Nobis

Nobis
Bonchap 1



N O B I S


Bonchap 1






bonus chapter ini aku ceritain tentang ayah Kevin dulu sama ibu Alisha yaaaa...


• • •


Kevin kecil tumbuh di dalam keluarga yang serba berada dan terpandang. Hidupnya selalu di kelilingin oleh barang-barang mewah dan mahal. Apapun yang dia inginkan, pasti akan dengan mudah didapatkannya.


Memasuki usia ke 13 tahun, Kevin manjelma menjadi anak yang sombong dan arogan. Di sekolah dia senang sekali berkelahi, membolos, dan melanggar aturan. Tidak ada satu murid pun yang ingin berteman dengannya. Kevin benar-benar tidak memperdulikan orang-orang di sekitar.


Mengetahui Kevin tumbuh dengan sifat sombong dan arogan. Wira Atmadja mengirim sang anak untuk tinggal di sebuah panti asuhan yang berada di Bandung. Tujuan papa Wira mengirim putranya ke sana adalah untuk mengenalkan sang anak pada kehidupan bersosialisasi dan mandiri.


Di panti asuhan Kevin tidak lagi merasakan hidup mewah. Dia tidak bisa memerintah siapapun, tidak bisa bermain dengan mainan mahalnya, dan yang pasti tidak akan ada kasur empuk dan segala fasilitas mewah seperti yang ada di rumah. Semua pengurus panti dilarang untuk memanjakan Kevin, tentu saja semua itu atas perinta sang ayah.


Awalnya Kevin sangat marah, dia tidak mau bergaul dengan siapapun yang berada di sana. Kevin selalu menyendiri dan menganggap jika mereka semua tidak pantas hidup berdampingan dengannya. Berbagai kata kasar pernah dia lontarkan pada anak-anak panti, bahkan pernah ada yang menangis karenanya. Sejak saat itu, anak panti tidak ada yang ingin berteman dengan dirinya.


Tapi, suatu hari ketika semua anak panti sedang bermain, Kevin yang duduk di sudut lapangan memandang pada satu sosok gadis cantik dengan dress putih yang tersenyum ke arahnya. Gadis kecil itu memiliki senyum sumringah yang membuat siapapun yang melihatnya akan ikut tersenyum.


Kevin rasanya tidak bisa untuk tidak memandanginya. Baru pertama kali ia seperti ini pada orang asing. Lalu, tanpa pernah dia duga, gadis kecil itu melangkah menghampirinya dan sontak membuat seluruh tubuhnya mendadak gugup. Kevin kemudian kembali memasang wajah dinginnya sebagai tameng.


"Kenapa kamu gak main sama yang lain?" Ucap anak gadis itu. Kevin hanya merengut tanpa mau membalas. "Nama aku Alisa." Anak itu berkata lagi sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Kenapa?" Alisha tidak menyerah.


"Aku gak suka main sama kalian, kamu sama anak-anak di sini itu miskin! Gak punya keluarga!"


"Aku punya keluarga kok ... mereka keluarga aku." Alisa menunjuk ke arah anak-anak yang sedang bermain di depan sana. "Walaupun miskin tapi kita selalu tersenyum. Aku senang ada di sini."


Kevin terdiam. Perlahan dia melirik Alisa yang masih berdiri di samping tubuhnya. "Aku juga mau kamu tersenyum, sama seperti anak-anak yang lain."


Tubuhnya mendadak kaku, dan bibirnya seolah tidak bisa berkata apa-apa. Kevin memandangi wajah cantik Alisa takut-takut.


"K-kenapa kamu mau aku tersenyum?"


"Tersenyum artinya kamu bahagia ... aku mau kamu bahagia tinggal di sini, aku suka kalau panti kedatangan teman baru. Aku mau jadi teman kamu." Alisa kembali mengulurkan tangannya ke arah Kevin. Senyum di bibir gadis itu tidak hilang sedikitpun, dan itu semakin membuatnya terlihat makin cantik. "Kamu mau kan temanan sama aku?"


Kevin tidak bisa merespon apapun. Anak cowok itu hanya bisa menatap bergantian antara uluran tangan Alisa dan wajahnya yanh cantik.


"Mau ya?" Sekali lagi, Alisa tersenyum lebar dan membuat jantung Kevin rasanya berdebar sangat cepat dan bibirnya tertarik sedikit. Untuk pertama kalinya dia tersenyum. Lalu, tanpa Kevin sadari tangannya ikut terangkat bersama dengan mata mereka yang saling berpandang.


Sejak hari itu sifat Kevin berubah menjadi lebih baik. Dia suka tersenyum, cara bicaranya pun menjadi sangat ramah. Kevin sering ikut bermain dengan anak-anak yang lain. Apalagi saat bersama Alisa, Kevin akan menjadi jauh lebih riang.


Mereka berdua selalu bersama, saat makan, saat bermain. Kevin dan Alisa seperti anak kembar yang dimana ada Alisa pasti akan ada Kevin. Mereka tidak terpisahkan, bahkan ketika papa Wira membawa Kevin pulang setelah tiga bulan berada di panti.


Beberapa bulan sekali setiap libur sekolah, Kevin pasti akan datang ke panti. Dia selalu membawa banyak mainan dan makanan untuk anak-anak panti. Persahabatan Kevin dan Alisa terus berjalan sampai mereka dewasa.


Hingga suatu hari, Kevin melanjutkan sekolah ke luar Negri. Komunikasi mereka terputus. Kevin tidak pernah lagi mendapat kabar tentang Alisa, begitupun sebaliknya.


• • • •


masih ada lanjutannya, aku ceritain dikit-dikit dulu, akuh sibyukk maaf bukan sombong aku juga punya real life... makasih buat yang mengerti 🙏🙏🙏