ONE NIGHT STAND WITH DOCTOR

ONE NIGHT STAND WITH DOCTOR
Rencana liburan



Setelah mengikuti kelas yoga khusus ibu hamil, Vallen merasa mood nya membaik, dia juga merasa lebih tenang dari sebelumnya. Apalagi karena Rama selalu menyempatkan waktu untuk menemani Vallen mengikuti kelas yoga tersebut. Vallen berharap Rama akan terus bersikap baik padanya sampai bayi mereka lahir.


Sepulang dari kelas yoga, Vallen mengajak Rama ke pusat perbelanjaan. Wanita hamil itu ingin membeli kado untuk Indy karena besok mama mertuanya berulang tahun. Rama tak menolak karena dia juga ingin membeli hadian untuk mamanya.


Mereka singgah di sebuah toko perhiasan, Vallen berencana membelikan sebuah cincin untuk Indy, setelah memilih beberapa model akhirnya Vallen menemukan cincin yang menurutnya cocok dengan sang ibu mertua.


Setelah memilih cincin untuk ibu mertuanya, perhatian Vallen tertuju pada sebuah kalung yang memiliki liontin mutiara laut yang di lapisi emas dan beberapa permata. Namun Vallen menahan diri karena melihat harga kalung itu yang sangat mahal.


Rama diam-diam memperhatian Vallen dan menyadari jika Vallen menyukai kalung yang sedang di tatap olehnya. "Kau menyukainya?" tanya Rama.


Vallen menoleh dan menggeleng dengan cepat. "Tidak," jawab Vallen bohong, meski sebenarnya dia sangat menginginkan kalung tersebut. "Ayo kota pergi, kau mau membelikan apa untuk mama?" Vallen mengajak Rama keluar dari toko perhiasan tersebut, mereka berkeliling karena Rama belum tau apa yang harus dia beli sebagai kado ulang tahun untuk mama nya.


"Bagaimana dengan baju Ram?" ucap Vallen memberi usul.


"Lemari mama sudah penuh!"


Vallen kembali berlikir, tapi dia tidak menemukan ide apapaun karena semua yang terlintas di pikirannya pasti sudah di miliki oleh Indy. "Bagaimana dengan tiket liburan? Mama dan ayah pasti senang kalau mereka berlibur berdua," ujar Vallen setelah cukup lama berpikir.


"Ide bagus. Lebih baik aku tanya dulu mama ingin berlibur kemana.!"


"Ya, ayo kita pulang!"


Setibanya di rumah, Rama langsung menemui Indy yang sedang bermain bersama kedua cucunya.


"Bagaimana kelas yoga nya?" tanya Indy meski sebenarnya temennya sudah memberi tau jika Rama dan Vallen menunjukan kedekatan mereka.


"Mama pasti tau kondisi nya seperti apa," Rama sudah bisa menebak jika sang mama sudah mendapat laporan dari temannya yang menjadi guru yoga Vallen.


Indy hanya tersenyum karena rencananya untuk mendekatkan Rama dan Vallen sudah terendus oleh putranya sendiri.


"Besok mama ulang tahun, mama ingin hadiah apa dari mama?" tanya Rama seraya menatap wajah mamanya yang mulai menua.


"Bagaimana dengan liburan berdua bersama ayah?"


Indy diam sejenak dan memikirkan liburan yang Rama tawarkan. Indy mengangkat sidut bibirnya saat terlintas ide jahil.di kepalanya. "Ide bagus, tapi semua orang harus ikut liburan, bagaimana Ram?"


"Besok kan hari spesial mama, apa mama tidak ingin menikmatinya bersama ayah?"


"Tidak, mama hanya mau liburan kalau semua orang ikut," rengak Indy bak anak kecil.


"Tapi Rama kan bekarja mah, Sam juga sibuk bekerja kan?"


"Aku akan cuti," sahut Sam yang tiba-tiba datang.


"Bagus. Kau juga harus cuti Ram. Semua orang wajib ikut liburan!"


Rama mendesaah kesal, ide yang Vallen berikan malah membuatnya pusing karena keinginan sang mama mengajak semua orang berlibur. Rama kembali ke kamar dengan wajah masam, Vallen yang sedang asyik menonton drama merasa terganggu melihat wajah Rama.


"Kau kenapa sih?" tanya Vallen penasara.


"Ini semua gara-gara idemu! Mama mewajibkan semua orang ikut liburan," jawab Rama dengan kesal, pasalnya dia memiliki banyak jadwal operasi dalam minggu ini.


"Benarkan? Ah, apa aku juga boleh ikut?" berbeda dengan Rama yang merasa kesal, Vallen justru bersemangat ingin ikut liburan.


"Ck, kau pasti sengaja kan memilihkan kado tiket liburan agar kau juga bisa liburan?" terka Rama tepat sasaran.


Vallen terkekeh dan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V. "Ya, aku memang sengaja!" jawabnya dengan wajah tengil.


"Dasar menyebalkan!"


BERSAMBUNG...