
3 Years Later.
Shanum mengoleskan sedikit lipstik ke bibirnya. Warna cerah membuat wajahnya terlihat lebih Fresh hari ini.
" Anne Caroline, hampir 1 jam aku menunggumu." Bentak kesal temannya membuat Shanum terkekeh pelan mengambil tempat duduk tepat di depan temannya yang terlihat sangat marah.
" I am sorry Rose." Shanum mencoba membujuk Rose dengan menaruh Pizza di depan gadis muda itu. Rose teman kerja Shanum yang paling di percayainya selama ini. Pertemanan yang terjalin antara Shanum dan Rose sudah terjadi cukup lama dimulai ketika Shanum hampir putus asa dengan kehidupannya kala itu.
Bukan hal mudah untuk bisa menjadi Shanum yang sekarang, Shanum pernah bertemu banyak psikiater untuk melakukan psikoterapi akibat perlakuan Adrian yang terus membayanginya.
Anne Caroline adalah nama dalam kartu Identitasnya Sekarang, untuk menyembunyikan Identitas lama yang sangat menyakitkan itu.
" baby." Seorang lelaki dewasa datang dan langsung memeluk Shanum.
" Antonio ." Shanum mencium pipi kekasihnya sekarang. Antonio adalah sosok kekasih yang sangat perhatian bahkan tidak pernah berbuat kasar padanya. Antonio lah yang sangat paham dengan diri Shanum dan membuat Shanum merasa di cintai.
" aku marah dengan kekasihmu Antonio." Rose bersuara membuat lelaki itu tertawa dan menatap Shanum.
" Okay, aku minta maaf atas nama dia." Antonio mengambil duduk tepat di samping Shanum tangannya mengelus pelan lengan Shanum.
" Bagaimana pekerjaanmu hari ini baby." Antonio mengabaikan Rose yang mulai membuka Pizza, matanya menatap wajah Shanum yang terlihat kelelahan.
" Sangat melelahkan." Shanum mengerucutkan bibirnya ke arah Antonio membuat tangan lelaki itu gemas dan mencubit pelan pipi Shanum.
" Anne terima kasih Pizza nya." Suara Rose membuat Shanum tersenyum.
" Besok aku akan ke Canada, jaga dirimu baik-baik sayang." Antonio mengambil satu Pizza dan mengarahkan ke mulut Shanum. Ada rasa tak rela meninggalkan kekasihnya seorang diri di sini. Jika saja bukan mengurus Bisnis baru yang harus melibatkan dirinya, Antonio akan memilih di sini bersama Anne yang terus membuatnya tersenyum.
" Pasti sayangku." Antonio mencium kening Shanum lama sebelum akhirnya deham Rose menyadarkannya.
...****************...
" Ingat jaga kesehatanmu selama aku tidak ada." Suara Antonio di ponsel membuat Shanum tersenyum sendiri.
" Anne Caroline, apa kau mendengarkan ku?" Suara Antonio berubah tegas dan kesal membuat Shanum terkekeh pelan
" Okay baby." Shanum membalasnya dengan lembut, tangannya menarik selimut hingga menutupi badannya.
" Nanti aku telpon lagi, aku sudah di bandara. Aku mencintaimu sayang." Suara Antonio membuat hati Shanum berbunga-bunga.
" Aku juga mencintaimu." Shanum mematikan ponselnya. Dia memiringkan badannya menghadap jendela yang sengaja terbuka, membiarkan udara malam masuk ke dalam kamarnya.
matanya yang terpejam akhirnya terbuka lagi ketika mendengar bunyi barang jatuh di lantai bawah. Kaki Shanum turun dari ranjang, tangannya gemetar tapi langkahnya tetap menuju ke pintu kamarnya.
Shanum terkejut ketika pintu itu terbuka dan mendapati Adrian kini tengah berdiri di pintu kamarnya. Pria itu masih saja sama sejak 3 tahun lalu. Nampak gagah dengan aura dominan yang pekat membuat lutut Shanum melemas.
" Bukankah sudah puas lari dariku selama ini?" Tanya Adrian dengan Sorot mata tajam seakan dapat menghunus tubuh mungil Shanum. Langkah Adrian semakin mendekat maju, sedang Shanum menyeret tubuhnya mundur.
" Kenapa?" bisik Shanum dengan suara yang hampir tidak terdengar sama sekali. Adrian mengeluarkan Smirk-nya kemudian berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Shanum. Aroma tubuh Adrian yang terkesan jantan menyeruak di hidung Shanum.
" You're Mine Shanum." Adrian berbisik pelan di telinga Shanum membuat tubuh Shanum bergetar dan ketakutan.