Our Next Love

Our Next Love
Kalung Berlian



Di dalam ruangan musik yang nampak terlihat kosong Kenzo memainkan gitar nya sembari bernyanyi dengan suara yang indah seakan membayangkan jika di depannya terdapat banyak orang yang menonton pertunjukan nya.


Brakkk......


Pintu ruangan musik yang telah terbuka secara tak sengaja oleh Raka taman nya sendiri membuat Kenzo menghentikan dirinya untuk tidak memetik gitarnya lagi.


"Ken, aku cari kemana-mana rupanya kamu di sini!"


"Ganggu saja sih, gak tau apa kalau aku lagi pengen sendirian"


"Husst Ken, wajar saja kamu jomblo terus jarang di lihat para betina yang ada di SMA ini. sekarang biar kamu tidak jomloh lagi ayo ikut aku sekarang!"


"Emangnya mau kemana sih?"


"Nanti juga kami tau sendiri kalau kita sudah di sana"


"Tidak aku tidak akan ikut sebelum aku tau kita mau kemana?"


"Yaelah Ken, ikut saja kenapa sih!" Tanpa persetujuan dari Kenzo, Raka tetap memaksa dengan cara menarik tangan Kenzo untuk mengikuti nya.


Raka dan Kenzo menyerobot masuk di kerumunan siswa yang tenga melihat Cheerleader yang tenga mengikuti kompetisi kali ini posisi mereka sudah paling depan.


"Cuma ini saja, yaampun Rak kalau hanya lihat yang kayak gini saja lebih baik aku latihan gitar lagi di ruangan musik"


"Aduh kamu ini. tuh lihat dulu cewek-ceweknya cantik-cantik yah, terutama itu" Raka memperposisi kan kepala Kenzo untuk melihat salah satu cewek yang lagi berdiri di tingkat 3 paling atas. "Cantik kan, kamu tau cewek itu Mauryn adik kelas kita yang paling cantik, paling menonjol, udah gitu dia anak dari pemilik sekolah kita ini"


Kenzo begitu familiar dengan cewek itu tapi setelah di pikir-pikir ia pernah melihat nya dan juga mengenalnya.


"Nah apa aku bilang kamu pasti tertarik kan sama Mauryn lihat saat melihat nya saja mata mu tak berkedip Ken"


Gerakan yang Mauryn buat di atas saja nyatanya mampu membuat semua orang bersorak menyebut namanya akan tetapi karena tidak berhati-hati pula Mauryn tidak dapat mengimbangi tubuh nya saat ingin meloncat dan alhasil ia hampir saja terjatuh ke bawah.


"Hey awasss!!....


Kenzo dengan cekatan berhasil menangkap tubuh Mauryn saat tak sengaja terjatuh kebawah namun saat semua melihat adegan itu semuanya semakin bersorak dan menganggap adegan itu terjadi dengan cara di sengaja.


Mauryn menarik kedua sudut bibir nya saat tangan nya merangkul leher lelaki yang waktu itu pernah temui sebelum pada akhirnya ia pingsan tidak sadarkan diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


[ooh pokoknya Jeng Vina tenang saja karena semua jenis kue telah saya pesan dari teman saya yang tentunya punya bisnis kue yang terkenal juga. Iya Jeng pokoknya jeng Vina tidak perlu khawatir lagi karena saya telah mengatur semuanya]


"Mah lihat jam tangan yang waktu itu aku beli di Australia tidak?" Tanya Dirga dari balkon lantai dua.


"Kok malah nanya sama mama sih Dir, jam tangan mu mama mana tau. itu Tanya saja sama palayan yang bertugas bersiin kamar kamu"


"Bi Mila tidak tau ma, makanya aku Tanya mama!"


"Kamu cari lagi saja Dir, mama lagi telponan ni sama calon mertua kamu"


[Alah biasa Jeng Dirga kalau ada barang nya yang hilang selalu saja bertanya kepada orang tua. tapi kalau dia sudah menikah pokoknya saya jamin dia tidak akan kehilangan lagi. duuh Jeng saya jadi tidak sabaran]


...****************...


"Mauryn akhirnya kamu sadar juga," Sahut Zava.


"Eh minum dulu nih teh anget biar tubuhmu agak enakan" Milka memberi kan secangkir teh hangat yang ia buat untuk Mauryn.


"Tapi yah Ryn kita gak nyangka kejadian seperti tadi bisa terjadi bahkan aku masih menyimpan vidio kak Hmm itu siapa namanya.


"Kak Kenzo!" Sahut Zava yang membantu Emi saat sulit mengingat nama Kenzo.


"Apa! jadi kejadian tadi benar-benar nyata! aku kira hanya mimpi!"


Di dalam kamarnya Dirga berusaha sendiri untuk mencari jam tangan baru yang tidak pernah terpakai, tapi kali ini is benar-benar membutuhkan jam tangan yang warna jamnya sesuai dengan warna bajunya. Namun saat tangan panjang nya menggampai atas lemari tanpa sengaja Dirga menjatuhkan sebuah kotak kecil bewarna hitam yang sebagian kotaknya telah di lapisi debu dan sawang.


Tanpa rasa ragu Dirga segera memungut kotak kecil itu lalu membuka apa isi yang ada di dalamnya.


Kalung berlian berpadu dengan bandul yang sangat cantik dan di dalam bandul itu terdapat inisial Hurup D dan huruf K.


"Bodoh kenapa aku masih menyimpan barang ronsokan yang tak sepantasnya aku simpan lagi!"