
"Ken...tunggu...!"
"Kenzo aku mohon tungguin aku...!!"
"Kenzo....!!stop....!!" Mauryn berhenti di depan Kenzo sembari merentang kan kedua tangannya untuk membuat Kenzo berhenti berjalan. Namun sebelum memulai kalimatnya terlebih dahulu ia mengatur nafasnya karena sudah berlari sejauh ini demi menggapai Kenzo. "Ken, kamu kenapa sih tidak tolongin aku tadi"
"Menolong dalam hal apa? menolong demi berbohong dengan mengaku sebagai pacar mu?"
"Aku terpaksa Ken, Aku terpaksa karena Aku paling benci dengan orang-orang seperti mereka"
"Banyak pria lain di cafe itu lalu kenapa harus Aku, lagian kamu sebagai wanita kenapa harus stalker sekali"
Mauryn mengerti, dan seharusnya ia malu di katakan seperti itu tapi entah mengapa rasa tekat dan hatinya masih ingin mendekati Kenzo sampai pria itu menjadi miliknya.
"Aku tidak percaya dengan yang lain maka dari itu aku percaya pada mu karena kamu berbeda dari mereka Ken"
"Aku seorang pria dan mereka juga seorang pria lalu apa bedanya?"
"Yah karena kamu baik!"
"Ck.kau ingin memuji ku atau apa! sudahlah Aku harus pulang tidak mempunyai waktu untuk berdebat dengan mu!"
Kenzo melangkah cepat, melewati serta menabrak bahu Mauryn begitu saja.
"Ken, Aku ingin kamu mengantarkan aku pulang!" Sahut Mauryn yang saat ini tengah memegang bahu Kenzo.
"Ck.jangan gila!"
"Meski kau menolak kau harus tetap mengantar aku rumah atau bila tidak kunci motor mu akan aku sita!"
Kedua mata kenzo membulat tak menyangkah jika Mauryn mengambil kunci motor yang sedari tadi menempel di kontak motor.
"Mauryn! apa yang kau lakukan! Kembali kan kunci motornya sekarang juga! cepat!"
Kenzo tidak tinggal diam, ia kembali bertekat untuk mengambil kunci motor itu namun langkahnya terhenti di saat Mauryn memasukkan kunci motor miliknya ke dalam bajunya.
"Aku datang kemari menggunakan ojek online karena yang aku tau jalanan di daerah sini begitu macet jika membawa mobil, jadi kamu akan sangat berdosa meninggal kan gadis secantik ku di sini sendirian sementara ini sudah hampir malam"
"Jika datang kesini menggunakan ojek lalu kenapa pulang nya tidak naik ojek saja!"
"Aku tidak percaya ojek di malam hari ayolah Ken please antarin Aku pulang yah" Ucap Mauryn memohon sembari menyatu kan kedua tangannya di dada.
...----------------...
Di suatu sisi Aca di minta om Jaya untuk menjaga bengkel nya sebentar karena om Jaya ada suatu urusan yang penting di luar sehingga mau tidak mau Aca menggantikan posisinya sebagai seorang bos pemilik bengkel. dan bisa di katakan jika bengkel om Jaya buka sampai jam 9 malam. "
Seorang anak buah kepercayaan om Jaya mendatangi Aca dengan memberi kan sebuah air mineral dingin.
"Wah makasih yah"
"mbak, tadi pak Jaya bilang ke saya kalau sebentar lagi mas-mas pemilik mobil orens itu akan segera datang untuk mengambil mobil nya"
"Oh jadi pria songong itu mau mengambil mobil nya sekarang!"
"Siapa yang mbak maksud pria songong?"
"Tidak kok, yaudah makasih atas informasinya"
"Iya sama-sama mbak, kalau gitu saya permisi dulu mbak mau mau ke belakang"
"Oke, silakan"
Aca mengambil beberapa lembar tissu guna mengelap-elap butiran debu yang menempel pada mobil seorang pria yang bisa di tebak namanya Galang.
Sedangkan saat ini Aca tak tau jika Galang sang pemilik mobil sudah berada di belakangnya.
"Eherrmmm...."Nihil tak ada sahutan.
"eherrmmm.... permisi....!" Nihil Aca masih tak bergeming bahkan saat ini Aca tenga asyik mendengar kan music menggunakan hedset yang ada di telinganya.
Galang yang kesal menarik bahu wanita itu dan juga melepas satu hedset di telinga kirinya.
"Jika ada pelanggan lain mungkin akan kabur jika melihat salah satu pekerja yang ada di bengkel ini sibuk mendengarkan music sembari bekerja!"
"K-kamu...
...----------------...
" Eh stop, sudah cukup sampai di depan gerbang saja. Makasih yah Ken sudah mau anterin aku pulang"
"Mungkin aku tidak akan mengantarkan mu pulang kalau bukan karena terpaksa!" Sahut Kenzo tanpa minat.
"Okey, tidak masalah aku yakin kok suatu hari nanti kamu pasti akan sering antar jemput aku ke mana pun"
"Jangan mimpi! aku harap hanya ini yang terakhir"
Sebuah cahaya mobil menyalah dari balik gerbang.
"Kamu pulanglah sekarang karena aku tidak mau kak Dirga marah sama kamu lagi"
Tanpa menjawab omongan Mauryn Kenzo meneruskan laju motornya begitu saja tanpa memperdulikan Mauryn.