Our Next Love

Our Next Love
Rencana Omma



Sebuah mobil berhenti tepat di depan karangan halaman Kanaya sontak ketika hendak menelpon kakaknya Kenzo seketika membuka pintu rumah karena penasaran itu mobil siapa.


"Makasih yah Omma karena udah repot-repot ajak aku berobat," Ucap Kanaya yang masih berada satu mobil dengan Omma Ratna sedangkan di depan ada Sukma sebagai supir malam ini.


"Kanaya yang seharusnya mengucapkan rasa terimakasih itu saya, karena keberanian kamu akhirnya nyawa saya dan juga Sukma baik-baik saja. Ingat Nay sampai kapan pun saya akan selalu mengingat kebaikan kamu ini. oh iya itu di depan teras, apa itu adik kamu yang saat di rumah sakit tadi kamu cerita kan"


"Benar Omma itu Kenzo adik saya, kalau omma berkenan mampir ke rumah aku dulu biar nanti aku siapin teh hangat buat Omma dan Bu Sukma juga"


"Terimakasih atas tawaran nya Nay, tapi maaf Omma tidak bisa karena keluarga Omma di rumah tenga menunggu kedatangan Omma mungkin lain kali saja yah"


"Ya sudah Omma tidak apa-apa kok, kalau begitu aku masuk ke dalam dulu yah Omma."


Kenzo terpana saat sang kakak turun dari mobil mewah namun ia juga sangat penasaran siapa orang yang telah mengantarkan kakaknya pulang itu. Baru dua langkah melangkah Kaca mobil pun terbuka memperlihatkan Omma Ratna dan juga Sukma tersenyum kearah Kenzo sembari menjalankan mobilnya.


"Akhirnya kak Nay pulang juga setelah aku telepon tadi tidak di angkat-angkat, tapi kok Kakak pulang nya naik mobil itu terus motor aku mana kak, terus Ibu-ibu tua tadi siapa kak?"


"Cerita nya sangat panjang Ken, bagaimana kalau kita cerita kan di dalam saja?"


"Iya kak"


...----------------...


Bunyi dentingan gelas berisi minuman alkohol beradu satu dengan di ikuti canda tawa ketiga pria tampan Bayu, Bima, Galang serta Dirga sebagai ketua geng.


Kali ini mereka berempat kembali menghabiskan malam minggu yang panjang di sebuah club langganan mereka.


"Dir apa kamu ingin bermain wanita lagi untuk malam ini saja" ucap Bima di sertai godaan mautnya.


"Ck.aku tidak mendengar apa kau katakan Bim. emangnya kamu bicara apa?"


Bunyi suara musik di club ini nyaris lah begitu keras sehingga saat Bima ingin berbicara tidak terdengar jelas oleh Dirga.


"Dirga! apa kamu! tidak ingin! bermain wanita!! sebelum menikah!!"


"Aaarrrg ini terlalu kuat bodoh!" Amuk Dirga karena menurut nya Bima bicara terlalu kuat di dekat gendang telinga nya.


"Yah habisnya kamu tidak mendengar namun sekarang sudah mendengar kan?"


"Tidak kali ini aku hanya ingin minum saja karena aku teramat stress!"


"Dirga apa kau setres gara-gara waktu itu salah meniduri wanita kan?" Kata Galang yang hanya ingin menebak saja.


"Bim di ujung sana banyak sekali wanita yang sangat cantik dan sexy, ayo kita kesana"


"Oh oke, aku juga setuju"


Galang dan Bima telah pergi ke ujung sana kini tinggalah Bayu dan Dirga saja.


"Hey kenapa diam saja ayo kita nikmati minuman kita nanti bisa dingin kalau tidak di minum."Sahut Bayu.


" Lucu. apa kau kira ini kopi sehingga kalau tidak di minum bisa dingin"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ya ampun Omma untung saja ada orang baik yang nolongin Omma, aku tidak tau lagi apa yang aku harus aku lakukan Omma jika Omma sampai kenapa-kenapa. lalu apa Omma ada yang terluka?"


"Mauryn tenanglah Omma baik-baik saja sekarang, kamu jangan khawatir lagi yah"


"Yah seharusnya Mami harus lebih hati-hati dong, kan tadi sudah di bilang untuk tidak keluar malam-malam tapi masih saja mengeyel"


Seolah tidak perduli apa yang telah di ucapkan menantunya Omma Ratna mengalihkan pertanyaannya.


"Apa kakak mu Dirga tidak ada di rumah?"


"Omma seperti tidak tau saja jika kak Dirga malam minggu begini pasti keluyuran sama temen-temen nya"


'Dirga. apa saya kasih tau saja yah kalau tadi Kanaya yang menyelamatkan saya begitu pun Kanaya, saya bahkan tidak bilang jika saya adalah Omma dari Dirga dan intinya ada suatu hal yang ingin saya rencana kan untuk membuat Kanaya dan Dirga bersatu'


Sekali gus mau bikinin Visual ketiga temannya Dirga.



Visual Bima



Visual Bayu



Visual Galang