
"Lepaskan Kanaya! lalu apa pantas seorang pria memaksa wanita dengan cara seperti ini"
Kedatangan Jona secara kebetulan membuat Kanaya melebarkan senyuman dan berusaha melepaskan tangan nya dari Dirga. Alhasil Dirga melepaskan tangan Kanaya begitu saja.
"Kak Jona," panggil Kanaya di saat Kanaya telah beradi sisi kirinya.
"Anda tidak berhak melarang saya karena ini urusan saya dengan wanita ini!"
"Ck.Kanaya adalah teman masa kecil ku, dan urusan anda bearti itu urusan saya juga!"
Kanaya tertegun dengan sikap Jona yang begitu tegas saat membelanya harus bisa di katakan jika Jona adalah cinta pertamanya di waktu kecil dulu.
"Dengar wanita ini telah membuat saya di permalukan di depan semua orang maka dari itu dia!" Dirga mengarahkan jari telunjuknya pada Kanaya."Harus menerima balasan dari yang setimpal"
"Katakan berapa harga yang harus saya bayar untuk menebus kesalahan apa yang telah ia perbuat pada anda?"
"Ck sombong sekali! apa menurut anda anda lebih kaya dari saya!"
"Anda memang terlihat dewasa tapi sikap dan perilaku anda nampak seperti anak kecil yang mengamuk ketika permen milik nya di ambil"
"Sialan! berani nya anda mengatakan saya sebagai anak kecil, lalu apa anda tidak tau siapa saya. ingat saya bisa saja menuntut mu atas tindakan ini"
"Coba saja apa anda pikir saya takut!
"Kak Jona sudah cukup henti kan mending kakak tidak usah uruskan pria gila ini, ayo kak lebih baik kita pergi saja dari sini''Kanaya berusaha untuk menarik tangan Jona untuk menjauh dari Dirga.
"Tapi orang ini juga harus di beri pelajaran Kanaya...
"Sudahlah kak cukup, mending kakak antarin aku pulang sekarang karena Kenzo tenga sakit dan aku harus mengantarkannya obat sekarang"
"Apa Kenzo sakit, yasudah kalau begitu aku akan mengantarkan mu sekarang."
Jona mengajak Kanaya masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan Dirga yang masih berdiam di tempat dalam keadaan yang tidak dapat di artikan.
...****************...
Beberapa model terkenal hadir di perusahaan milik Dirga untuk melakukan pemotretan skincare pengeluaran terbaru, mereka berfose secantik dan semenarik mungkin untuk menarik para konsumen.
Dirga datang ke ruangan pemotretan melihat serta mengecek keadaan yang ada di dalam sedangkan Danu asisten Dirga nampak sibuk memegang berkas-berkas penting yang harus Dirga tanda tangani.
"Katakan apa jadwal saya untuk hari ini?"
"Tidak ada tuan karena hari ini jadwal tuan kosong tapi kalau besok jam 8 pagi tuan akan ada pertemuan penting dengan Jonathan Company"
"Jonathan Company....?"
"Iya tuan lalu apa tuan tidak tau Jonathan Company pengusaha muda yang seluruh sahamnya begitu banyak di luar negeri, jadi dia bersedia untuk membantu mengembangkan perusahaan kita menjadi lebih terkenal lagi tuan"
"Oke, secepatnya atur pertemuan saya dengan Jonathan Company itu. lalu apa ada lagi?"
"Tidak ada tuan,"
Drrrr... Drrrrtt....Drrrrrt....
[Dirga bisakah kamu pulang sekarang]
[Ini masih jam kerja ma di dalam juga ada beberapa model terkenal untuk melakukan pemotretan skincare terbaru]
[Sekarang lupakan pemotretan itu mending kamu temanin Olivia untuk membeli gaun pertunangan kalian]
[Tapi mah aku...
[Ayolah Dirga kali ini saja soalnya mama tidak enak sama Olivia karena tadi kan mama bilang kalau kamu bisa menemaninya]
[Oke, baik lah ma kalau begitu aku akan pulang sekarang]
Bib...
"Saya harap kamu bisa mengganti kan saya untuk mengawasi pemotretan ini karena saya tenga ada urusan mendadak"
"Loh emangnya tuan mau pergi kemana?" Tanya Danu dengan santainya.
Ketika melihat mata Dirga yang terlihat tajam saat melihat nya seolah membuat Danu mengerti tidak seharusnya ia sekepo itu.
"Hehehe maaf tuan"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Makasih yah Kak Jona karena sudah mau sempat kan diri untuk datang jengukin aku,"
"Iya sama-sama Ken dan setelah minum obat ini kakak doakan kamu cepat sembuh yah walaupun kamu menolak di ajak kerumah sakit"
"Ah aku malu kak lagian kan aku sudah gede pasti minum obat yang di beli di apotik atau pun di warung pasti akan sembuh"
Kanaya membuka pintu kamar Kenzo dengan membawa sepiring pisang gorang yang hangat terkhusus untuk Jona.
Jona menghirup Aroma makanan itu lebih dalam dan menebak jika makanan yang di buat Kanaya adalah pisang goreng. Dugaannya ternyata benar.
"Nih aku buatin pisang goreng keju kesukaan kakak, ayo kak silakan di makan mumpung masih hangat"
"Wow, rupanya kamu masih sangat ingat makanan kesukaan ku Nay."
"Tentulah kak makanan kesukaan kakak atau makanan yang tidak kakak suka tentu aku masih sangat ingat"
"sudah puluhan tahun aku hidup berpindah-pindah negara dan pisang goreng yang pertama aku makan adalah buatan mu dan dulu aku masih sangat ingat ibu mu sering membuat kan ku pisang goreng dan rasanya sama percis sama seperti yang kamu buat"
"Oh iya kak, apa nanti kakak ingin pergi keluar negeri lagi?"
Di dalam isi pertanyaan ini di dalam hati Kanaya sangat berharap jika Jona tidak akan pergi keluar negeri lagi.
Visual Jona