Our Next Love

Our Next Love
Pahlawan Di Malam Hari



Kunjungan ke rumah Geby pun telah berakhir dan karena hari sudah malam maka Kanaya memutuskan untuk segera pulang.


"Makasih yah Nay untuk hari ini kamu sudah menyempatkan diri untuk datang ke rumah, aku terus buatin nasi goreng kesukaan aku pokoknya sebagai bonus nya bulan ini aku akan menyuruh Nino untuk menggaji mu 3 kali lipat, iya kan mas?"


"Iya Geby sayang, sesuai permintaan mu maka aku akan menggaji teman mu ini 3 kali lipat. Tapi ingat Nay saya hanya memberikan mu bonus cukup bulan ini saja dan bulan berikut nya gaji mu akan kembali normal lagi"


"Siap pak! asal gaji saya bulan ini bisa naik 3 kali lipat. hmm Geb makasih yah"


"terimakasih apa Nay, sebenarnya kamu tidak perlu mengucapkan rasa terimakasih yang seharusnya aku..


"Maaf yah Geb, pak sepertinya saya harus pulang sekarang karena sepertinya mau turun hujan terlebih ini sudah malam"


"Oh yaudah kalau begitu Mas Nino saja yah yang mengantarkan kamu pulang takut nya pas di jalan kamu kehujanan"


"Tidak usah kan aku bawa motor Geb, lagian aku udah terbiasa kok keluyuran malam-malam. yaudah lah aku pulang dulu yah,bye Geb, bye pak"


"Hey Nay..." Sahut Geby saat melihat Kanaya melangkah pergi begitu saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Angkasa telah memperlihatkan malamnya yang semakin larut sementara Kanaya menjalankan motor nya dengan kecepatan sedang namun di bawah lampu yang agak sedikit remang Kanaya melihat dua orang wanita yang tenga di todongkan senjata tajam berupa pisau oleh kedua orang bertopeng.


"Cepat serahkan semua berkas-berkas penting beserta uang yang ada di dalam koper itu kepada kita atau bila tidak nyawa kalian berdua akan melayang" Ancam orang jahat A.


"Hey kalian jangan mengancam saya dengan senjata itu, saya ini orang tua kalian akan berdosa nantinya" Sahut wanita tua yang hampir separuh rambutnya terdapat banyak uban.


"Hahaha persetan dengan dosa, kita ini perampok yang sering kali mendapatkan dosa jadi kita berdua tidak lah takut"Ucap Orang jahat B.


" Lama sekali cepat serahkan semua barang beharga itu kepada kita berdua kalau tidak kalian akan berakhir sekarang"Ucap Orang jahat A.


"Omma bagaimana ini Omma kalau kita tidak menyerah kan nya mereka pasti akan membunuh kita"


"Oh Tuhan tolong lah kami dari orang-orang jahat ini, jika saja orang yang menolong kami ini seorang pria maka saya akan memberikan nya uang 200 juta padanya dan jika saja dia seorang wanita single maka saya akan menikahkannya dengan cucu saya Dirga" Gumam Omma Ratna di dalam hati sembari memejamkan kedua matanya.


"Awasss......!!!"Kanaya berteriak kencang sembari melakukan motornya dengan kecepatan tinggi ke arah dua pria jahat itu sontak seketika dua pria jahat itu juga berteriak saat melihat motor Kanaya melaju ke arah mereka.


"aaaarggg....!!!"


Bruggg.....


Dua pria bersenjata tadi sukses terpental menuju rerumputan dan membuat dua senjata yang mereka pegang terjatuh di dekat mobil Omma Ratna.


Sementara terlebih dahulu Omma Ratna beserta Sukma asistennya mengamankan dua senjata itu lalu kemudian menolong seorang wanita yang juga terjatuh bersama motornya di atas tumpukan pasir.


"ya ampun nak apa kau baik-baik saja?" Tanya Omma Ratna padanya.


