Our Next Love

Our Next Love
Kanaya Hamil



Kanaya di izinkan untuk pulang karena merasakan tak enak badan di sekujur tubuhnya dan kali ini ia berada di dalam kamar nya mengistirahatkan diri di kasur. Ia tergeletak lemah terasa tak berdaya karena mual yang tak mengeluarkan apa apa padahal tadi ia makan banyak dengan Aca.


Suara ketukan pintu menandakan jika Kenzo sudah pulang bahkan suara nya terdengar dari luar pintu kamar. "Kak, kakak pulangnya cepat sekali lalu apakah di kantor tak terlalu banyak pekerjaan?"


"Tidak Ken, atasan kakak menyuruh kakak untuk pulang saja karena tak enak badan" Sahut Kanaya dari dalam kamar.


Mendengar jawaban kakaknya membuat Kenzo membuka kamar Kanaya sedikit kuat.


"Ha! jadi kakak sakit? kakak sakit apa kak?" Ucap Kenzo sembari meletakkan tangannya di kening Kanaya."Kakak tak enak badan tapi kenapa tubuh kakak tidak panas?"


"Hmm seperti kamu tau sepertinya mag kakak kambuh lagi sehingga saat di kantor tadi kakak mual mual"


"Yaah itu karena ulah kakak sendiri sih ngapain juga kebanyakan makan pedes" Dan disini lah Kenzo mulai menceramahi sangat kakak.


"Eh Ken, ini botol minum siapa warna pink?"tanya Kanaya saat melihat botol minum warna pink yang ada di sisi tas sekolah Kenzo.


Kenzo bahkan terkejut kenapa botol warna pink ini bisa berada di sisi tasnya tanpa ia sadari sendiri.


"Apa ini punya Mauryn...?" Kanaya menebak asal.


"Apaan sih kak, tidak ini bukan punya dia!"


"Hmm di pikir kakak ini bisa kamu bohongin, lihat di botol ini tertulis nama Mauryn...


"Stop kak bukan aku yang melakukan nya tapi aku yakin gadis itulah yang sengaja... ah sudahlah aku harus kembali ke kamar kakak istirahat saja dan jangan lupa minum obat magh."


Pintu bercat coklat itu pun tertutup rapat setelah Kenzo keluar dari dalam kamar Kanaya. Untuk sesaat Kanaya sedang memikirkan Mauryn gadis yang menyukai adiknya ia pun tersenyum namun seketika ini pula senyumannya memudar di kala ia mengingat jika Mauryn adalah adik kandung Dirga.


...****************...


Pernikahan akan di langsungkan 2 hari lagi sehingga kali ini nyonya Sabrina mendatangkan langsung gaun gaun pengantin dari desainer terkenal ke rumah nya. keluarga Olivia juga berada di sana ikut menilai gaun pengantin mana yang cocok untuk putri mereka.


Namun di suatu sisi nyonya Sabrina juga mengeluh pasalnya Dirga belum pulang dari luar kota padahal putranya itu akan pulang hari ini tepatnya jam 3 sore.


"Di mana Dirga jeng, apa dia jadi pulang hari ini?" Tanya Tamara mamanya Olivia.


"Iya betul, harusnya hari terpenting ini Dirga hadir menemani putri saya memilih gaun pengantin kesukaannya" Sahut Ruben papanya Olivia.


"Aduuh iyaa maaf ini saya sudah berusaha menghubungi Dirga tapi tidak ada respon"


Ketiga orang di bawah sana tenga mengeluh karena Dirga belum juga pulang dari luar kota, dan di atas lantai dua Omma Ratna dan Mauryn mengamati ketiga insan itu.


Sepanjang jalan menuju dapur Kanaya berjalan sempoyongan sambil memegang kepalanya yang terasa begitu pusing niat di dalam hati ia ingin sekali membuat teh hangat untuk suhu tubuhnya yang tak enak badan namun pada saat hendak memegang teko air panas tiba-tiba Kanaya terjatuh dan tidak sadar kan diri.


"Loh kakak, kakak, kakak kenapa kak, kak bangun...!"


bertepatan pada saat Kenzo mencoba membopong Kanaya menuju pintu luar sebuah sedan bewarna merah memarkir di halaman depan. kemudian Kenzo melihat oma Ratna dan Mauryn yang baru saja keluar dari mobil.


"Ken, Kanaya kenapa?"


"aa Oma, t tidak tau oma aku tidak tau kenapa kak Kanaya bisa seperti ini" Jawab Kenzo dengan nada paniknya.


"Yaudah ayo buruan kita Bawa kakak kamu ke rumah sakit Mauryn cepat kamu buka pintu bagian belakang."


"Baik Oma"


...****************...


Raut wajah sang dokter nampak begitu tenang saat sudah selesai memeriksa kondisi Kanaya yang sudah sadarkan diri. Kanaya pun dengan tenang turun dari ranjang pasien mengikuti sang dokter lalu duduk di samping Oma Ratna yang sedari tadi menemani nya.


"Maaf Oma karena sudah merepotkan Oma" Lirih Kanaya pelan.


"Sudah lagian Oma tidak merasa di repotkan kok,"


"Tidak ada yang perlu di khawatir kan bu, ibu hanya kelelahan saja lagian usia kehamilan muda memang rentan membuat kondisi tubuh tidak stabil...


Deg!


Hati Kanaya berdesir hebat ketika mendengar pernyataan sang dokter, ia tak percaya dan sekaligus bertanya lagi.


"H-hamil apakah yang di katakan dokter...


" Iya bu, selamat yah usia kehamilan ibu sudah memasuki 12 minggu jadi saya berharap ibu menjaga baik-baik janin yang ada di kandungan ibu"


Deg!


Sekali lagi pernyataan yang tak seharusnya tak pantas di dengar kini terdengar jelas jika dirinya benar-benar hamil.


"Itu tidak mungkin..." lirih Kanaya dengan sangat pelan kali ini ia menjatuhkan setetes air mata.