
N O B I S
Bonus Chapter 2
•
•
•
•
ini drama banget yaaa, hehe harap maklum dirikuh keseringan nonton drama korea soalnya 🤭🤭🤭
• • •
Tiga setengah tahun Kevin menyelesaikan pendidikannya di sana, dia lalu kembali ke Indonesia dengan tujuan utama yaitu ingin bertemu dengan Alisa. Dia rindu gadis itu. Namun, seperti guntur di siang hari. Kevin mendengar kabar jika Alisa telah menikah dengan seorang pria. Pernikahan mereka baru berlangsung tiga hari sebelum Kevin mendarat di Indonesia.
Hatinya hancur, dia terlambat. Niat hati ingin memberikan sebuah kalung sebagai tanda untuk menjadikan Alisa sebagai kekasihnya sekaligus teman hidupnya, namun siapa sangka niatnya itu malah sudah didahului oleh pria lain.
"Maaf aku gak kasih tau kamu." Alisa berkata sambil membawa nampan berisi cangkir teh dari dalam dapur.
Beberapa jam setelah dia mengetahui kabar pernikahan Alisa dari ibu panti, Kevin lalu datang bertamu ke rumah baru Alisa dan suaminya. Hanya rumah kontrakan dan tidak besar.
"Kita hilang komunikasi begitu saja, jadi aku bingung mau hubungin kamu kemana."
Kevin tersenyum kecut sembari menerima secangkir teh yang dibawakan Alisa. "Iya, aku ngerti."
"Aku gak perlu ngenalin suami aku sama kamu kan?" Ledek Alisa yang duduk di sebelah sang suami.
Kevin tertawa dengan terpaksa. Lalu menoleh pada pria di depannya. Itu Ryan, teman Alisa di panti asuhan. Kevin tentu mengenalnya, mereka sering bermain bersama. Selain dengan Alisa, Kevin juga sangat akrab dengan Ryan. Waktu di panti, Ryan dan Alisa adalah anak pertama yang mau berteman dengannya.
Kevin tidak menyangka, cowok pendiam dan baik seperti Ryan ternyata lebih dulu berhasil memikat Alisa. Ada rasa benci di dalam hatinya pada sosok itu. Tapi bagaimanapun semua bukan salah Ryan, hanya takdir saja yang tidak berpihak pada dirinya.
Mungkin setelah pulang dari Bandung, dia harus memperbaiki hatinya. Mencari perempuan lain lalu mengajaknya menikah.
Ryan mengantar Kevin sampai di depan mobilnya yang terparkir di depan gang. Terjadi banyak perbincangan di antara mereka, mengenai bagaimana Alisa mau menikah dengan Ryan, lalu perempuan itu yang merasa bersalah karena tidak mengundang Kevin di hari pernikahan mereka.
"Makasih, yan. Aku harap kamu bisa jaga Alisa."
"Pasti, Kev, pasti aku akan jaga dia."
Kevin ingat sebuah kalung crystal yang ia beli kemarin. Kalung sepasang yang salah satunya akan dia berikan lada Alisa namun tidak jadi karena gadis ktu sudah lebih dulu dinikahi oleh temannya. Karena Kevin tidak bisa memberikan itu pada Alisa, maka dia memberikannya pada Ryan dengan alasan hadiah pernikahan.
"Ini apa?"
"Hadiah pernikahan kalian."
Ryan membuka itu dengan mata terbelalak lebar. "Kev, ini pasti mahal."
"Kamu berlebihan." Dia menanggapinya dengan canda. "Aku mau kalian bahagia."
"Kalau butuh apa-apa, datang ke Jakarta saja ya."
Sejak hari itu, saat ia melihat binar bahagia di mata Ryan dan Alisa. Kevin tidak ingin lagi menggangu mereka. Dia benar-benar akan memperbaiki hatinya dan menikahi seorang perempuan yang bisa membuatnya lupa dengan Alisa.
Perempuan itu Morena. Gadis yang ia temui di dalam klub malam saat dia sedang berusaha melupakan Alisa. Entah bagaimana jadinya, setelah berpacaran selama sebulan, Kevin mengajak Morena menikah.