Kanaya membersihkan pasir yang ada seluruh tubuh nya sebelum pada akhirnya ia menoleh kepada dua orang yang menjadi korban begal tadi.


"Saya baik-baik saja kok Bu, tidak apa-apa Saya sering kok jatuh dari motor seperti ini, ah ia dua penjahat tadi" ucap Kanaya yang seketika berdiri.


"Kamu pikir kamu saja yang sakit aku juga kesakitan aku merasa seluruh tubuh ku ini hampir patah, semua itu karena orang itu yang mengendarai motor seperti orang mabuk"


Kanaya berkacak pinggang ia tertawa hebat saat melihat dua penjahat itu tak berdaya terbujur kaku di atas rumputan yang tidak jauh dari lokasi mobil Omma Ratna.


"Hahaha itu adalah karma untuk orang jahat seperti kalian berdua lihat lah juga polisi akan datang dalam waktu 2 menit ke lokasi ini"


Kedua pria saling memandang seolah ketakutan pada saat seperti ini mereka sama sekali tak berkutik.


"Tolong lah kita, karena kita tidak mau berada di jeruji besi lagi"


"Maaf tuan sudah terlambat, lihat itu bunyi alarm mobil polisi"


5 orang polisi turun dari mobil yang di kendarain mereka dan menuju lokasi kejadian saat ini.


"Itu pak orang-orang jahat yang ingin membegal dua ibu-ibu ini" Sahut Kanaya.


"Lalu apa anda yang melaporkan kejadian ini?"


"Iya Pak saya Kanaya yang melaporkan kejadian ini ke bapak"


Kedua orang itu sudah di ringkus polisi dan di bawa masuk kedalam mobil mereka.


"Sebelumnya terimakasih atas bantuan dua penjahat ini memang lah sangat meresahkan bahkan mereka juga sangat susah di tangkap dan atas kehebatan anda saya sebagai kepala polisian mengucapkan rasa terimakasih dan Kepada Ibu-ibu ini saya berharap untuk berhati-hati membawa barang beharga ketika melewati jalanan sepi ini"


"Iya Pak terimakasih lain kali saya akan lebih berhati-hati lagi" Ucap Omma Ratna.


"Baiklah kalau begitu saya pamit undur diri dulu dan semoga kejadian seperti ini tidak menimpa kalian lagi" Sahut kepala polisi itu sebelum pada akhirnya ia melangkah pergi.


"Nak terimakasih banyak yah kamu sudah menolong kita" Ucap Omma Ratna pada Kanaya juga.


"Iya bagi kami kamu adalah seorang pahlawan yang di mana datang secara tiba-tiba" Sahut Sukma juga.


"Ah Ibu-ibu ini bisa saja, lalu apa Ibu-ibu ini baik baik saja soalnya tadi mereka menodong kan senjata mereka"


"Hey tapi ini sikut tangan mu berdarah, kau terluka nak" di bawah sinar lampu yang remang Omma bisa melihat jelas wajah cantik yang Kanaya miliki, menurut nya wajah Kanaya seperti familiar baginya.


"Ini hanya luka biasa kok" Sahut Kanaya yang seolah tidak enak saat sikutnya di sentuh oleh Ibu ini.


'Luar biasa saya bisa bertemu langsung dengan wanita yang ada di perusahaan Dirga kemarin, dan itu tandanya apa yang telah saya ucapkan terkabulkan oleh Tuhan dan saya sangat yakin jika wanita ini wanita yang tepat untuk mendampingi Dirga'


"Tidak ini bukan luka biasa, kalau begitu kamu mau yah ikut kita ke rumah sakit biar luka kamu bisa di obat kan lagian kita berhutang budi pada mu"


"Hmm tidak Bu, saya ini baik-baik saja bahkan jika di rumah saya bisa mengobati dengan salep luka"


"Saya mohon sama kamu, jika kamu menolak maka kamu juga akan membuat Omma saya ini menangis, lihatlah pandangan wajahnya seakan sedih ketika kamu menolak"


"Maaf Bu, tapi sayaa...