
Bersama teman-temannya Dirga duduk bersandar di pahu kursi sembari menikmati secangkir kopi hitam hangat yang asapnya masih terlihat mengebul halus ke udara.
kemudian Bima memecah belah keheningan.
"Dir seharusnya kamu itu berada di dalam rumah saja mengurung diri karena kan sebentar lagi pertunangan mu dan Olivia akan terlaksana kan,"
"Apa hubungannya harus berada di rumah Bim?" Tanya Bayu penasaran.
"Bay tidak kah kamu tau hampir semua orang mempercayakan keyakinan ini, katanya jika calon mempelai pria mengurung diri di kamar tanpa keluar rumah maka di saat hari pertunangan nanti aura ketampanan nya akan bertambah" Jawab Bima menjelaskan.
Galang kerkekeh pelan seraya mengibaskan tangan nya ke udara.
"Kau masih saja mempercayai hal konyol itu Bim, dan Dir apa kamu juga percaya dengan apa yang di katakan oleh Bima"
"Tidak!"Sahut Dirga dengan kata yang menekan, kemudian pria itu melanjutkan meminum kopinya lagi tanpa harus mendengar ocehan Bima.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di resto yang sama Omma Ratna bersama Mauryn mengajak Kanaya dan juga Kenzo makan malam di restoran yang sama dengan Dirga dan teman-tenanya kunjungin. Namun hal yang membuat Kanaya termangu ketika para pelayan di resto itu menyajikan makanan hampir memenuhi meja berbentuk persegi panjang ini.
"Omma... bukan kah makanan ini terlalu banyak,"
"Kak Kanaya sudah kak Kanaya nikmati saja siapa tau di antara makanan makanan ini ada makanan yang tak kak Kanaya suka, iya kan Omma"
"Iya Nay, kamu tidak perlu khawatir jadi selama ada Omma kamu tidak usah sungkan," Selain itu Omma juga menawarkan Kenzo yang sedari hanya diam menatap ke arah lain"Kenzo ayo makan lihat menu spagetti di sini adalah paling bestseller"
"Iya Omma tapi sebelum nya terimakasih banyak yah karena Omma sudah begitu baik kepada aku dan Kak Nay"
"Yang seharusnya berterimakasih itu Omma Ken, kalau bukan karena kakak kamu maka Omma tidak tau kejadian di malam itu seperti apa"
"Omma kalau mengobrol terus kapan kita makannya" Keluh Mauryn kepada Omma."lihatlah Omma Mauryn sangat yakin kak Kanaya lapar dan begitu pun Kenzo!"
Tatapan dalam Mauryn begitu mengusik di mana Kenzo duduk di bangku di hadapannya sehingga membuat Kenzo begitu risih dan berpaling ke arah lain.
"Yasudah- yasudah kalau begitu mari kita makan sekarang!"
...----------------...
Galang kembali lagi ketempat duduk setelah barusan ia permisi ke toilet, namun saat kembali wajahnya seperti berbeda seakan ia ingin mengatakan sesuatu yang begitu penting.
"Yah katakan?"
"Iya lang emang nya kamu ingin bicara apa sepertinya terlihat begitu serius" Sahut Bayu di ikuti Bima yang hanya mengangguk.
"Ini jelas terlihat serius. Dir tadi aku melihat Omma Ratna dan juga adik kamu sedang bersama seorang wanita cantik dan juga seorang laki-laki di perkirakan sesuka adik mu"
"Apa! omma dan Mauryn ada di sini! dan ada di meja mana mereka!? Tanya Dirga dengan pandangan yang nampak serius pula.
"Di sina! mereka ada di meja F di ujung jendela sana!"
Dirga bangkit meninggalkan ketiga temannya tanpa selatan kata ia berjalan menuju meja F yang barusan Galang katakan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Omma! Mauryn! kenapa kalian berada di sini!"
Deg!
Kanaya menghentikan laju makannya terdapat ia mendengar suara yang tak asing di telinga nya.
'D-Dirga, gawat! kenapa Dirga bisa berada di sini, tidak lalu bagaimana mana dengan Kanaya'
"Wow kak Dirga ada di restoran ini juga, kalau begitu bagus dong jadi kakak bisa kenalan langsung sama kak Kanaya!"Sahut Mauryn.
'Apa Dirga!'Gumam Kanaya.
'Kanaya! apa yang di maksud Omma Kanaya yang tenga duduk menunggungi ku ini?"
Mauryn merasakan tendangan kecil di kakinya tak lama Mauryn dapat melihat omma tenga memberi kode matanya.
"Offs, sorry omma Mauryn lupa"Ucap Mauryn dengan pelan.
Dirga yang merasa penasaran pada akhirnya lebih memperjelas matanya untuk melihat siapa wanita yang telah menunggungi nya ini.
"Kamu!" Ucap Dirga dan Kanaya secara bersamaan.
Kemudian terjadi lah pertengkaran sengit di saat pertemuan tak sengaja antara Dirga dan Kanaya.