
"Ini kunci mobil mu" Sahut Aca tanpa minat, seolah wanita itu hanya membuang wajahnya ke samping.
Galang mengambil kunci mobil itu dengan ekpresi tak mengenakan."Bagaimana pun kerusakan mobil ku semua murni karena ulah mu sendiri!"
"Kerusakan mobil mu saja tak sampai 150 juta, dan aku sudah yakin orang seperti mu hanya mampu memeras seorang yang tidak mampu saja!"Ucap Aca sembari melipat kedua tangannya.
"Ck, kalau saja kamu bukan keponakan om Jaya sudah aku pastikan aku akan menuntut mu!" ancam Galang dengan seringai sinisnya.
"Memang nya aku takut, lakukan saja jika kau berani!" Kini Aca memposisikan tangan nya di kedua sisi pinggang.
"Eh eh eh Aca...ada apa ini? kenapa kamu marah-marah sama pak Galang" Tanya Om Jaya yang baru saja menongolkan diri.
Aca melirik pergelangan tangannya lalu tersenyum."Akhirnya om pulang juga,"Ucapnya seraya melepaskan celemek yang sedari tadi sore menempel di tubuh."Aku ada janji sama Kanaya om, kita berdua ingin menonton film terbaru di bioskop"
"Apa harus pergi sekarang?"
"Yah sekarang karena Kanaya sudah menu nggu lama di rumahnya lihat tidak perlu berdandan aku sudah cantik. Dah aku pergi dulu yah om" Aca dengan mata sinisnya melewati serta menabrak bahu Galang.
Namun Galang hanya bisa memendam rasa emosinya di dalam hati tak ingin Berkoar-koar karena perbuatan wanita itu.
...****************...
Sepanjang perjalanan menuju pintu masuk bioskop Olivia selalu menggandeng tangan Dirga sembari menaru kepalanya di bahu jenjangnya Dirga.
Dan tibalah mereka room bioskop dan memilih duduk di kursi nomor paling belakang. Sebab Olivia sengaja duduk di palinh ujung karena bisa saja ia dan Dirga saling bermesraan terlebih film yang mereka tonton adalah film horror.
Bukan hanya kedua pasangan itu ternyata Aca dan Kanaya juga berada di ruangan yang sama dengan Olivia.
"Nay, kita duduk di kursi yang paling ujung yuk. aku takut nih jika kita duduk di kursi paling depan" Ringis Aca sembari mempererat kan rangkulan tangannya di tangan Kanaya.
"Kalau kamu takut kenapa kamu memilih film horror Ca!"
"Aku hanya penasaran saja Nay, dengan film ini makanya aku nekat pengen ngajak kamu nonton horror kan nonton film yang cinta-cintaan kita sudah sering."
"Mbak mau duduk atau tidak! kita tidak bisa melihat nih kalau mbaknya masih berdiri di situ" Tegur salah satu penonton.
"Yaudah Ca, ayo kita duduk di sana" Ajak Kanaya sembari menuntun Aca menuju kursi paling ujung.
"Serem yah sayang aku jadi takut nih!"Ringis Olivia sembari memperdekat tubuhnya pada tubuh Dirga.
"Hooh kalau pulang kan gak seruh, dan cuma di sinilah kita bisa bermesraan-mesraan"
Dirga merasa tak nyaman karena Olivia begitu sengaja menempelkan kedua benda kenyalnya di lengannya sehingga mau tidak mau ia menarik lengannya.
"Aku akan pulang sekarang jika kamu terus seperti ini!"
"Kamu tuh kenapa sih kan bentar lagi kita akan menikah jadi tidak masalah dong kalau kita melakukan hal ini"
"Nay filmnya serem yah, aku jadi takut nih tidur sendirian di rumah. pokoknya untuk malam ini aku ingin tidur di tempat mu saja yah"
"Tapi menurut aku film yang layar tidak begitu menyeramkan di banding melihat adegan di depan ini"
"Apa maksud mu Nay?"
Kanaya pun memberikan kode matanya melihat kedua sepasang kekasih yang tenga memaduh kasih di depan mereka membuat Kanaya berdigik ngerih di kalah ia melihat wanita itu mencium wajah telinga pria itu secara bergantian.
"Nay, iya adegan ini begitu mengerikan yah"
"Ck,positif thinking saja siapa tau mereka suami istri yang sudah sah"
"Mustahil Nay, jika mereka suami istri lalu kenapa mereka melakukan hal seperti itu di luar"
Dirga mendengar begitu jelas apa isi percakapan yang sepertinya dua orang wanita, ia mengerti mengapa mereka berkomentar buruk tentangnya. dan karena Dirga tidak tahan lagi dengan perbuatan Olivia Dirga pun berdiri.
"Sayang kamu mau kemana?"
"kamu tunggu lah di sini aku mau ke toilet"
"Eh tapi aku ikut yah"
"Tidak perlu aku bisa sendiri!"
"Nay sepertinya pria itu sadar kalau kita tenga membicarakan nya"
"Sudahlah tidak usah di bahas lagi mending kita lanjutkan menonton"