Our Next Love

Our Next Love
Gagal Bertemu Dirga



Mauryn adalah cucu dari Omma Ratna dan Itu berarti Mauryn adalah adik kandung Dirga, saat ini Mauryn telah telah rapi dengan seragam sekolahnya namun sebelum berangkat ke sekolah terlebih dahulu ia melakukan retunitas pada pagi hari yaitu sarapan pagi. Namun terlihat hanya ada Omma Ratna yang sedang duduk di kursi makan.


"Morning Omma...muacch..."


"Morning juga Mauryn cucu kesayangan Omma,"


"Hmm Omma mama sama kak Dirga apa belum turun untuk memulai sarapan pagi?"


"Astaga Mauryn kamu tidak tau mama mu saja dia kan mana pernah bangun jam segini lihat pasti mama mu masih sibuk molor, tapi soal kakak kamu Omma rasa sebentar lagi Dirga akan turun,"


"Wow dugaan Omma memang benar.."Mauryn memlambaikan tangannya pada Dirga yang sedang melangkah menuruni tangga."Good morning my handshome brother,"


"Pagi Omma...,"ucap Dirga dengan singkat seraya menduduki bokongnya di kursi.


"Yah pagii.."Jawab Omma dengan singkat pula .


"Kak Dirga gimana sih, kan harus yang di sapa duluan itu aku kan aku ngucapin selamat paginya duluan sama kakak,"


"Iyaa morning juga adik kakak yang bawel,"Jawab Dirga sembari mengusap-usap kepala Mauryn dengan tangannya."Udah kan ngomelnya,"


Melihat kepalanya yang di usap-usap oleh sang kakak Mauryn membulatkan kedua matanya, ia yakin rambut yang udah susah payah ia kelabang seribu menjadi berantakan karena ulah Dirga.


"Ih kakak...!! gimana sih lihat nih rambut aku jadi berantakan gara-gara ulah kakak..ih nyebelin.."


"Oofs sorry yah Mauryn kakak tidak sengaja, atau sini kakak betulkan rambutnya menjadi bentuk semula,"


Dirga menyentuh rambut Mauryn lagi dengan niat ingin membetulkan aksesoris warna biru yang ada di atas rambutnya, namun Dirga kembali tak sengaja menarik aksesoris itu hingga rambut Mauryn kembali berantakan.


"Huaaa kakak....!!!Ini sama ngeberantaki hiks hiks Ommah...."


"Dirga kamu itu suka banget sih usilin adik kamu!"


"Loh Omma salah aku apa? kan aku niatnya cuma bantui Mauryn benerin rambutnya,"


"Kakak itu seorang pria jadi mana bisa mengerti fishion rambut wanita,"


"sudah-sudah Mauryn mending kamu urai saja rambutnya atau bila tidak selipkan saja jepit rambut di atas telinga mu, Omma yakin kamu akan tetap cantik dengan tampilan rambut seperti itu,"Mauryn mengangguk dengan usul Ommanya.


Deru langkah kaki seorang pria di ikuti langkah kaki orang-orang penting di belakangnya menggema pada penjuru perusahaan dan beberapa stap kerja lainya menundukan diri saat kedatangan atasan penting di perusahaan ini. Sedangkan sih pria terus melangkah maju tanpa memperdulikan pada orang-orang di sekitarnya.


Namun ada seorang stap wanita menghampiri Dirga dengan membawakan kue tart yang ia buat sendiri terkhusus untuk atasannya, namun Dirga tidak mengambilnya akan tetapi yang mengambil kue tart itu adalah Danu asisten Dirga.


"Selamat pagi pak Dirga ini saya buatkan kue tart spesial untuk bap...." Wanita itu begitu kesal untuk yang sekian kalinya tiap memberi hadiah untuk Dirga malah di ambil oleh asistennya.


"Terimakasih atas pemberian nya,"


Kanaya telah berada di depan sebuah bangunan yang besar Kanaya sangat yakin jika bangunan besar yang menjulang tinggi ini adalah perusahaan Glowskincare milik Dirga dan tanpa menunggu waktu yang lama langsung saja ia melangkah untuk masuk ke dalam perusahaan itu.Perlahan ia mendekatkan diri pada pada sangat resepsionis yang tenga sibuk bekerja.


"Permisi mbak,"


"Iya ada yang bisa saya bantu?"


"Saya ingin bertemu dengan pak Dirga Ganesa,"


"Apa mbak sudah membuat janji untuk bertemu dengan pak Dirga?"


Kanaya menggeleng itu pertanda kalau dia belum membuat janji yang seperti dibilang resepsionis itu.


"Maaf mbak, jika mbak belum membuat janji itu bearti mbak tidak akan semudah itu bertemu langsung dengan pak Dirga karena jika ingin bertemu langsung dengan mbak harus membuat janji dulu minimal 10 jam,"


"Apa! 10 jam."


"Iya mbak benar, "


"Tapi mbak apa tidak bisa di negosiasi karena saya ingin sekali bertemu dengan pak Dirga,"


"Maaf mbak tidak bisa,"


Kanaya menghela nafas pelan kali ini perjuangannya kemari begitu sia-sia saja kalau ujungnya tidak di izinkan untuk bertemu dengan Dirga, namun tak lama ia memutuskan untuk mengundurkan kan diri.


Baru selangkah menuju pintu luar tak sengaja kedua mata Kanaya melihat di ujung sudut dekat toilet sana, ia melihat seragam officeboy tergantung di kaitan pintu dan terbesit lah ide di pikiran Kanaya.