ONE NIGHT STAND WITH DOCTOR

ONE NIGHT STAND WITH DOCTOR
Kepergian Vallen



Keesokan paginya Rama bangun dalam kondisi kepala yang sangat berat, Rsma meraba kasur dan tidak menemukan Vallen di sampingnya. Rama lalu membuka matanya, pria itu duduk dan menghabiskan segelas air putih yang selalu Vallen siapkan untuknya. Rama lalu memeriksa ponselnya, baru jam lima pagi tapi kenapa Vallen tidak ada di kamarnya.


Rama memilih mandi untuk menghilangkan pangar akibat mabuk. Guyuran air shower menerpa kepalanya, setiap tetesannya terasa dingin dan mengembalikan serpihan ingatan saat dia mabuk.


"Lima ratus juta, semurah itukah harga dirimum? Karena aku sudah menudurimu apa kau juga menginginkan lima ratus juta dariku? Gara-gara dirimu hidupku hancur! Hanya demi uang yang tak seberapa kau telah membuat hidupku berantakan. Kau dan bayi itu adalah batu penghalang di dalam hidupku, kalian tiba-tiba datang dan merusak semua rencana yang sudah aku susun sejak lama! Pergi dariku perempuan murahaaan, aku akan memberimu satu milyar asal kau pergi dari kehidupanku!"


Deg...


Rama memijat pangkal hidungnya, dia lalu cepat-cepat menyelesaikan mandinya dan segera mencari Vallen. Rama memang sangat kecewa, namun dia tak pernah berniat sedikitpun untuk mengusir Vallen dari hidupnya. Dia hanya perlu waktu untuk menerima kenyataan tersebut, dan lagi-lagi alkohol membuat semuanya berantakan.


Saat Rama akan keluar dari kamar, dia tak sengaja melihat secarik kertas di atas meja beserta sebuah cincin nikah milih Vallen. Rama duduk di sofa dan meraih surat tersebut lalu membacanya.


*Dear Rama..


Maaf karena aku telah membuatmu kecewa, tapi aku sungguh tidak berniat untuk membohongimu. Aku hanya terlalu malu untuk mengakui segalanya.


Aku sadar kehadiran kami hanya penghalang kehidupanmu yang tertata rapi. Kau tidak perlu khawatir lagi karena kami akan pergi.


Jangan cari kami, hiduplah seperti rencana awalmu. Anggap saja kami tidak pernah ada di kehidupanmu sebelumnya.


Terima kasih untuk semua kebaikanmu selama ini Ram. Jaga dirimu baik-baik.


Rama meremas surat itu dan membuangnya. Bukan seperti ini yang dia inginkan. Rama bergegas pergi untuk mencari Vallen. Dan tempat pertama yang Rama kunjungi adalah rumah lama Vallen.


Rama mengetuk pintu berulang kali, namun tak ada jawaban dari siapapin, dan lagi tidak terlihat tanda-tanda Vallen datang ke rumah tersebut.


"Kau kemana Vall?" tanya Rama frustrasi, dia sangat khawatir apalagi Vallen pergi dalam keadaan hamil besar dan Vallen memiliki golongan darah langka. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk pada Vallen dan bayi mereka? Semua ketakutan memenuhi kepala Rama, dia benar-benar harus segera menemukan Vallen sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.


Rama tidak tau lagi harus mencari Vallen kemana, dia lalu memutuskan pulang dan berharap Vallen sudah berada di rumah.


"Ma, apa Vallen sudah pulang?" tanya Rama begitu dia sampai di rumah.


"Memangnya Vallen pergi kemana nak?"


Rama meraup wajahnya dengan kasar, dia lalu menceritakan semuanya kepada Indy, di saat yang sama Sam dan Zea tak sengaja mendengar cerita dari Rama. Pasangan suami istri itupun ikut mengkhawatirkan Vallen.


"Berhentilah minum alkohol saat kau memiliki masalah Ram. Minuman haram itu hanya semakin membuat keadaan runyam!" awalnya Indy juga kecewa saat mendengar cerita Rama mengenai taruhan 500 juta. Namun Indy merasa jika Vallen tidak mungkin melakukan hal seperti itu karena selama mereka tinggal bersama Indy merasa Vallen adalah gadis yang sangat baik.


"Cepat cari dia dan segera bawa dia pulang!"


BERSAMBUNG...