One Night Stand With Ceo Arrogant

One Night Stand With Ceo Arrogant
ADRIAN MENJAUH!



" Adrian ku mohon lepaskan aku." Suara Shanum seperti tikus terjepit di pendengaran Adrian. Tangannya masih Asyik memainkan rambut Shanum yang kini mulai panjang.


" 3 tahun aku mencari mu dengan kegilaanku, dan sekarang kau meminta untuk di lepaskan." Adrian menarik tubuh Shanum untuk berdiri, menarik kasar tangannya dan menghempaskan tubuh Shanum ke ranjang.


Shanum benar-benar ketakutan ketika Adrian mulai mendekatinya. Aura lelaki itu sangat dominan di sekelilingnya.


" Aku merindukanmu Shanum." Adrian mencium kening Shanum lama, tak di pedulikannya Shanum yang ketakutan dengan tubuh bergetar dan keringat yang mulai membasahi wajah gadis itu.


" Antonio tolong aku." Satu nama yang di sebut Shanum mampu membuat Adrian berubah menjadi bengis, tangannya menahan wajah Shanum kasar. Sorot matanya tepat beradu tatap dengan Shanum. Dengan Satu dorongan kini Adrian menindih tubuh Shanum.


" kau masih berani menyebut lelaki lain saat aku di hadapanmu." Adrian mencengkram lengan kanan Shanum keras membuat Shanum menggigit bibir bawahnya menahan sakit akibat tekanan Adrian.


" Dia kekasihku." Suara Shanum sangat pelan tapi masih bisa di dengar oleh Adrian.


" Kekasihmu hanya aku." Adrian kini menyingkirkan anak rambut Shanum yang menutupi wajah dan meletakkannya di belakang telinga Shanum.


Shanum mengira hidupnya akan bebas dan tidak bertemu lelaki gila ini, tapi nyatanya malam ini Adrian datang dan semakin menggila dari sebelumnya.


Shanum menggeliat ketika Adrian menciumi lehernya, tangannya sudah tak terkendali merayap ke tubuh Shanum membuat Shanum frustasi.


Shanum hendak berteriak tapi suaranya tertahan di kerongkongan.


" Mendesah Lah untukku." Bisikan Adrian tepat di telinga Shanum.


Shanum merasa seperti perempuan hina yang kini menjadi pemuas nafsu Adrian. Adrian semakin tak terkontrol meskipun Air mata Shanum kini sudah jatuh tak ada niatan lelaki itu untuk berempati padanya.


" Pilihan hanya dua, mati atau hidup bersamaku." Adrian menarik kasar Shanum yang menangis ke dalam pelukannya.


Shanum tak bisa berkata, bibirnya terlalu bergetar hebat walau hanya mengucapkan 1 kata saja. Tangan Adrian mengelus pelan surai rambut Shanum yang mulai panjang.


Shanum membuka matanya ketika bunyi getaran ponsel mengganggunya.


Matanya menatap sekelilingnya yang berubah menjadi seram, dia terduduk ketakutan memeluk lututnya sendiri.


Lelaki gila itu datang kembali dan hampir membunuhnya. Adrian William Charless datang membuat Shanum memegang kepalanya sendiri.


Getaran telpon kembali bergetar dan layar yang menampilkan Bee membuat Shanum lekas mengangkatnya.


" Anne sayang, apa kau baik-baik saja?" suara Khawatir dari Antonio terdengar jelas.


Shanum terdiam cukup lama, dia ingin bersuara tapi pasti tangisnya akan pecah.


" Anne kau baik-baik saja!" suara Antonio meninggi ketika Shanum belum juga menjawabnya.


Suara tangis Shanum pecah membuat Antonio frustasi di seberang telpon.


" Sayang, apa ada yang mengganggumu, bicara padaku." Suara Antonio melembut tatkala suara tangis itu semakin menjadi.


" Aku merindukanmu." Shanum menggigit bibir bawahnya menahan sakit di hatinya ketika harus berbohong pada antonio.


Adrian yang keluar dari kamar mandi beberapa saat lalu masih saja berdiri memperhatikan gadisnya yang menangis berbicara di balik ponsel.


" Harusnya aku membunuh lelaki keparat itu." Adrian kini berjalan cepat menarik ponsel yang ada di tangan Shanum dan membuangnya ke lantai.


" Sayang,, kau kenapa?" Suara Antonio masih terdengar jelas membuat Shanum hendak berteriak tapi tangan Adrian sontak menutup mulutnya.


Kaki Adrian menendang keras ponsel Shanum hingga bertabrakan dengan lantai.