
Di depan lobi perusahaan Aca menyambut kedatangan Kanaya yang begitu tergesa-gesa dan mumpung ini belum jam kerja Aca menyempatkan diri untuk mengobrol dengan sahabatnya.
"Akhirnya kamu masuk juga ke kantor hari ini Nay, terus keadaan Kenzo bagaimana?"
"Keadaan Kenzo sudah mulai membaik Ca, dan panasnya juga telah turun"
"Syukurlah kalau begitu aku jadi senang mendengar nya, oh iya nanti perkiraan jam 8 ini Bos meminta mu untuk menemuinya di ruangannya."
'Astaga Ca aku jadi takut, pasti pak Nino akan memenuhi ku karena tidak masuk kerja kemarin"
"Hoosst jangan bicara seperti itu karena pak Nino tidak seperti yang kamu bayangkan Nay bahkan kamu tau sendiri kan pak Nino akan terlihat lucu dan menggemaskan jika sedang marah. jadi kamu tidak perlu takut"
"Oke bagaimana jika nanti kamu temanin aku untuk bertemu dengannya"
"Kanayaaa pak Nino ingin bertemu secara empat mata dengan mu dan bukan dengan ku sudahlah pokoknya yakinkan saja kalau pak Nino tidak akan marah pada mu"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok...Tok.. Tok..
Kanaya dengan hati-hati mengetuk pintu ruangan pak Nino yang sabagai atasan di perusahaan ini.
"Yah masuk saja"Sahut suara pak Nino dari dalam.
Sebelum masuk ke dalam ruangan pak Nino terlebih dahulu Kanaya menarik nafasnya dalam-dalam dan setelah di rasa selesai barulah Kanaya memberanikan diri untuk masuk.
"Permisi pak Nino.."
Pria bermata sipit dan berjari lentik seperti wanita itu pun menoleh pada Kanaya yang sudah berada di ambang pintu.
"Hey Kanaya kenapa berdiam diri di situ ayo duduk,"
"Ah i iya pak"
Seketika pak Nino membuka sebuah buku besar yang ada di hadapan nya saat Kanaya sudah duduk di kursi yang telah tersedia. Kanaya meneguk ludah nya sendiri di saat pak Nino membaca namanya yang ada di buku itu.
"Kanaya, dalam 1 bulan ini kau tidak masuk kerja selama 4 hari oh tidak rupanya di hitung bersama hari kemarin bearti 5 hari dan dalam 2 hari kamu beralasan sakit, dalam 2 harinya lagi kamu tidak masuk bekerja tanpa sebuah alasan yang jelas dan yang kemarin kamu mengatakan tidak masuk karena alasan adik mu sakit"
"S-ssaya minta maaf Pak, ss saya tidak bermaksud..
"Kanaya di perusahaan saya ini bakat kerja mu lah yang paling terpandang, kau pintar sehingga seluruh aset perusahaan ini berkembang dengan baik tapi kelemahanmu ini ck, Kanaya kalau seandainya kamu bukan teman dari istri saya yah kemungkinan..." Pak Nino menggantung kalimat nya.
Sehingga itu membuat Kanaya menarik serta menggenggam 10 jari lentik pria itu.
"Pak Nino, saya mohon pak, saya mohon jangan pecat saya, saya mohon pak pokoknya saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, pak saya mohon maafkan semua kesalahan saya..
" Hey.. Hey.. Kanaya lepaskan..
"Tidak pak saya tidak akan melepaskan tangan bapak sebelum bapak memaafkan saya..
"Kanaya...Hey memang nya siapa yang ingin pecat kamu..."
"Apa? ternyata bapak tidak memecat saya? aaah terimakasih pak, terimakasih pak Nino, terimakasih..
"Eh cukup-cukup berhenti memegang tangan saya dengan cara seperti ini dan kalau Geby melihat ini bisa bahaya saya"
"Itu menurut mu tapi tidak seperti yang saya rasakan, apa kamu tidak tau di rumah Geby lebih sering marah-marah kalau saya pulang telat terlebih semenjak hamil ini dia jauh lebih galak lagi"
"Apa! Geby hamil pak?"
"Nah itu dia yang ingin saya sampaikan pada mu. Asal kamu tau Geby meminta saya untuk membawa mu datang ke rumah saya katanya sih dia ingin kamu membuat kan nasi goreng bakso kesukaannya dan katanya lagi jika saya tidak berhasil membawa mu ke rumah maka sebagai ancamannya saya tidak di dalam rumah malain kan tidur di halaman rumah"
"Tentu saya akan datang pak!"
"Yang benar kamu Nay?"
"Aku serius pak lagian juga aku sudah begitu lama tidak bertemu Geby semenjak bapak dan Geby menikah"
"Syukurlah kalau kamu setuju"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa jajaran orang-orang penting telah duduk di kursi rapat untuk mengadakan rapat penting dan sebagai pemimpin rapat adalah Dirga. Lagi-lagi setelah memutuskan untuk duduk di kursi rapat Danu mengelap kursi itu dengan kain pengelap dan setelah di rasa bersih barulah Dirga menjajalkan bokongnya di kursi itu.
"Sudah bersih tuan, silakan duduk"
"Apa Jonathan Company itu belum juga datang?" Dirga melirik jam bewarna hitam yang ada di pergelangan tanganya. "ini sudah jam 8 lewat 10 menit tapi pengusaha kaya itu belum juga datang"
Seketika pintu ruangan rapat terbuka.
"Permisi tuan Dirga, itu pak Jonathan beserta sekretaris nya sudah berada di ruang lobi menuju kesini"
"Oh sudah datang yah, kalau begitu biar saya saja yang yang menyambut mereka tuan" Sahut Danu.
"Yah silakan!"
...****************...
Cekllekk.....
pintu ruangan terbuka lagi dan yang membuka nya adalah Danu.
"Silakan masuk pak Jonathan,"
"Yah terimakasih" Ucap Jonathan.
Ruangan kembali tertutup membuat Danu kembali berjalan mengiringi Jonathan.
"Silakan duduk di kursi ini pak di samping atasan saya"
"Maaf tadi di perjalanan saya terkena macet jadinya saya telat datang kesini"
"Loh bukannya anda..."
"Kamu bukannya pria yang kemarin kan?" Sahut Jonathan.
seketika Dirga berdiri ia juga mendebrak meja rapat itu sehingga menimbulkan semua mata tertuju padanya.
"Sialan! berani sekali orang seperti anda datang ke perusahaan milik saya!"
"Ck.kalau dari awal saya tau jika pemilik perusahaan ini anda maka saya tidak akan mau untuk bekerja sama dengan perusahaan ini!"