One Night Stand With Ceo Arrogant

One Night Stand With Ceo Arrogant
Arthur!



Polisi menemukan lorong di ruangan tersebut menyelusuri hingga tembus ke sebuah pintu, ruangan kembali di temukan di dalam ruangan tersebut. Ruangan yang tertata rapi, terawat dan bersih.


banyak album foto keluarga yang terpajang di sana selesai.


...************...


Sean di penjara tapi kemungkinan besar tidak akan lama lagi keluar, kekuasaan segalanya, uang adalah jaminannya.


Calista kini menatap nanar 1 bayinya yang berada di ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit). hatinya teriris, dan sangat merasa bersalah karena tidak bisa melindungi bayi perempuannya yang 1 ini. Siapa yang bisa menemaninya sekarang, semuanya telah pergi, ibunya, ayahnya, dan adik kesayangannya telah di bunuh Sean. berharap ini cuma mimpi seperti sebelumnya dan terbangun semuanya akan baik-baik saja, ternyata di patahkan kondisi yang menamparnya secara mendadak. Tak pernah di sangka Sean akan sekejam itu. hal terburuknya Calista telah jatuh cinta pada orang yang salah, pembunuh, psikopat yang paling bajingan.


Calista benar-benar sendiri sekarang. kekuatannya adalah kedua bayinya. 1 bayi lelaki yang ada di gendongnya. Dan 1 lagi bayi perempuan yang berusaha di selamatkan. saat di temukan bayi itu sangatlah menyedihkan, tinggal sedikit sisa-sisa nafas yang di hembuskannya. Jika saja tuhan tidak menolong entah apa yang terjadi mungkin semua kehidupan Calista telah berakhir.


bayi yang di gendongnya menangis keras, sudah jelas pasti kelaparan. Namun apa yang harus di perbuat Calista, air susunya tidak keluar, dirinya tak punya uang sama sekali untuk membeli susu formula.


" Nyonya, bayimu sepertinya kehausan." Seorang Dokter perempuan kini menghampiri Calista. Penampilan Calista sangat menyedihkan. pakaian rumah sakit yang sudah kusut, dan kotor, ada noda darah dipakainnta dengan rambut yang berantakan. membuat banyak orang berpikir bahwa dia adalah orang yang sakit jiwa.


" Calista." Seorang lelaki memakai pakaian dokter kini langsung memeluk erat dirinya. Lelaki itu mengelus pelan surai rambut Calista.


" Arthur." suara Calista terdengar parau. Calista mengingatnya. Seorang lelaki yang pernah menyatakan cinta kepadanya 10 tahun silam. mantan yang paling baik dan menerima Calista, namun Calista bodoh meninggalkan Arthur demi Juan Albert. apakah ini karma untuknya menyia-nyiakan lelaki tulus seperti Arthur.


" Maafkan aku Arthur." Calista menatap mata Arthur yang meneduhkan.


" Bayimu kelaparan, mari ikut aku." Arthur menuntun Calista ke ruangannya. Dengan cepat arthur menelpon asistennya untuk membelikan susu formula untuk bayi Calista.


kini Bayi Calista telah meminum susu hingga tertidur nyenyak. tersisa Arthur dan Calista di ruangan itu.


tatapan Calista kosong ke arah bayinya yang tertidur pulas. begitu banyak yang terlewati hingga membuat Calista bingung harus berbuat apa sekarang. Hati Arthur ikut merasakan sakit ketika wanita yang di cintainya dalam keadaan sulit.


Tangis Calista pecah memecah keheningan di ruangan itu, kedua tangannya menutup wajahnya sendiri, dia teramat malu menampilkan wajah menyedihkannya di depan arthur namun tak sanggup untuk melalui kehidupan beratnya ini.


" Apa yang harus aku lakukan Arthur." Calista terisak, entah gambaran masa depan apa yang ada di bayangannya.


Arthur menahan air matanya dan langsung memeluk Calista. Luka bekas borgol di tangan Calista jelas di sadari Arthur. memar di pipi Calista jelas di sadari Arthur. Bagian mana yang tidak di sadarinya bahkan Kehidupan kelam Calista dulu pun jelas Arthur tau.


" Menangislah Calista, aku tau ini berat bagimu" Arthur memeluk erat Calista. Dia tidak akan tega melihat Orang yang di cintainya seperti ini.


" bagaimana aku menjalani hidup setelah ini, bajingan itu telah membunuh keluargaku!"


Calista menggelengkan kepalanya iya tidak bisa membayangkan bagaimana nasib kedua bayinya di kedepannya.