tidak mampu untuk mendekatinya.


"Hay, apa boleh aku berdiri di samping mu?" Ucap lelaki itu yang kini telah memberanikan diri.


"Boleh kok kak, lagi pula ini tempat umum jadi siapa pun boleh berdiri di sini"


"Yah siapa tau saja aku ganggu kamu, hmm ngomong-ngomong kok kamu masih memakai seragam SMA dan bukan kah semua siswa SMA sudah pada pulang semua, lalu kenapa kamu belum tidak?"


"Hmm itu karena aku melakukan kerja paruh waktu setelah pulang sekolah,"


"Apa! kamu menyempatkan diri untuk bekerja. emangnya sempat, dan orang tua mu?"


"Mereka sudah berada di atas langit kak"


"Astaga maaf aku tidak bermaksud untuk...


"Tidak masalah kak, aku paham kok"


"Lalu boleh kah aku mengenal mu?"


Sih gadis tersenyum lalu lebih dahulu menjabatkan tangannya pada lelaki itu.


"Kanaya,"


"Waw, nama yang cantik. aku Dirga"


"Oke salam kenal kak Dirga"


Dari perkenalan singkat itu membuat mereka berdua menjadi lebih dekat beriring berjalannya waktu hingga pada akhirnya mereka resmi berpacaran dan saling mencintai.


Tepatnya di sebuah taman Kanaya duduk di bangku sembari menunggu kedatangan Dirga namun saat ini juga Kanaya merasakan jika kedua matanya di tutup oleh tangan seseorang.


"Kak sudahlah aku tau kok ini kakak kan?"


"Loh kok kamu tau sih?"


"Aku mencium wangi parfum kakak jadinya aku tau,"


Dirga pun dengan berat hati menyingkirkan tangannya dari kedua mata Kanaya lalu ia juga ikut duduk di samping Kanaya.


"Hari ini jika kamu masih banyak waktu maka aku ingin memperkenalkan kamu sama mama"


"Hmm tapi aku malu kak, aku malu saat ingin berhadapan dengan mama kakak nanti"


"Loh kenapa harus malu kamu kan pacar aku dan setelah aku lulus kuliah nanti aku berjanji akan nikahi kamu, jadi aku mohon untuk hari ini kamu mau yah ikut aku ke rumah"


Dirga meletakan kedua tanganya di bahu Kanaya untuk menyakinkan wanita itu.


"Hussstt, kamu tidak boleh ngomong gitu lagi yah. sekarang kamu harus percaya terus yakin sama aku kalau mama pasti akan nerima kamu"


"Baiklah, aku percaya sama kakak"


...****************...


Setibanya di rumah besar milik keluarga Dirga dan segera itu pula ia menuntun Kanaya untuk masuk kedalam ramah besar nya. Rumah besar dan mewah ini membuat kedua mata Kanaya tak berkedip lagi, ia begitu mengagumi kemewahan ini.


"Mama...maa.. aku pulang.. mama....hmm Nay kamu duduk di sofa ini dulu yah aku mau cari mama"


"Iya kak aku akan tunggu di sini"Kanaya hanya menurut saja saat Dirga menyuruhnya untuk duduk menunggu di sofa. bahkan sekali-kali gadis itu membantul bantulkan bokongnya pada sofa yang sangat empuk baginya itu.


'Sofanya sudah cantik, terus empuk lagi kayak roti hahaha tidak seperti di rumah yang sofanya terbuat dari kayu'


Tanpa di sadari kelakuan Kanaya dapat di lihat oleh mamanya Dirga atau nyonya Sabrina.


"Ma, ini kenalin Kanaya pacar aku yang waktu itu sering aku cerita kan pada mama"


Ketika Dirga datang bersama mamanya sontak membuat Kanaya langsung menghentikan aktivitas nya dan beranjak berdiri.


'Ck, sudah saya duga selera Dirga ini memang lah begitu kampungan sekali,'


"Hmm hy tante perkenalkan saya Kanaya" Kanaya hendak berjabat tangan dengan wanita sang pemilik 2 cincin berlian yang berada di jari telunjuk dan jari manisnya.


"Dirga apa kamu tidak ingin membuat kan minuman untuk pacar mu ini mama yakin dia sangat haus sekali"


"Oh iya ma aku lupa ternyata mama ini perhatian juga. Nay kamu tunggu di sini dulu yah sama mama nanti aku akan kembali lagi"


Sejenak Kanaya menarik tangannya kembali karena jabatan tangannya tidak di Terima sama sekali, bahkan suasana seakan berbeda pada Dirga meninggalkan nya bersama mamanya ini.


"Harusnya kamu tau siapa diri kamu sebenarnya"


"Mm maksud tante apa yah, saya tidak mengerti"


"Kamu gadis miskin sangat tidak pantas bersanding dengan Dirga, maka dari itu kamu harus meninggalkan Dirga kalau kamu mau saya bisa saja memberi mu uang untuk meninggalkan Dirga!"


"Tinggalkan Dirga maka saya akan memberikan mu uang 50 juta dan pergi jauh-jauh dari kehidupan Dirga"


"Tinggalkan Dirga atau bila tidak nyawa mu akan terancam! tinggalkan Dirga...!Tinggalkan Dirga....!!!"


...----------------...


"Arrrggghhh.... tidak....!!!....astaga rupanya itu semua hanya lah mimpi..."