
“Tenang lah aku yakin kok calon kakak ipar ku akan baik baik saja, jadi jangan terlalu panik"
Kenzo tidak pernah merasakan kondisi panik seperti ini akan tetapi dalam kondisi seperti ini Mauryn malah berbicara melantur.
"Hentikan omongan konyol mu itu, kita tidak akan pernah memiliki hubungan terlebih aku tidak akan setuju kalau kakak mu menjadi kakak ipar ku!" Tangkis Kenzo dengan seringai bengisnya.
"Kalau nanti kakak kita sampai menikah aku yakin kita juga akan mengikuti jejak mereka"
"tidak, aku tidak tertarik dan aku tidak berminat menikah dengan mu" tegas Kenzo seraya kembali berdiri di depan pintu pasien.
tak lama pintu pun terbuka, melihat Kanaya yang mengeluarkan air mata membuat Kenzo semakin khawatir.
"Kak, apa yang terjadi kata dokter kakak sakit apa?"
Kanaya hanya diam tak begitu sanggup menjawab pertanyaan Kenzo secara bertubi-tubi.
Oma Ratna menarik nafas panjang juga terlihat khawatir dengan kondisi Kanaya, ia tak habis pikir bagaimana Kanaya bisa hamil padahal ia belum menikah.
"Oma, kakak kenapa menangis, emang dokter bilang apa Oma?"Tanya Kenzo.
"Ken kakak kamu tidak Apa-paa dia hanya kelelahan saja kalau begitu kita pulang dulu kita akan membahas ini ketika sampai di rumah"
****************
“Kamu ini dari mana saja Dirga!"Sabrina memarahi Dirga sebelum Dirga naik ke atas tangga."Asal kamu tau mama udah telpon kamu berkali-kali dan bukan hanya mama Olivia juga!"
"Ponsel ku lowbat ma, jadi aku tidak tau jika mama menelpon tadi"
"Kamu tau jika hari ini Olivia dan kedua orang tuanya datang ke rumah kita dan seharusnya kamu tidak perlu ke kantor lagi karena dua hari lagi kamu akan segera menikah!"
"mah, aku capek. jadi izinkan aku untuk istirahat dulu di kamar!"
Bertepatan pada saat Dirga hendak naik ke atas tangga Omma Ratna pulang terlihat dari wajah Omma Ratna yang terlihat marah.
"Dirga...!!"
Dirga meski tanpa minat ia berbalik melihat Omma Ratna yang berada di belakangnya tapi baru saja berbalik ternyata Omma menampar wajahnya.
plakk.....
“Diam kamu Sabrina! jadi berhenti membela Dirga jika kamu tidak tau apa penyebabnya..!’’
Dirga menahan rasa marahnya sembari memegang wajahnya masih terasa sakit bekas tamparan Omma.
"Sekarang apa masalahnya Omma.kenapa omma malah menampar aku”
“Lihat lah Dirga. lihatlah karena perbuatan keji mu pada Kanaya...
"Jadi wanita sialan itu lagi, omma harus berapa kali aku katakan pada omma untuk menjauhi Kanaya, dia wanita yang tidak baik...
"Jadi kamu berpikir jika Kanaya bukan wanita baik lalu kenapa pada saat itu kamu meniduri nya Dirga!’’
Dirga terdiam bahkan tak menyangkah omma tau tentang hal itu terlebih Sabrina juga yang lebih tak menyangkah.
"Sekarang katakan Dirga, apa benar yang di katakan Omma jika kamu meniduri wanita rendahan itu....?”
“I itu adalah kesalahan yang sama sekali tak aku tau Omma, j jadi...
“Kesalahan sampai membuat Kanaya hamil, apa benar begitu Dirga?”
“Apa! hamil!”Dirga lebih syok mendengar berita ini.
“Aarggh... tidak mungkin, tidak mungkin...”Sabrina memegangi kepalanya sendiri ia merasa pusing mendadak karena mendengar tentang Kanaya hamil.“Kamu menghamili dia juga Dirga...!”
“tidak, tidak, tidak!! aku yakin di dalam rahimnya itu adalah darah daging ku, dan aku yakin itu pasti anaknya pria yang di foto bersamanya waktu itu atau dengan pria kaya kemarin,”Dirga menebak di ikuti smirk rasa ketidak bersalahanya.
"Iya itu mungkin saja, itu mungkin saja bukan anak Dirga sebab wanita itu adalah wanita rendahan yang pernah tidur bersama pria lain’'
“Lakukan tes DNA agar kamu bisa mengetahui jika di dalam rahim Kanaya itu adalah darah daging mu sendiri!”
...****************...
'Tuhan apa yang harus aku lakukan atas kehamilan yang tidak pernah aku inginkan ini’Menetes air mata Kanaya meratapi nasip buruknya sembari memegang perutnya yang hampir terlihat buncit.
Di belakang Kanaya sudah ada Kenzo yang mengawasi sang kakak dari belakang ia turut bersedih dengan apa yang di derita kakaknya bahkan sekarang kedua tangannya mengepal hebat. Namun untuk sekarang Kenzo tak berani menghampiri Kanaya, ia akan lebih baik menuntaskan air mata terlebih dahulu sebelum kakaknya melihatnya juga menangis.