Our Next Love

Our Next Love
Gara-gara Baju Yang Ketat



“Kak, tentang pernikahan itu, apa kakak yakin?”, Tanya Kenzo usai meletakkan secangkir teh hangat di atas meja.


Kanaya yang tenga sibuk memotong kuku menatap Kenzo yang ada di sampingnya. “Apa kamu masih tidak setuju Ken?”tanya nya.


“Walau sejujurnya aku sangat tidak setuju kak tapi bagaimana pun itu juga demi kebaikan kakak dan bayi itu”, Keluh Kenzo seraya menghempaskan bokongnya di kursi samping Kanaya.


“Siang ini Dirga mengajak kakak untuk fitting gaun pengantin,”


“Secepat itu, terus apa kakak sudah memberi tahu atasan kakak sementara kakak pagi ini akan berangkat bekerja”, Sahut Kenzo lagi.


“yah mungkin hari ini adalah hari terakhir kakak masuk kerja sekaligus kakak akan bicara kan semuanya kepada mereka”


“Oke, jika keputusan kakak yang terbaik semoga semuanya baik-baik saja tanpa halangan apapun. Tapi jika pria itu menyakiti kakak, maka kakak harus beritahu aku nanti akan aku hajar dia karena udah nyakitin kakak”


Kanaya tersenyum seraya mengelus elus bagian belakang kepala Kenzo. “Sejak kapan adik kakak jadi sekasar ini”


“Kak, yang aku miliki di dunia ini hanyalah kakak, kakak juga seperti ibu dan ayah jadi aku tidak membiarkan dan tentu sangat marah jika kakak di sakiti terlebih orang yang menyakiti kakak pria itu!”


Sejenak Kanaya terdiam ia pun berpikir jika Dirga masih sangat membencinya tapi karena adanya kehamilan ini pria itu tiba-tiba ingin menikahinya karena tak mau anak yang ada di dalam kandungannya tidak terpenuhi lahir dan batin. Walaupun sebenarnya Kanaya tak ingin pernikahannya terjadi oleh sebabnya tak ada lagi cinta di antara mereka terutama Dirga, tapi keadaan memaksa Kanaya untuk menikah karena untuk menutupi kehamilannya di hadapan banyak orang.


Namun di saat dalam kondisi terdiam sebuah klakson mobil menghentikan lamunan Kanaya sontak Kanaya dan Kenzo pun saling memandang.


“Itu kak Aca paling”Sahut Kenzo.


“Tidak itu sepertinya bukan suara klakson mobilnya Aca. yaudah kakak lihat dulu”, Kata Kanaya seraya berjalan menuju pintu. Maka Kenzo pun mengikuti langkah kakaknya.


Kanaya menautkan kedua alisnya bingung akan kehadiran Dirga yang datang Pagi-pagi kerumahnya. “Kenapa datang sekarang” Tanya Kanaya sebelum pria yang tenga melangkah padanya mulai berbicara.


“Apa mau bekerja lagi, bukan kah sudah aku bilang tidak perlu bekerja!”


“Aku sengaja untuk masuk kerja hari ini, sekaligus akan bicara pada atasan ku jika aku tidak akan bekerja lagi karena akan menikah’’


‘‘Hanya itu saja! tapi sangat di sayangkan kamu tidak akan pergi bekerja hari”, Ucap Dirga seraya menilik jam di pergelangan tangannya. “memilih gaun pernikahan akan lebih baik di lakukan pagi hari ini karena desainer nya mengatakan jika gaun-gaun terbaru telah di siapkan hari ini khusus untuk kita”


“Tapi bukankah kamu mengatakan untuk fitting gaun pernikahan di siang hari..


Dirga memotong pembicaraan Kanaya. “Bukankah aku telah memberi tahu alasannya jadi tidak perlu bertanya lagi”


Kenzo merasa jika Dirga terlalu meninggikan nada suaranya sehingga sekarang ia juga ikut menyambar omongan mereka. “Mohon kecilkan nada bicara mu karena bagaimana pun Kak Kanaya adalah kakak ku jadi aku pasti tidak akan Terima kamu berprilaku seperti itu”


“Hey kamu...


“Ken sudahlah cukup,”Kanaya melerai Kenzo untuk tidak melayani Dirga berbicara.“bukankah kamu harus berangkat ke sekolah sekarang, lihatlah ini sudah jam berapa”


“Hooh kalau saja hari ini aku tidak ada ujian maka sudah aku pastikan aku tidak akan sekolah dan siap melawan pria ini kapan pun” Usai mengatakan hal itu Kenzo pun kembali masuk ke dalam lalu tak lama setelah itu ia keluar kembali dengan membawa tas di punggungnya. “Dengar usia ku memang terpaut jauh dari mu tapi bukan bearti aku tidak berani pada mu yah”, Ancam Kenzo di selah-selah akan berangkat ke sekolah.


Dirga hanya tersenyum menimpali sikap seorang lelaki yang sangat di sukai adiknya itu. “Belajar dulu yang pintar maka setelah itu kamu boleh melawan aku”


“Tentu aku akan mengalahkan mu...


“Ken... ayolah...”


“Yaudah kak aku akan berangkat sekarang,” Kenzo melirik Kanaya dengan senyuman dan senyumannya memudar ketika menatap wajah Dirga. “Urusan kita belum selesai!”


Dirga memutar kedua bola matanya melihat Kenzo yang sudah menjauhi mereka dengan motornya.“Kamu mendidik adik mu dengan sangat baik” Puji Dirga sepintas setelah itu ia kembali menghimbau penampilan Kanaya.


“Baju apa yang kamu kenakan itu, lihat bukanlah itu terlalu ketat! itu sama saja kamu menyakiti bayinya!”


Semenjak kehamilan ini memang Kanaya merasakan jika berat tubuhnya bertambah bahkan ia tak menyangka jika Dirga sepeka itu memperhatikan penampilannya.


“kandungan ku masih terlalu kecil jadi ini tidak akan terpengaruh”


Dirga sedikit menyibak baju kemeja Kanaya dan tampiilan pertama adalah rok kerja Kanaya yang terlalu ketat di perut. Kanaya seolah malu dan tak Terima Dirga menyentuhnya seperti ini.


“Lihat rok yang kamu pakai, apa kamu sengaja untuk menyakiti bayi ini!”


“Kamu jangan seperti ini lalu bagaimana jika ada tetangga yang melihat apa yang baru saja kamu lakukan!” Ucap Kanaya seraya melangkah menjauh.


“Kenapa harus malu bukan kah kamu adalah calon istri ku jadi apa hak mereka untuk marah! sekarang masuk dan ganti baju yang agak longgar sekarang!”


“Tapi ini tidak terlalu ketat Dirga!”


“Kanaya aku memberi peringatan pada mu sekarang untuk berganti baju atau jika kamu tidak mau maka aku sendiri yang akan membantu mu untuk menggantikannya!”


“Eh iya jangan lebih baik aku saja!”Kanaya berlari dan langsung masuk ke dalam rumahnya untuk berganti baju.


“Dasar wanita keras kepala!”