
Kenzo berada di meja kantin sendirian dan atas meja sudah tersedia dua es teh dan dua mangkok mie goreng. ketika ada kesempatan emas Mauryn meninggalkan teman-temanya dan langsung menghampiri Kenzo.
“Hay Ken, lagi makan sama siapa, pasti lagi makan sama Raka yah”Ucap Mauryn sembari mendudukkan bokongnya di kursi depan Kenzo sedangkan Kenzo nampak acuh seperti biasa.
“Kenzo..pulang sekolah aku ikut kamu pulang yah soalnya aku gak bawa mobil”,Timpal Mauryn lagi.
“Tidak bisa aku ada eskul musik jadi aku pulang sore jam 5”
“Yasudah kalau begitu aku tunggu kamu sampai kamu selesai eskul saja bagaimana?”
“Teman-teman mu ada yang bawa mobil, tadi, ataupun ojek di depan sekolah kita banyak dan kamu bisa naik itu semua”
“Tidak mau, kan aku pengennya pulang bareng sama kamu”
“permisih yang kamu Dudukin sekarang itu adalah kursi milik ku”
Mauryn berbalik dan melihat seorang perempuan tenga berdiri di sampingnya sembari meletakkan satu box coklat yang ia bawa ke atas meja.
“Kamu siapa?”Tanya mauryn dengan nafas tersengal.
perempuan yang memiliki lesung pipi di wajah kirinya tersenyum simpul sembari mengulurkan tangannya.
“Kenalin aku Rima pacarnya kak Kenzo, dan yang pasti kamu pernah melihat ku karena aku ketua OSIS di sekolahan ini sekali gus aku juga mengikuti eskul musik sama seperti Kak Kenzo”
Mauryn memandangi tangan perempuan itu yang hendak mengulurkan tangannya dengan pandangan beekaca-kaca kemudian pandangannya terjatuh pada Kenzo yang tenga sibuk memperhatikan Rima.
“Gak.. gak mungkin....”Lirih Mauryn seraya berdiri. “Kamu pasti bohong kan Ken?”Mauryn mempertajam tatapan matanya pada Kenzo ia sangat berharap itu semua tidak benar.
“Itu benar Rin kita memang sudah menjalin hubungan sudah sangat lama itu sebelum aku kenal kamu”
Mauryn terduduk lesuh, hatinya terasa sakit seperti terluka karena benda tajam.“Kenapa, kenapa kamu tega Ken padahal aku....
“Ketika kamu sudah mengetahui hubungan kita berdua aku sangat berharap agar kamu berhentih untuk mengejar-ngejar Kenzo karena aku tidak suka itu”Rima memberi peringatan tegas agar Mauryn tak menggangu Kenzo lagi.
“Kamu sudah mendengar jelas apa yang Rima katakan aku harap kamu mengerti.”
“Tega kamu Ken, jahat kamu, aku benci kamu! hiks hiks hik...”Mauryn berlari meninggalkan tempat kejadian sambil menangis sejadi-jadinya.
“Kok Mauryn nangis sih”
“eh iya dia kenapa yah.”
“Udah sekarang kita tidak perlu banyak bicara sekarang kita kejar Mauryn”
Bahkan ketiga teman Mauryn menjadi khawatir ketika temannya melewati mereka begitu saja sehingga sekarang mereka bertiga mengejar Mauryn yang tenga menangis.
...****************...
“Orang hamil itu gak boleh kemana-mana pakai motor mending pakai mobil biar lebih Aman”, Aca menunjukkan kunci mobil miliknya di depan wajah Kanaya.
“hmmm iya deh, tapi sekarang kamu harus pulang sama aku yah soalnya aku udah bilang ke Kenzo kalau kakaknya tidak perlu di jemput naik motor.”
“Iya deh kalau gitu baik nya aku bakalan pulang sama kamu.”
Kanaya dan Aca bergandengan tangan saat menuruni 5 anak tangga yang panjang, namun saat sudah di depan halaman perusahaan sebuah mobil bewarna putih berhenti tepat di hadapan mereka.
“Kak Jona,”Sahut Kanaya ketika tau orang yang baru saja turun dari mobilnya itu adalah kak Jona.
“Hay, Nay. Apa kabar?”
Baru di sapa seperti itu saja sudah berhasil membuat hati Kanaya Berbunga-bunga, jujur ia merindukan Jona karena sudah satu bulan lebih ini tak terlihat.
“Hmm kayaknya gak bakalan jadi nih pulang bareng aku”, Aca menyikut lengan Kanaya seakan memberikan kode.
“Apaan sih Ca, belum tentu juga dia mau ngajak aku pulang....”Lirih Kanaya pelan. Hingga Jona tepat di hadapannya barulah ia tak bicara lagi.
“Ini sudah jam pulangnya kerja kan?”Jona memperhatikan jam di pergelangan tangannya. “Jika sudah kamu pulang sama aku saja mau kan Nay, atau temannya juga ikut bareng?”
“Ah tidak usah kok aku sudah bawa mobil sendiri dan tadinya aku pengen ajak Kanaya pulang bareng”
“ jadi kamu mau kan Nay pulang bareng aku”
“Asal tidak merepotkan kak Jona yah aku mau mau saja’’
“Hahaha kamu ini seperti tidak kenal aku saja ya sudah ayo kita pulang sekarang”
...****************...
Ratusan tissu berserakan di kamar milik seorang Mauryn, ia menangis tersedu-seduh bahkan di sana sudah Omma yang menenangkan tapi apa daya Mauryn semakin menangis.
Patah hati karena seorang laki-laki baru kali ini gadis berusia 17 tahun itu rasakan padahal ia tak pernah menangis karena patah hati.
“hiks hiks hiks Kenzo jahat omma Kenzo jahat dia tega omma hiks hiks hiks...” Sesekali ia membuang tissu ke lantai dan sesekali itu pula ia mengelap ingus yang mengalir dari hidungnya.
“Lalu apa perempuan yang bernama Rima itu cantik?”Tanya Omma di sela-sela tangis Mauryn.
Sambil menangis Mauryn membayangkan bagaimana paras wajah pacarnya Kenzo. “huaaa omma aku tidak perduli bagaimana paras wajahnya tapi yang jelas lebih cantikan aku dari pada dia hiks hiks hiks”
“Sudah cup cup cup kamu jangan nangis terus dan makanyaa kamu itu dengerin Omma dari awal, kan omma sering bilang jika kamu itu cantik maka dari itu kamu harus jual mahal, harus bisa jadi cewek cuek”
“terus jika aku udah berubah jadi cewek cuek lalu apa Kenzo akan menyukai ku yah omma?”Tanya Mauryn yang tangisannya kini lumayan meredah.
“hmmm yah mungkin saja....”
“huaaa tuh kan Omma tipsnya hanya 50 persen saja berhasil...