
film horror yang berdurasi hampir tiga jam ini benar-benar membuat Kanaya tak dapat menahan diri lagi untuk membuang air kecil.
"Ca, aku tidak tahan lagi nih, mau buang air kecil nih."
"Yaudah kalau begitu aku temanin yah"
"Tidak usah Ca, aku bisa sendiri kok"
"Jadi yang bener tidak mau aku temanin"
"iya tidak usah. yaudah kalau begitu aku ke toilet dulu yah, tidak tahan lagi nih"
"Oke hati hati yah dan jangan lama yah Nay"
Drrrt... Drrrt... Drrrt....
Dirga mengabaikan panggilan telepon dari Olivia karena sebenarnya ia begitu bosan dengan wanita itu meskipun ia tau jika Olivia adalah calon istrinya.
Di suatu sisi Kanaya begitu legah karena telah membuang air kecil dan setelah mencuci tangan ia pun segera memutuskan untuk kembali kedalam bioskop. Namun saat keluar dari toilet tanpa sengaja keningnya terbentur bahu seseorang sehingga membuat dirinya terhuyung sedikit kebelakang.
"Kamu lagi! apa kamu sengaja mengikuti ku hingga kemari!"
Sambil memegang keningnya yang terasa sakit Kanaya pun bisa melihat siapa yang telah berbicara kasar pada dirinya ini.
"Sepertinya bukan aku yang mengikuti mu, tapi kamu yang sengaja mengikuti ku hingga ke toilet!" Hardik Kanaya tak mau kalah.
Dengan seringai iblisnya, Dirga marah sekali gus menunjuk nunjuk sosok wanita yang paling di bencinya.
"kau bilang aku mengikuti wanita seperti diri mu, ck harusnya kau berkaca terlebih dahulu sebelum berkomentar karena aku begitu membencimu jadi mana mungkin aku mau mengikuti dirimu"
Kanaya juga marah serta menepis tangan Dirga. "Kalau ngomong tidak perlu tunjuk menunjuk ngerti kan!"
Masih di tengah pertikaian Dirga dan Kanaya tiba-tiba ponsel Dirga berbunyi lagi panggilan telepon dari Olivia dan kali ini Dirga memencet tombol hijau yang tertera di layar ponsel.
[Sayang kamu ada di mana, apa udah selesai ke toilet nya aku nungguin kamu nih]
Dirga melirii Kanaya sembari berbicara dengan Olivia. [kita pulang sekarang yuk, aku tunggu kamu di parkiran yah sayang]
[Loh kenapa, padahal filmnya belum habis]
[Sayang, kita lebih baik makan saja di restoran favorit aku aku lapar nih dari tadi siang belum makan]
[Hmm honey, kamu sosweet banget sih padahal kamu tuh yah tidak pernah panggil aku sayang dan sekarang kamu melakukannya]
Menjijikkan jika terus terusan berada di situasi seperti ini apa lagi harus memperhatikan Dirga ber telponan secara mesra dengan calon istrinya. bahkan dari pada menguping pembicaraan mereka pada akhirnya Kanaya memutuskan beranjak dari tempat ini menuju ke room bioskop lagi.
Melihat Kanaya yang semakin menghilang dari penglihatannya obrolan Dirga dan Olivia berubah tak seromantis yang tadi.
[Sekarang keluar lah aku tunggu kamu di parkiran]
...****************...
Kanaya datang dan kembali duduk di samping Aca dengan wajah betehnya kemudian Aca mulai bicara tentang mod Kanaya yang berubah.
"Kamu kenapa Nay kok kayak bete gitu?"
"Kita pulang yuk."
"Ha! pulang bentar lagi deh tuh 30 menit lagi filmnya habis kamu sih lama banget dari toiletnya, kamu itu lama lagi buang air kecil atau buang air besar?"
"Kamu tau tidak, tadi aku di toilet ketemu sama pria sinting itu!"
Aca garuk-garuk kepala sama sekali tak mengerti "Pria sinting? siapa nay?"
"Dirga!
" Ha! Dirga. terus terus apa yang terjadi Nay, kamu di apain lagi sama Dirga?"
"Hanya aduh mulut saja, bahkan kata kata benci selalu absen di dalam mulutnya"
"Wow dia memang keterlaluan yah Nay."
"Padahal aku tidak begitu tertarik untuk bertemu dengannya lagi, lagi setelah pertemuan ku dengan mamanya kemarin"
"Sudah yah nay, kamu sabar saja semoga ini kali terakhir deh kamu ketemu Dirga"
...----------------...
Satu bulan berlalu dan setelah satu bulan berlalu di dalam kantornya Kanaya mendapatkan pujian dari semua orang karena berkat kerja keras dirinya lagi perusahaan mereka memenangkan tender yang besar mengalahkan perusahaan besar lainnya. Nino sebagai atasan Kanaya memberikan piala berukuran sedang sebagai tanda terimakasih.
"Ternyata di balik kamu yang sering bolos kerja ternyata kamu memiliki bakat terpendam Kanaya pokoknya saya bangga sekali pada mu terimakasih yah karena telah mengharumkan nama baik perusahaan saya"
"Sama-sama Pak Nino, lagian yah ini bukan hanya aku ada Aca juga yang bantuin serta yang lainnya"
"Tidak Kanaya bohong pak, aku mana pernah bantuin dia kan tugas aku hanya sebagai resepsionis. dan kamu Kanaya berhentilah menyanjung ku"
Hal aneh pun mulai terjadi di tubuh Kanaya pasalnya ia merasakan ada hal aneh yang mengusik perut dan tenggorokan nya.
"Kanaya, kamu kenapa?" Tanya Nino yang semakin mendekat kan diri pada Kanaya.
"Hueeek...." Kanaya tiba-tiba ingin mual saat menciun bau parfum yang berasal dari tubuh atasnya.
"Nay, kamu kenapa? apa kamu sakit kok mual-mual?" Kini Aca yang mulai berbicara.
Kanaya semakin tidak tahan lagi ia semakin menutup mulutnya. "Aaku ke toilet dulu yah"