ONE NIGHT STAND WITH DOCTOR

ONE NIGHT STAND WITH DOCTOR
Mantan sahabat



Begitu sampai di Jakarta, Vallen tidak langsung pulang ke rumah. Nampaknya wanita hamil itu sudah sangat merindukan sang suami sehingga dia memilih menyusul Rama ke rumah sakit. Hampir setengah jam Vallen menunggu di lobby rumah sakit, karena hari semakin gelap Vallen memilih masuk, dia ingin menunggu di ruangan Rama namun dia tidak tau dimana ruangan sang suami. Untuk itu Vallen mengirim pesan pada Rama dan memberi tahu jika Vallen menunggu di dekat resepsionis.


Satu jam kemudian Vallen tersenyum senang saat melihat Rama berjalan menghampirinya, wanita hamil itu berdiri dan tidak menyangka jika Rama tiba-tiba memeluknya. Vallen sebenarnya senang, tapi dia merasa risih menjadi pusat perhatian, beberapa dokter dan perawat yang berada tak jauh dari mereka menatap keduanya penuh selidik.


"Kenapa kau kemari?" tanya Rama seraya melepaskan pelukannya.


"Mm, aku merindukanmu," aku Vallen malu-malu.


Ram tersenyum senang mendengar pengakuan Vallen, pria itu lalu meraih tangan Vallen dan menuntunnya pergi dari tempat itu.


"Kita mau kemana?" tanya Vallen penasaran.


"Ke ruanganku!"


Rama tak memeperdulikan tatapan rekan-rekannya, dengan santai dia membawa Vallen ke dalam ruangannya, dia lalu mengunci pintu dan menutup tirai. Rama lalu duduk di single sofa yang berada di ruangannya, dia menarik tangan Vallen agar wanita hamil itu duduk di pangkuannya.


"Ram, aku berat. Kau pasti lelah, biarkan aku duduk," protes Vallen.


"Aku tidak lelah, biarkan aku memelukmu sebentar!" jawab Rama, dia lalu melingkarkan tangannya di pinggang Vallen dan wajahnya dia sembunyikan di dada Vallen.


Vallen benar-benar bahagia karena Rama bersikap begitu manis kepadanya. Vallen lalu mengusap rambut Rama dengan lembut. "Bagaimana operasinya?" tanya Vallen pelan.


"Lancar," jawab Rama singkat.


"Pasienmu sangat beruntung bertemu dengan dokter sehebat dirimu," puji Vallen dengan tulus, sejak Rama mengajaknya memulai sebuah hubungan, diam-diam Vallen mencari tau tentang Rama. Dia baru tau jika Rama seorang Dokter Spesialis Jantung yang sangat terkenal karena kepiawaiannya di ruang operasi. Rama juga merupakan Dokter Spesialis Jantung termuda di negara ini.


"Ya,mereka memang beruntung bertemu denganku," ujar Rama penuh percaya diri.


Setelah puas memeluk istrinya, Rama melepaskan pelukanya dan kini tangannya mengusap perut Vallen yang membuncit. "Hay girl, apa kau lapar? Bagaimana kalau kita makan malam bersama?" tanyanya dengan nada sok imut.


"Ya dad, aku lapar!" sahut Vallen tak kalah sok imut.


"Tunggu di sini sebentar, aku akan ganti baju!


"Hem!" Vallen lalu berpindah duduk di sofa sementara Rama tanpa rasa malu sedikitpun melepas pakaiannya di depan Vallen.


"Ram, kau keterlaluan," ujar Vallen seraya memejamkan matanya, melihat dadaa bidang Rama membuatnya berfantasi liar.


"Dasar mesyuuuum!"


Rama hany tersenyum, setelah selesai memakai baju dia kembali menghampiri Vallen. Namun bukannya pergi mencari makan, Rama justru mengunci tubuh Vallen di sofa, netra hitamnya menatap Vallen penuh damba, dan detik berikutnya pria itu sudah melumaaat bibir istrinya dengan rakus.


"Kita lanjutkan di rumah!" ucap Rama setelah melepas ciumannya. Dia lalu membantu Vallen berdiri dan kembali menggandeng tangan Vallen saat keluar dari ruangannya.


Vallen mencoba melepas tangan Rama karena dia khawatir akan muncul gosip tentang Rama. "Lepas Ram, malu sama mereka," bisik Vallen.


"Kenapa harus malu, kau kan istriku!" tolak Rama terang-terangan.


Setelah kepergian Rama, gosip mengenai Rama dan Vallen tersebar luas seantero rumah sakit. Mereka menebak jika Vallen pasti istri Rama mengingat wanita itu sedang hamil dan begitu mesra dengan Rama. Namun tak sedikit dari mereka yang tak percaya jika Rama sudah menikah karena selama ini Rama terkenal sangat dingin dan tidak berminat dengan wanita.


Vallen dan Rama mampir di sebuah restoran karena Vallen tiba-tiba ingin makan steak. Namun saat baru tiba di restoran tersebut Vallen di buat terkejut karena dia bertemu dengan Kelly, mantan sahabatnya.


"Hay Vallen," sapa Kelly sok ramah.


Vallen hanya diam tak menyahuti sapaan Kelly, dia masih sangat benci dan marah kepada wanita yang selama ini dia anggap sebagai sahabat baiknya.


"Siapa pria tampan ini Vall?" tanya Kelly seraya melirik Rama.


"Saya Rama, suami Vallen," jawab Rama memperkenalkan diri.


"Oh waow, jadi kau sudah menikah Vall? Kenapa aku tidak di undang sih?" tanya Kelly seolah tak terjadi apapun di antara mereka.


"Ram, tiba-tiba aku pusing. Kita pulang saja ya!" Vallen menarik tangan Rama keluar dari restoran tersebut dan masuk ke dalam mobil.


"Kau baik-baik saja?" tanya Rama cemas.


"Hem."


"Siapa dia? Apa temanmu?" tanya Rama penasaran.


"Dia mantan sahabatku. Dia yang menjebak kita sehingga kita bercintaaaa malam itu!"


BERSAMBUNG ...