
" Apa yang kau lakukan!" Sean marah besar kepada Adrian yang kini berdiri di depannya. Suaranya naik 2 oktaf sedang Adrian hanya diam tanpa membalas.
" Jangan atur aku." Adrian kini menatap elang ke arah Sean. wajahnya dingin tanpa ekspresi.
" Aku akan membunuh gadis itu." Ucapan Sean mampu membuat Adrian mengeluarkan pistolnya dan mengarah kannya ke kening Sean.
" Sedikit kau menyentuhnya, aku akan membunuhmu." Sean terkekeh geli ketika mendengar Ancaman dari anaknya sendiri. Begitu cintanya Adrian terhadap Gadis yang di sembunyikannya di mansion nya.
" Adrian apa yang kau lakukan." Calista yang baru masuk ruang kerja Sean kini terkejut melihat aksi anaknya yang menodongkan pistol ke arah ayahnya sendiri.
sebelum akhirnya Sean menepuk pelan bahu Adrian. Anaknya kini berubah menjadi ganas dan bukan lagi singa yang pendiam.
" ah sakit mom." Adrian meringis ketika Calista menjewer telinganya.
" Mom tidak pernah mengajarkan mu seperti ini." Calista semakin menarik telinga Adrian membuat Sean terkekeh geli.
" Dan kau, apa yang Kau lakukan hingga Membuat Adrian ku marah." kini tangan Kanan Calista menjewer telinga Sean.
kepala kedua lelaki itu kini sejajar di depan Calista.
" Mom, lepas." Adrian kini menatap Tajam Sean yang menjulurkan lidah ke arahnya.
" Kau diam." Calista membentak Sean yang tertawa, membuat hati Adrian sedikit bahagia.
Sejak kapan Calista menjadi wanita pemarah dan lebih ganas darinya, Sean saja heran dengan perubahan Istrinya ini, kini Tangan Sean beralih memegangi tangan Calista yang menjewernya.
" Wah, kalian lucu." Bella yang baru masuk tertawa melihat ayah dan kakaknya yang tengah di marahi Calista. Tangannya menunjuk Adrian yang wajahnya menahan malu.
" Bella diam." Suara Calista membuat Bella terdiam dan menutup mulutnya.
Mom nya ngeri kalau sedang marah membuat Bella kini melangkah duduk di sofa kerja Sean.
" Mom, aku besok ke Italy." Kini suara Bella menghentikan tangan Calista yang menjewer 2 lelaki yang di sayanginya ini.
" Sudah meminta izin pada dad mu?" Calista melirik ke arah Sean yang kini menatapnya.
" Dad denger bella gak sih." Ucapan Bella membuat Sean kini menatap putrinya yang kesal sendiri.
" Diamlah bella, Dad sedang cemburu dengan Adrian." Sontak ucapan Sean membuat Calista meliriknya tajam ke arahnya.
" Dad." Teriak Bella yang kini menghentakkan kakinya.
" jangan mencoba menyakiti wanitaku." Adrian kini menatap tajam Sean sebelum akhirnya berlalu meninggalkan ruang kerja ayahnya.
Calista yang mendengar hal itu menganga tak percaya, sejak kapan putranya ini memiliki kekasih.
...****************...
Shanum berkeliling di mansion besar milik Adrian seorang diri. Sepi, hening, dan membosankan.
Adrian selalu saja meninggalkannya, dan pulang di sore hari.
" Aku pulang." Suara Adrian membuat Shanum berbalik dan menatap tubuh Adrian yang sudah berada di belakangnya.
" Hah, tumben." Shanum kaget ketika tangan Adrian menariknya ke dalam dada bidangnya.
" Kau tidak suka?" Pertanyaan Adrian membuat Shanum menggelengkan kepalanya. Shanum hanya menyatakan fakta tapi lelaki itu malah mempertanyakannya.
" lelaki aneh." gumaman Shanum yang sangat kecil masih bisa di dengar oleh telinga Adrian.
" hentikan mulut cantikmu berbicara jelek tentangku." Adrian mengelus pelan surai rambut Shanum.
Shanum hanya mengerucutkan bibirnya. Sedikit salah bicara mempertaruhkan keberlangsungan nyawanya sendiri.
" aku lapar." Ucapan Shanum membuat Adrian kini melepaskan pelukannya dan menatap gadis di depannya dengan saksama.
" Aku ingin memakan mu." Ucapan Adrian mampu membuat Shanum terkejut hingga mundur beberapa langkah, matanya membulat sempurna.