
Kanaya berpura-pura menjadi seorang OB saat tenga memakai seragam OB yang ia tak sengaja dapat di pojok ruangan sana. dan tidak lupa topi dan masker sebagai peneman proses penyamaran agar bisa masuk keruangan Dirga.
Diam-diam ia mengendap membaca satu persatu ruangan berharap bisa bertemu ruangan Dirga namun sebuah tangan menepuk bahunya.
"Hey, kamu pasti OB baru itu kan!"
Hampir saja jantung Kanaya copot karena ulah dari pria yang sama percis berseragam OB sepertinya.
"Kamu OB baru, tolong dong gantiin tugas saya untuk mengantarkan kopi hitam ini ke ruangan pak Dirga, soalnya tidak tau kenapa perut saya tidak bisa di kompromi.."
"I iiya tapi aku..
"Aduuh udah ini buruan ini kopi kamu serahin pak Dirga saya sudah tidak tahan nihh.." Pria berseragam OB itu menyerahkan kopi yang ia bawa tadi berpindah tangan ke tangan Kanaya dan mau tidak mau Kanaya segera menerimanya.
"I iiya tapi masalah nya aku tidak tau di mana ruangan pak Dirga?"
"Yaelah, yaudah sekarang saya akan kasih tau di mana ruangan pak Dirga, nanti kamu lurus maksimal 10 langkah dan nanti ada belokan kanan dan kiri nanti kamu pilih yang kiri dan dari kiri kamu tinggal lurus nanti kamu akan ketemu dengan pintu bewarna hitam dengan tulisan ruangan pribadi bos, udah kan cukup penjelasan nya dan saya berharap kamu berikan kopi itu pada pak Dirga maka kalau tidak bisa di pecat kamu!!"
'Emangnya siapa yang bekerja di sini?'Pikir Kanaya dalam hati.
"Yah malah diam kayak patung sudah buruan sana nanti pak Dirga benar-benar akan marah!"
"E-eiyaa saya akan pergi sekarang"
Sedangkan di dalam ruangan Danu membahas tentang imvestasi yang di rencanakan Dirga dalam dua hari ini sedangkan Dirga hanya mengiyakan apa yang menjadi keputusan asistennya itu.
"Katakan kepada mereka saya siap bertemu dengan mereka pagi besok jam 8,dan jika selesai kamu boleh keluar" Ucap Dirga seraya melanjutkan memainkan gamenya lagi di ponsel.
"Baik tuan,!"
"Eh tapi, kopi! kenapa OB yang mengantarkan kopi untuk ku belum datang juga"
"Oh iya baik tuan nanti setelah saya keluar saya akan menyuruh pak Malik untuk mengantarkannya"
"Yah kalau begitu lakukan lah,"
Danu baru saja menutup pintu ruangan Dirga dari luar dan di saat yang sama ia melihat sorang OB yang Celingak-celinguk mencari sesuatu sontak Danu segera menegurnya.
"Apa yang sedang kamu cari?apa itu kopi untuk pak Dirga!?" Tanya Danu lagi.
Kanaya ketika melihat pria yang ada di depanya ia mengira itu adalah Dirga akan tetapi nyatanya bukan.
"Maaf, saya sedang mencari ruangan pak Dirga untuk mengantarkan kopi ini."
"Ini adalah ruangan pak Dirga" Sahut Danu. "Kenapa kamu yang mengantarkan kopi miliknya bukanya pak Malik yang seharusnya mengantarnya"
'Pak Malik, ah apa jangan-jangan pak Malik yang tadi?'
"Sebenarnya pak Malik sendiri lah yang memberikan tugas ini kepada saya pak karena tadi pak Malik tiba-tiba sakit perut makanya beliau Buru-buru beri tugas ini kepada saya"
"Oh begitu kalau begitu silakan masuk, karena tuan Dirga sudah sangat lama menunggu kopi ini" Danu dengan baik hati membuka pintu ruangan Dirga untuk Kanaya.
