Our Next Love

Our Next Love
Menolak Mobil Mewah



"Selamat pagi kak"


"Wow Ken kamu yang buat ini semua?"


"Iyalah menurut kakak siapa lagi


kalau bukan aku yasudah mending kakak makan dulu habis itu baru mandi"


"Dih apa tidak kebalik mandi dulu baru makan"


"Yaudah buruan kakak mandi dulu nanti keburu nasi goreng yang aku buat dingin"


"Oke kakak mandi dulu yah, pokoknya tinggalin tuh nasi goreng jangan sampai kamu makanya sendiri!"


"Perutku ini bukan karet kak jadi aku mana sanggup makan sebanyak ini!" Sahut Kenzo saat melihat Kanaya telah hilang masuk ke dalam kamar mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hmm ternyata nasi goreng buatan kamu ini tidak kalah enak yah sama goreng yang sering kakak buat"


"Yaiyalah emangnya kakak saja yang bisa buat nasi goreng ini, aku juga bisa kali"


"Cieee sombong,tapi lain kali kamu tidak perlu bangun sepagi ini untuk masak yah dan selagi masih ada kakak kamu tidak perlu serepot ini"


"Aku tidak merasa di repotkan kak, jadi kakak santai saja."


"Hooh dasar anak ini.."


Tok...Tok... Tok...


"Kak itu sepertinya ada tamu deh"


"Yaudah kamu tunggu saja di sini yah biar kakak yang bukain pintu nya"


Kanaya berjalan kerarah pintu yang tak jauh dari meja makan dan langsung saja ia membuka pintu berlapis kayu tipis. Namun saat ia tenga membuka pintu ia teramat terkejut ketika Omma Ratna dan Ibu Sukma yang belum dua hari ini ia kenal telah berdiri di depan rumah nya.


"Omma Ratna, Bu Sukma..."


"Selamat pagi Nay, maaf yah saya sama Sukma sudah menganggu mu pagi-pagi seperti ini"


"Yaampun Omma, Bu Sukma kenapa tidak mengabari dulu kalau kalian mau datang ke rumah"


"Kanaya kamu nih bagaimana sih, gimana mau ngabarin kamu sedangkan nomor ponsel mu saja kita tidak punya"


"Kakak ada apa sih?" Sahut Kenzo saat ia hendak berjalan menghampiri Kanaya, "Loh bukannya mereka ini orang yang waktu itu kakak cerita kan?"


"Hallo Omma perkenalkan Saya Kenzo," Kenzo mencium tangan Omma Ratna dan terakhir ia juga mencium tangan Bu Ratna juga.


"Hey dari seragam sekolah mu sepertinya kamu bersekolah di SMA garuda yah?" Ucap Omma Ratna.


"Hmmm Omma benar sekali"Sahut Kenzo.


"Dan itu berarti kamu satu sekolahan dong dengan cucu saya"


"Emangnya cucu Omma kelas berapa, dan namanya?"


"Dia masih kelas satu SMA dan namanya Mauryn Ganesa"


Sekilas Kenzo nampak tidak asing dengan nama cucu dari Omma Ratna itu namun seketika itu pula ia langsung mengingat serta menyebut nama cucu dari Omma Ratna.


"Oh jadi Mauryn itu cucu omma!"


"Iya kamu tau dengan cucu saya Ken?"


"Jelas tau Omma karena hmm siapa sih yang tidak mengenal Mauryn anak pemilik sekolah Garuda" Ucap Kenzo padahal awalnya ia tau dari temannya jika Mauryn itu anak pemilik sekolah garuda.


"kamu benar sekali ken, dan Omma itu sangat berharap kamu dan Mauryn bisa menjadi teman dekat"


'Berteman pada gadis pembohong dan manja itu lebih baik aku bermain musik dari pada harus menjalin pertemanan dengan dia, ck tapi Bisa-bisanya aku menolong dia saat terjatuh dari insiden kemarin'


"Omma, Bu Sukma bagaimana kalau kita ngobrolnya di dalam saja sekali gus sarapan pagi bersama kita dan kebetulan nasi goreng yang adik aku buat ini di jamin tidak akan mengecewakan Omma dan Bu Sukma"


"Sebelum nya terimakasih atas tawarannya Nay, tapi sebelum ke rumah kamu saya sama Sukma sudah sarapan di luar kemudian kedatangan saya kemari ini hanyalah untuk mengantarkan mobil ini khusus untuk mu"


"M-mobil, hmm ap-apa maksud Omma Ini"


Omma mengambil tangan Kanaya dan meletakan kunci mobil di telapak tangannya.


"Seperti yang kamu bilang waktu itu jika kamu pandai mengendarai mobil yasudah kenapa tidak saya belikan saja mobil untuk mu, kan lumayan kalau ingin ke kantor, dan mengantar adik mu, maka kamu tidak perlu menggunakan motor lagi selama punya mobil"


"T-tidak Omma, maaf kali ini saya menolak pemberian dari Omma ini dan menurut saya, saya tidak pantas untuk mendapatkannya"


"Tapi Kanaya anggap saja ini hutang Budi kami waktu itu"


"Maaf Bu Sukma s-saya memang lah tidak pantas menerima hadiah sebesar ini, jadi maaf kalau kali ini saya menolak"


"Kanaya Kanaya mungkin jika orang lain pasti akan senang menerima hadiah mobil mewah seperti ini, tapi kamu malah menolak nya" Ucap Ratna.


'Ternyata dugaan saya memanglah benar kalau Kanaya ini wanita yang tepat untuk Dirga, pokoknya saya harus berusaha membatalkan pernikahan Dirga dengan Olivia supaya nantinya Dirga bisa menikah dengan Kanaya. tapi bagaimana caranya?'