Nobis

Nobis
Bonchap 4



N O B I S


Bonchap 4






"Aku juga kangen kamu, Kai." Krystal memeluk tubuh Kai dengan erat dan dibalas sama eratnya dari cowok itu.


"Udah berapa lama sih kita gak ketemu?"


"Dua minggu kayaknya."


Kai lalu menyerukan wajahnya di atas leher Krystal. "Ngapain sih kamu di sana lama banget?" Ia berkata sambil menggerakan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.


Krystal tersenyum mengikuti irama tubuh Kai. Mereka terlihat sangat kekanak-kanakan, namun penuh cinta.


"Aku ikut seminar penggalangan dana di sana. Banyak hal yang harus aku pelajarin."


Saat ini Krystal sedang sibuk mengurus yayasan yang ditinggalkan kakek Wira untuknya. Setelah lulus sekolah, Krystal melanjutkan pendidikannya di salah satu Universitas terkenal yang berada di Singapura. Seperti apa yang pernah kakek Wira katakan dulu pada Kai, jika Krystal jauh lebih bisa diandalkan dibandingkan dengan dirinya. Maka itu, kakek melepaskan semua kuasanya pada gadis itu.


Sedangkan Kai, setelah lulus dari salah satu Universitas terkenal di Jerman, dia sibuk mengurus Coex Department Store, perusahaan yang dulu sempat di pimpin oleh sang ayah.


Sejak berada di bawah kepemimpinanya, Coex Department Store sudah membuka lebih dari puluhan cabang di luar Negri. Kai banyak berubah, lelaki itu semakin terlihat dewasa. Walaupun masih sangat keras kepala, apalagi menyangkut tentang Krystal.


"Udah ya kamu jangan kerja lagi. Tinggal di sini aja sama aku."


"Gak bisa gitu dong, Kai. Kakek itu udah kasih kepercayaan ke aku buat ngurus yayasan, ya jadi aku harus kerja yang bener."


Terdengar helaan nafas kasar di telinganya. Krystal paham jika Kai ingin dia tinggal di sana bersamanya. Menemaninya makan, menonton tv, membantunya bercukur. Kai juga pernah bilang kalau dia ingin sekali setiap pulang bekerja saat dia membuka pintu, Krystal menyambutnya datang.


"Maaf ya..."


Kai mencium pipi Krystal sekilas seraya menarik dirinya. "Gak apa-apa kok sayang. Aku tahu ini semua permintaan kakek, jadi aku akan dukung kamu sepenuhnya."


"Kamu tahukan sebulan lagi ada acara apa?" Kai berkata sembari menyelipkan rambut Krystal pada balik telinga.


Gadis itu terkekeh geli. Bagaimana dia bisa lupa, tidak mungkin Krystal melupakan hari itu. Hari yang membuat dirinya dan Kai harus tinggal berjauhan. Semua itu tidak lain adalah perintah mama Morena.


"Jangan capek-capek ya, masa calon pengantin sakit."


"Iya, kamu juga. Jangan banyak keluyuran. Apalagi perginya ke Black Devil."


Tubuh Kai seketika menegang kaku, dan matanya mengerjap kaget. Sial! Sekarang dia merasa sangat gugup, seperti seseorang yang baru saja ketahuan berbohong. "A-aku enggak." Elaknya sambil melepaskan pelukan mereka.


Kenapa Krystal bisa tahu? Pasti ini ulahnya Rekha.


"Masa??" Ledek Krystal yang kini sedang membuntuti Kai menuju sofa. "Terus kemarin malam kemana?"


Kai menjadi salah tingkah, wajahnya memanas. "Aku ada di apartemen." Dia mendaratkan tubuhnya di atas sofa.


"Oh... berarti yang ini bukan kamu?" Krystal lalu menunjukan sebuah foto yang berada di layar hapenya. "Kamu tuh gak bisa bohong sama aku."


Sontak saja Kai terkejut. Matanya terpejam erat bersama umpatan yang dia lemparkan untuk Chandra.


"Chandra sialaaaannnn!"


***


Mungkin masih ada yang menggantung, itu akan aku jelaskan. Mungkin nanti nyelip-nyelip lah di bonus chapter berikutnya yaaaa...


Makasih buat dukungan kalian. Terima kasih sudah menemani diriku sampai saat ini. Terima kasih juga atas partisipasinya membuat cerita ini menjadi semenarik saat ini (mungkin 😂)


Dari awal cerita ini di buat, yang ada di dalam imajinasiku, semua sudah berjalan seperti ini... adapun jika hasilnya mengecewakan, aku mohon maaf. Bukan salah aku atau kamu, hanya saja kita tidak sejalan.


Terima kasih sekali lagi.


Dengan cinta yang teramat besar untuk kalian


Anna


❤❤❤❤