Our Next Love

Our Next Love
Maafkan Aku Omma



"Kenzo...!!" Teriak Mauryn saat melihat Kenzo terus saja berjalan menuju ruang musik.


Karena tau yang memanggilnya itu Mauryn Kenzo terus saja menjalankan langkahnya karena ia tidak ingin berurusan dengan Mauryn lagi ataupun keluarga nya.


"Kenzo...tunggu....!!" Mauryn teramat kesal karena Kenzo terus saja melangkah dan pura-pura tuli. dan pada akhirnya ia berhasil memegang lengan Kenzo untuk berhenti. "Kenapa kamu terus berjalan padahal aku tenga memanggil namamu!"


Kenzo melepaskan lengannya dari genggaman Mauryn, lalu menatap tajam gadis bersurai panjang itu.


"Apa! kenapa aku harus berhenti, kenapa aku harus mendengarkan mu sementara di antara kita tidak memiliki hubungan apa pun!"


Mauryn menghembuskan nafas pelan, beruntung di sekitar nya nampak sepi dan tidak ada orang.


"Aku tau kamu dan kakak mu merasa sakit hati karena sikap kak Dirga dan aku ingin meminta maaf...


"Oke, aku sudah memafkan nya. lalu pergilah karena kamu telah mengganggu ku!"Kenzo hendak pergi lagi, namun lengan nya di tahan lagi oleh Mauryn.


"Aku belum selesai bicara, kenapa kamu ingin buru-buru pergi!"


"Karena kita tidak ada URUSAN LAGI!"


Jantung Mauryn terasa berdesir, hatinya teriris sakit, baru kali ini ada seseorang yang membentaknya sementara Dirga sebagai kakak tidak pernah membentak.


"J-jika sudah memaafkan kenapa harus marah"


Melihat gadis bersurai panjang menitihkan air mata seketika Kenzo menurunkan suara nya.


"Aku sudah memafkan kalian, tapi aku mohon berhentilah untuk mengusik kak Kanaya lagi karena aku sabagai seorang adik tidak akan membiarkan begitu saja orang lain menyakiti kakak ku"


Mauryn mendongakan kepalanya pada lelaki yang 2 cm lebih tinggi darinya.


"Yang salah itu kakak aku, dan bukan aku. itu bearti aku boleh berteman dengan mu lagi"


"Ck, apa pendapat kakak mu jika kau berteman dengan orang miskin seperti aku, aku yakin dia akan menghina, mengcaci, serta merindung kakak ku sebagai dalangnya. Jadi aku menolak untuk menjadi teman mu"


Teng.. Teng... Teng...


"Kamu hanya membuang waktu ku saja! kalau tidak kamu menghalangi ku maka detik ini juga aku masih bisa bermain musik"


"Iya aku minta maaf,"


"Pergi lah aku juga ingin masuk ke dalam kelas ku..."


Mauryn memandangi punggung Kenzo yang sudah berjalan mendahului nya dengan perasaan kecewa.


'Ken, melihat sikap mu seperti itu bukan berarti aku berhenti mengejar cinta mu'


...****************...


Di balik tirai jendela Kanaya mengintip Omma Ratna dan juga Bu Sukma yang berdiri di depan pintu rumah nya bahkan Kanaya tak ingin membuka pintu itu meski berulang kali Omma mengetuk pintu nya.


"Kanaya, apa kamu ada di dalam!" Sahut Omma dari luar.


Omma bagaimana ia tahu jika Kanaya tidak pergi ke kantor hari ini sehingga lebih tepatnya ia datang kerumah nya.


"Setelah pintu nya di ketuk beberapa kali apa Omma tidak sadar jika ini hari selasa dan itu bearti Kanaya pergi bekerja" Timpal Sukma.


"Oh iya, kau benar Sukma jadi wajar saja dia tidak membukakan pintu ini"


"Bagaimana kalau kita ke sini sehabis Kanaya pulang bekerja saja, saya yakin Kanaya ada di rumah"


"Yah Omma saya setuju, kalau gitu kita pulang sekarang saja yah"


Mobil Omma Ratna sudah berjalan menjauhi halaman rumah Kanaya sehingga sekarang Kanaya berani untuk membuka kan pintu.


"Maafkan aku Omma, aku tidak bermaksud untuk mengusir omma"


...****************...