Our Next Love

Our Next Love
Gara-Gara Drakor



Sesuai perjanjian di awal akhirnya Kenzo mendapatkan gaji yang ia dapatkan dari pak Liam adiknya Omma Ratna. teruntuk kali ini Pak Liam juga di temanin Omma Ratna memberikan langsung uang di dalam amplop kepada Kenzo.


Kenzo tersenyum memandangi amplop berisi uang yang di genggaman nya kali ini. karena biasanya kalau saat sedang bernyanyi di cafe gaji yang Kenzo dapat paling besar hanya 500 ribu dan kali ini gaji yang ia dapat melampaui limit yang selama ini ia dapatkan.


"Terimakasih pak Liam, terimakasih omma,"


"Iya sama-sama Ken, Omma berharap kamu jangan kapok yah setelah bernyanyi di pertunangan cucu Omma"


"Maaf Omma kalau tanpa topeng ini pasti saya akan menolak Omma terlebih cucu omma itu...


"Ken jangan di teruskan lagi yah, jika kamu meneruskan ucapan mu itu niscaya Omma menjadi teramat bersalah"


"Maafkan saya Omma, tapi kalau begitu saya izin pamit undur diri dulu yah Omma, pak Liam"


"Yasudah kalau begitu mari saya antarkan" Sahut Pak Liam.


"Terimakasih pak, tapi saya bawak motor sendiri kok"


"Yasudah kalau begitu saya akan antar kamu sampai di parkiran saja yah"


beberapa menit setelah kepulangan Kenzo Mauryn berlari ke arah omma sembari menanyakan keberadaan Kenzo namun omma mengatakan jika Kenzo sudah pulang semenjak 5 menit yang lalu.


"Ih omma seharusnya omma jangan suruh Kenzo pulang dulu, kan aku belum ngucapin selamat buat Kenzo"


"Sudah-sudah lain kali mungkin kamu bisa kok ketemu Kenzo terus ngucapin selamat juga, yaudah yuk kita ke dalam nanti mama kamu nyariin"


...****************...


"Yaampun Ca mobil kamu kenapa?"


"Tadi aku gak sengaja nabrak mobil orang!"


"Apa! Kamu nabrak mobil orang? terus gimana mobil orang yang telah kamu tabrak itu?"


"Nay sebenarnya aku tuh tidak sengaja nabrak mobil tuh orang, tapi orang sombong itu merasa tidak terima terus mau minta kerugian hingga ratusan juta! aku marah lah tidak Terima terus lari aja dari pada harus mengganti kerugian sebesar itu!"


"Tapi Ca kamu tidak ada yang luka kan?" Kanaya bertanya sembari memutar-mutarkan tubuh Aca.


"Oke, baik."


"Yaudah kalau begitu ayo kita capcus kerumah aku, tapi ngomong-ngomong Kenzo kemana Nay?"


"Kenzo sih katanya ada job menyanyi di sebuah acara pertunangan"


"Wow, gila adik kamu padahal masih sekolah udah mendapatkan job kerja, terus kamu udah izin sama dia belum?"


"Sudah Ca, tadi aku udah bilang dan kebetulan dia juga bawak kunci lain jadi tidak masalah kunci yang satunya lagi aku bawak"


"Syukur lah kalau begitu, yaudah ayo Nay nanti keburu malam semakin larut."


...****************...


Keesokan paginya Aca dan Kanaya terlihat begitu nyenyak menikmati tidur paginya tanpa berpikir akan pergi bekerja pada hari ini, bahkan Aca mendengkur keras sembari manaru kakinya di atas perut Kanaya.


Bunyi jam weker begitu mengusik Kanaya karena suaranya terlalu bising berpadu dengan dengkuran Aca. Kanaya begitu malam untuk bangun sehingga ia hanya membuka matanya sebelah sembari melihat ke arah jam weker.


'Oh masih jam 8 pagi'Gumam Kanaya sembari memejamkan matanya seperti semula.


"Apa jam 8 pagi!" ucap Kanaya yang seketika terbangun. lalu ia pun segera membangunkan Aca yang masih merinkukan tubuhnya kearah lain. "Aca...!! ayo bangun...!!Aca..!!"


"Nay kenapa sih, aku tuh masih ngantuk ngelanjutin drakornya besok pagi saja yah saat jam istirahat kantor" Lirih Aca pelan.


Sial. hanya gara-gara begadang menonton drakor semalam Kanaya juga ikut-ikutan kesiangan.


"Aca...!!kamu harus bangun sekarang! ini sudah jam 8 pagi Ca! kita harus kerja!!"


"Apa! jam 8 pagi!" Ucap Aca dengan nada panik. "Aduh kenapa gak ngomong dari tadi Nay..!!"


"Yah aku juga baru tau sekarang!"


"Kita tidak punya waktu lagi Nay, kalau begitu aku mandi duluan yah habis itu kamu!" Aca buru-buru bangkit menggapai handuk kemudian ia segera masuk ke dalam kamar mandi.