"Terimakasih pak,"
"Tuan kopinya sudah datang!" Sahut Danu dari luar sementara pintu sudah di tutup lagi oleh Danu dari luar.
'Akhirnya aku bisa menemukan mu kembali pria sinting!'
Trangg!!....
Kanaya sengaja meletakan kopi itu dengan hentakan kasar sehingga menimbulkan bunyi yang begitu mengusik.
"Pak, Hati-hati bisa tumpah nanti" Ucap Dirga yang kini telah memutar kursinya menghadap kedepan.
"Akhirnya aku bisa memberikan cek ini kembali pada mu!"
Dirga yang tak tau apa-apa menerima lemparan kertas yang sudah di bulatkan pada wajahnya bahkan ia sendiri masih belum tau sosok orang lain yang bukan pak Malik ini.
"Apa-apa ini!" Hardik Dirga tak Terima.
Kenaya melepas topi dan masker nya dan itu menambah Dirga merasa tidak percaya lagi.
"K-kauu!!"
"Aku tegaskan kembali pada mu jika Aku bukanlah wanita murahan seperti yang kamu maksud dan untuk cek itu, silakan ambil kembali karena aku sama sekali tidak membutuhkan nya!!"
"Sialan! sudah saya bilang saya tidak ingin bertemu dengan mu lagi tapi masih saja kau bersikeras menemui saya, terutama di perusahaan milik saya!"
"Aku bahkan tidak sudah menemui lagi kalau bukan karena cek ini yang selalu membuat hidup ku tidak tenang."
"Saya bisa saja menuntut mu dan menyeret mu kedalam sel karena sudah menjadi penyusup dengan berpura-pura menjadi OB di perusahaan saya!"
"Harus nya Aku menuntut mu Dirga karena sudah berani berbuat semena mena kepada ku!"
"Wanita seperti mu tidak pantas untuk di lembutkan ayo keluar dari ruangan saya sekarang juga!"
Dirga terpaksa menyeret tangan Kanaya menuju pintu luar.
"Lepaskan aku, aku bisa pergi sendiri!"
Alhasil Dirga menghentak tangan Kanaya dengan kasar kembali setelah ia sampai di pintu luar. seluruh stap melihat hal itu.
"Dasar pria brensek tidak berprikemanusiaan aku bahkan berdoa supaya kau lajang seumur hidup!"
"Saya pria kaya dan saya pria terpandang jadi saya akan lebih mudah mendapatkan wanita dan Mana ada pria juga yang mau dengan wanita murahan seperti kamu!!" Dirga sengaja menekan kalimat murahan agar orang lain yang ada di sekitarnya mendengar. "Guys jangan mau dengan wanita ini, yah mungkin ia memiliki wajah yang cantik akan tetapi wanita ini sering sekali berkeliaran di club malam.
Kanaya merasakan dadanya naik turun karena berusaha menahan sesak serta emosi yang tak tertahan, tanpa sadar air mata pun keluar membasahi wajahnya.
Plakk......
"Cukup Dirga!!"Ternyata pria iblis seperti diri mu tidak cukup di beri kelembutan, namun hanya sebuah tamparan yang mampu membuat mu diam!"
"Pak Dirga, tadi kan kuenya tidak jadi di makan bapak tapi sekarang saya sudah membelikan kue tart yang dua kali lipat dari kue yang pertama ini pak mohon di...
Kanaya mengambil kue yang di pegang wanita itu bahkan kue tart itu kini sudah Kanaya lempar pada wajah Dirga.
"hukuman yang pantas untuk mu wahai pak Dirga Surya Ganesa!!"
"Wanita sialan!! berani sekali kamu membuat saya di permalukan di depan banyak orang!"
"Aku tidak perduli, jadi intinya jangan membuat permainan kalau tidak ingin di mainkan!dan Terimakasih atas kuenya, jika sempat saya akan menggantikan kerugiannya" ucap Kanaya yang saat ini sudah melangkah kan kakinya melewati kerumunan orang-orang yang tenga melihat nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...