
3 bulan kemudian....
"Kau siap baby?" tanya Jayden.
Briel mengangguk dan tersenyum cantik.
Jayden menggandeng tangan Briel dan menaiki mobil ferarinya. Mereka menuju bandara untuk berangkat ke LA.
Briel sudah bisa berjalan normal kembali. Tetapi Briel masih tidak boleh terlalu banyak berjalan dan terlalu lelah. Pengobatannya masih berlanjut beberapa bulan ke depan untuk benar benar memperoleh hasil yang maksimal.
Jayden dan Briel sampai di bandara dan langsung naik ke jet pribadi Jayden. Jayden menggendong Briel karena menaiki tangga. Jayden sangat menjaga Briel. Briel benar benar tidak boleh kelelahan kakinya.
Kedua orang tua Briel sudah 2 kali mengunjungi Briel dan sekarang mereka juga ada di LA untuk melihat bayi bayi Ava yang sudah lahir.
"J.. Aku bisa naik sendiri.. Ini salah satu latihanku juga," kata Briel.
"No B... Aku tidak mau kau lelah," jawab Jayden.
Briel hanya tersenyum melihat Jayden yang semakin protektif padanya.
Jayden mendudukkan di sofa pesawat.
"Sayang sekali Karen tak bisa ikut," kata Briel.
"Dia akan menyusul dengan mommy dan Daddy minggu depan B," kata Jayden.
"Hmm...tapi itu masih lama," kata Briel.
"Ada aku, sayang. Aku lebih penting untukmu", protes Jayden.
"Bagaimana jika kita punya bayi nanti? Semoga kau tidak cemburu pada anak anak kita nanti J," Briel tertawa pelan.
"Apa kau siap untuk punya bayi B?" tanya Jayden sembari mengecup bibir Briel.
Briel mengangguk.
"Baiklah.. Kita akan bulan madu di california saja kalau begitu," kata Jayden dan mengecupi bibir Briel.
Briel tertawa pelan dan memeluk tubuh Jayden sambil memejamkan matanya.
"Aku mengantuk J...," lirih Briel di pelukan Jayden.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Briel dan Jayden tiba di LA. Briel langsung merebahkan dirinya di ranjang begitu mereka tiba di mansion keluarga Jayden.
Briel masih jetlag dan kepalanya pusing karena hal itu. Rencananya mereka akan pergi ke mansion Ava esok hari.
Jayden membuka baju Briel karena Briel sudah tertidur lelap.
Briel tidur lumayan lama dan Jayden membiarkannya istirahat dan tak mengganggunya sama sekali.
Keesokan harinya mereka menuju mansion Ava. Dan Ava menyambutnya dengan sangat bahagia.
"Brieeeellllll," teriak Ava dan memeluk Briel.
Ava baru diberitahu 2 hari yang lalu tentang apa yang terjadi pada Briel oleh Bella. Dan bisa dibayangkan bagaimana sedihnya Ava mendengar hal itu dan dia bahkan tak tahu sama sekali penderitaan Briel kala itu.
Ava menangis keras sembari memeluk Briel.
"Kau jahat Briel," Ava terisak.
Briel mengusap punggung Ava.
"Hei..kau sudah menjadi seorang ibu..jangan cengeng," Briel tertawa pelan.
Lalu setelah vwrbicara sebentar, Briel melihat bayi bayi lucu Ava yang usianya hampir satu bulan.
"Aaahh.. Mereka lucu sekali Ava," kata Briel sembari membelai bayi bayi Ava yang sedang tertidur nyenyak.
"Hmm..Dan aku benar benar kewalahan karena mereka..tapi aku sangat bahagia," kata Ava tersenyum.
"Cepatlah hamil, Briel. Nanti kita bisa menjodohkan anak kita bukan?" Ava tertawa begitu juga dengan Briel.
Pertemuan keluarga besar Ava dan Briel serta Andrei berlangsung dengan penuh kebahagiaan. Briel dan Jayden menginap di mansion Ava malam ini karena mereka ingin saling berbagi cerita selama tidak bertemu.
Jayden memberi ruang dan waktu pada Briel dan Ava untuk menghabiskan waktunya seharian berbagi cerita bersama.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