Our Next Love

Our Next Love
Tindak Pemaksaan



Wanita cantik yang bernama Olivia itu Mamakan makanan nya dengan begitu anggun nya saat dirinya masih sempat di tanya-tanya oleh calon mertua nya itu.


Sementara Dirga dengan sikap acuhnya memakan makanannya dalam diam tanpa harus mendengarkan mama yang terus-terusan membanggakan status karir Olivia.


"Mauryn pokoknya kalau kamu sudah lulus SMA nanti mama akan sekolahkan kamu di perguruan tinggi luar negeri biar nanti kamu bisa sama seperti calon kakak ipar mu ini" Usul Sabrina pada Mauryn.


"Aku tidak ingin Dokter ma, pokoknya kalau lulus nanti aku ingin menjadi pengusaha saja biar status ku bisa sama dengan kak Dirga"


Omma Ratna tertawa pelan sembari menutupi mulut dengan telapak tangannya ketika mendengar jawaban Mauryn.


"Mauryn mama melakukan ini demi kebaikanmu"


"Tante tidak masalah kalau Mauryn tidak mau menjadi Dokter yang terpenting ikuti saja apa kemauan sesuai keinginan nya"


"Iya jeng, mungkin saja Mauryn belum siap memikirkan keinginan nya untuk menjadi Dokter terlebih usianya masih sangat muda" Ucap Tamara selaku mama dari Olivia.


Ruben selaku papa sambung dari Olivia juga mengatakan hal yang sama dengan apa yang di ucapkan oleh istrinya itu.


"Sudah-sudah lupakan masalah ini yang terpenting mari kita membahas tentang pertunangan kedua anak kita" Ucap Sabrina.


"Hmm tante bagaimana pertunangan ini di adakan setelah 2 minggu lagi karena akhir-akhir ini aku ada akan mengadakan seminar penting di luar kota dan setelah 2 minggu nanti aku yakin aku telah siap dengan semuanya"


"Oh yaudah tante setuju saja pada usul mu itu Liv, hmm Dirga bagaimana dengan mu apa kamu tidak mempunyai kesibukan?"


"Baik lah aku setuju saja dan kebetulan dalam dua minggu ini aku juga tidak terlalu sibuk"


"Syukur lah kalau begitu tapi Dirga apa kamu tidak berkeinginan untuk mengajak Olivia jalan-jalan kan setau mama kalian tidak pernah jalan berdua"


Olivia memperbaiki tampilan rambutnya di saat tante Sabrina meminta Dirga untuk jalan berdua bersama nya. Dirga pun menatap Olivia dengan pandangan sekilas.


"Baiklah!kalau begitu aku ambil kunci mobil dulu"


"yaudah sayang kamu cepat susuk Dirga,"


"Oke baiklah tante.."


"Ih mama pilih kasih sekali kak Dirga di bolehi keluar sedangkan aku pengen nonton sama teman-teman saja tidak boleh"


"Sudah-sudah sahabis ini omma akan menemani pergi nonton apa itu film baru kesukaan mu"


"Waah yang benar omma,"


"Iyaaa bener!"


"Waah akhirnya bisa nonton bioskop bareng omma juga bahkan ini kejutan untuk ku loh omma kan ini kali pertama omma nonton di bioskop"


"husst jangan keras-keras nanti semuanya bisa dengar"


"Oofs sudah terlanjur omma, yaudah omma aku ke atas dulu yah omma mau ganti baju"


...----------------...


"Suhu tubuh mu panas Ken, jika tidak pergi kesekolah maka kamu harus pergi ke dokter yah"


"Tidak usah kak aku hanya ingin istirahat di rumah saja tidak berpikir ingin pergi ke rumah sakit lagian ini hanya demam biasa aku akan segera sembuh jika minum obat yang di beli di warung" Ucap Kenzo yang separuh tubuhnya di lapisan selimut tipis.


"Tapi kalau tidak sembuh juga bagaimana?"


"Kakak yakin saja, aku kan seorang pria kak jadi pria tidak boleh lemah mending kakak pergi ke kantor sekarang"


"Kakak tidak akan ke kantor dulu hari ini nanti kakak akan hubungi Aca untuk meminta Izin pada atasan." ucap Kanaya seraya meletakan handuk kompres di kening Kenzo.


...****************...


"Aku ikut kakak yah"


"Tidak, kamu kan punya mobil sendiri jadi kamu tidak perlu ikut bareng kakak"


"Kakak ini jahat sekali sedangkan Olivia saja kakak antar sampai rumah lalu masak anterin adiknya sendiri kesekolah tidak mau, ayolah kak bahkan kakak selama ini tidak pernah mengantarkan aku ke sekolah"


Ketika melihat wajah murung adiknya membuat Dirga menyetujui keinginan adiknya.


"Oke baiklah tapi cukup hari ini saja!"


"Yeaayy... makasih kak.."


...****************...


Kanaya berada di sekolah Kenzo saat ini ia menemui wali kelas Kenzo serta meminta izin padanya jika Kenzo tidak masuk sekolah karena sakit dan tentunya wali kelasnya pun memaklumi hal itu. usai meminta izin Kanaya pun memutuskan untuk undur dari dari dari ruangan wali kelasnya Kenzo.


Saat di pinggiran jalan yang terlihat sepi tanpa sengaja mobil Dirga melewati Kanaya yang tenga berdiri sembari menunggu taxi atau ojek yang lewat.


Namun mata jernih Dirga rupa nya dapat melihat Kanaya walau mobil milik nya kini telah sedikit jauh dari Kanaya.


'Kanaya, akhirnya aku menemukannya'


Sssttt....Bug....


"Aww... kakak bisa gak sih tidak usah pakek rem mendadak lihat nih kening aku jadi benjol karena kakak"


"Mauryn lebih baik kamu turun sekarang,"


"Loh kak ini baru di depan gerbang coba aja masukin mobil kakak ke dalam"


"Kakak mohon jangan terlalu manja Mauryn yang terpenting kakak telah mengantarkan mu sampai di depan gerbang!"


"iya! iya! oke aku turun sekarang!"


Dirga memutar balik mobil nya dengan cepat dan melaju kencang menuju Kanaya yang masih setia berdiri di pinggir jalan.


Kanaya memperhatikan mobil sedan bewarna hitam pekat itu dengan sesakma ia bahkan mengira itu terlihat mencurigakan, namun saat di amati terlalu dalam pintu mobil itu pun terbuka bersama munculnya seorang pria yang tak lain yang tak bukan adalah Dirga.


"Kamuuu...!!


"Ada apa! terkejut saat melihat ku ingat Kanaya aku belum sempat membalas apa yang telah kamu perbuat dan sekarang saya akan membalas mu. ayo cepat ikut!"


Dirga menarik tangan Kanaya dengan Kasar menginginkan Kanaya untuk masuk ke mobil bersamanya.


"Lepaskan aku! lepaskan kamu apa-apaan sih! lepaskan tangan ku Dirga! aku tidak ingin ikut dengan mu!"


"Ingat tenaga wanita tidak akan mungkin bisa kuat untuk mengalahkan pria seperti diriku ini"


"Tidak aku tidak akan mau untuk ikut dengan mu! lepaskan aku pria brengssek!"


"Aku akan melepaskan mu setelah apa yang kau perbuat pada terbalas!"


"Ha apa kau gila! ingat aku akan berteriak kencang dan menuduh mu sebagai penculik!"


"Hey lepaskan Kanaya!"


"Kak Jona.."