
Hari ini di perusahaan Nino corp tenga di terpa kesibukan bahkan termaksud Kanaya yang juga terlihat sibuk menyalin file penting namun suara ketukan pintu membuat nya sejenak menghentikan pekerjaan nya untuk menyuruh orang itu masuk.
Ternyata yang datang itu adalah Aca dengan membawa beberapa berkas yang berada di tangan nya.
"Hay, Kanaya sepertinya kamu sangat sibuk hari ini"
"Yah seperti yang kamu lihat Ca, katakan ada apa?" Tanya Kanaya dengan kedua mata yang masih nampak fokus pada layar komputer.
Melihat tumpukan berkas yang terjajar rapi di atas meja Kanaya tanpa sadar Aca tersenyum getir dengan menunjukkan beberapa barisan gigi putih nya.
"Bagini pak Nino menyuruhku untuk menyerah kan berkas berkas ini pada mu untuk kau tanda tangani''
"Apa! kenapa harus aku?"
"Yah mana aku tau Nay,"
"Yasudah letakan berkas-berkas itu di atas tumpukan ini"
"Baiklah ini...hmm Kanaya apa kau punya waktu malam ini?"
"Aca setiap malam aku selalu di rumah jadi tidak perlu bertanya lagi seperti aku orang yang super sibuk saja"
"Yah bagus kalau begitu karena malam ini aku mau ngajakin kamu makan"
"Oh makan, Aca tentu saja aku tidak menolak. baiklah katakan mau jam berapa?"
"Idih dengar kata makan saja responnya cepat sekali tapi tak masalah asal kau suka aku pun lebih suka lagi. malam ini jam 7 malam yah"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Restoran tempat Aca mentraktir Kanaya rupanya bukanlah restoran biasa melainkan restoran ini adalah tempat orang-orang kaya serta para pejabat.
"Ca, apa kamu memiliki banyak uang untuk makan di restoran seperti ini?
" Tentu saja aku punya, sudahlah aku mengerti maksud mu Nay"
"Yaampun Ca kita pulang saja yuk, aku tidak masalah kok kamu traktir aku makan di warteg"
"Kanaya sayang kamu tidak perlu khawatir yah selagi ini yang ku kamu tidak perlu khawatir,"
"Iyaa Aca tapi masalahnya...."
Ucapan Kanaya terputus saat seoarang pelayan menghampiri mereka dengan membawakan menu menu lezat yang sudah siap saji ke atas meja.
" Tidak perlu ini sudah lebih dari cukup"
"Yasudah kalau begitu saya permisi dulu mbak"
"Yah silakan"
Di saat pelayan tadi telah meninggalkan mereka berdua barulah Kanaya memgomel mengeluarkan uneg-uneg yang ada di dalam mulutnya namun sebelum Kanaya berbicara terlebih dahulu Aca menyumpal mulut Kanaya dengan kentang goreng.
"Hahaha Kanaya-Kanaya kamu itu tidak usah terlalu khawatir karena restoran ini adalah milik kakek aku jadi tak masalah jika aku tidak membayar nya"
"### Kenapa tidak -bilang dari tadi Ca!"
"Hahaha karena ini ??adalah kejutan! sudahlah lupakan lebih baik kamu makan sepuasnya bila perlu bungkus untuk adik mu juga"
"Hmm Aca kamu memang lah sahabat terbaik"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seorang wanita cantik melintas melewati Kanaya dan juga Aca bahkan bagi Kanaya tak begitu aneh saat melirik wanita cantik tinggi dan lansing itu.
Awalnya wanita cantik itu duduk sendirian saja namun tak lama seorang pria datang menghampiri nya dan melakukan ciupan di wajah masing-masing Dan Kanaya sudah menduga jika mereka adalah pasangan yang serasi.
Telepon yang terus berdering di abaikan oleh wanita itu begitu saja karena ia tidak ingin momen pacaran nya dengan pria di depanya menjadi terganggu.
"Angkat saja, nanti kalau tidak angkat calon mertua mu itu pasti akan curiga"
"Nanti saja karena bertemu dengan mu ini adalah hak terpenting di banding harus mengangkat telepon wanita yang gila harta ini"
Kira-kira itu lah isi dari percakapan yang nampak terdengar jelas di telinga Kanaya.
"Ca, tidak kah menurut kamu wanita itu nampak tidak asing?"bisik Kanaya pelan.
"Menurut kamu Nay, lalu apa kamu pernah melihat nya?"
"Yah bukan hanya aku kamu juga kalau tidak salah juga melihat nya"
"Kanaya kita bahas ini nanti saja yah karena aku sangat lapar jadi otak ku ini tidak jelas untuk mengingat"
Kanaya mendengus pelan dan pandangan matanya tertuju kembali pada wanita yang tangannya tenga di pegang oleh pria itu.