Mereka lalu menikah, hidup bahagia sambil menanti sang buah hati lahir ke dunia. Namun itu tidak berlangsung lama, hingga kemudian hari itu tiba. Hari dimana Kevin bertemu lagi dengan Ryan.
"Kev, aku butuh kerjaan. Alisa hamil, dan aku kelilit hutang sama rentenir." Kata Ryan kala itu, saat mereka bertemu di salah satu Restoran dekat dengan kantor Kevin.
"Oke ... kamu tenang aja, aku pasti akan bantu kamu. Tapi sekarang aku harus ketemu sama Klien aku dulu, kamu mau tunggu aku sebentar di sini. Aku gak akan lama, tapi mungkin butuh perjalanan ke tempat Klien aku."
"Iya, gak masalah, Kev. Aku akan tunggu kamu di sini."
Tapi sebelum Kevin beranjak dari sana, Ryan menahan tangannya. "Kev, Alisa hamil. Kalau terjadi apa-apa sama aku, aku minta tolong sama kamu untuk jadi ayah dari anak aku. Biarkan dia menganggap hanya kamu ayahnya yang dia punya."
"Kamu ngomong apa sih, yan."
"Enggak," Ryan menggeleng sendu. "Aku tau kamu suka sama Alisa, tapi dengan jahatnya aku malah menikah dengan dia. Seandainya saja Alisa menikah sama kamu, pasti dia tidak akan hidup susah seperti ini."
"Itu sudah lama, biarlah menjadi masa lalu."
"Tapi kamu mau janji?"
Kevin terdiam, waktunya sudah tidak banyak untuk menemui Kliennya. Dengan tarikan nafas pelan Kevin mengangguk dan menyetujui itu. "Iya, aku janji."
"Terima kasih, Kev."
Mungkin Kevin hanya menganggap omongan Ryan saat itu tidaklah sungguh-sungguh, mengingat pria itu sedang dalam keadaan yang kesulitan dan bingung. Tapi, ternyata kalimat itu adalah kata-kata terakhir sebelum Ryan di temukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam Restoran tempat Kevin meninggalkannya tadi.
Beberapa saat setelah Kevin meninggalkan Restoran, ada segerombolan perampok yang masuk ke dalam Restoran itu. Berbekal senjata tajam, para perampok menggasak mesin kasir dan melukai sebagian orang di sana. Naasnya, Ryan yang saat itu mencoba menyelamatkan orang-orang tertembak oleh salah satu perampok. Dia tidak terselamatkan sampai ambulan datang.
Kevin merasa bersalah. Seandainya saja dia tidak meminta Ryan menunggunya di dalam Restoran itu, seandainya saja dia langsung membantu Ryan saat itu juga, mungkin semua ini tidak akan terjadi.
Karena rasa bersalah yang sangat hebat, dan pikirannya yang sangat kacau, Kevin merahasiakan semua ini dari Alisa. Dia tidak tahu bagaimana cara menyampaikan berita duka ini pada perempuan itu. Kevin terlalu takut dan pengecut. Dia hanya tidak ingin melihat wajah sedih Alisa.
Selama beberapa bulan Kevin berubah menjadi orang yang tertutup, menjadi kasar dan tidak ingin berbicara pada siapapun. Dia benar-benar merahasiakannya, bahkan dari sang ayah sekalipun.
Tapi suatu malam, dia bermimpi bertemu dengan Ryan, di dalam mimpi Ryan terus menyebut kata-kata yang telah Kevin janjikan, yaitu menjaga anaknya serta Alisa. Menganggap anak Ryan sebagai anaknya sendiri.
Kevin menjadi semakin takut, besoknya dia memutuskan untuk ke Bandung. Namun sayang, ternyata Alisa sudah tidak tinggal di sana. Pemilik kontrakan mengusirnya karena dia tidak bisa membayar uang sewa. Sejak saat itu, dia benar-benar kehilangan jejak Alisa.
• • • •
Cerita Kai sama Krystal masih ada, harap sabar yaa, nanti aku post kok, tapi harap sabar, sudah aku tulis, aku cuma mau kalian sabar dan gak berkata kasar. okeeee??
Sama kayak kalian aku juga punya real life 😭😭