
Ava dan Andrei tidur berpelukan di dalam tendanya. Ava yang belum bisa tertidur tampak mengganggu Andrei dengan memainkan wajah tampannya dengan tangannya.
"Sayang, aku mengantuk,: kata Andrei yang sudah memejamkan matanya.
"Kau menggangguku tidur tadi. Dan sekarang aku tidak bisa tidur," lirih Ava.
Andrei memegang tangan Ava dan mengecupinya.
"Kau mau kudongengkan?" tanya Andrei.
"Tidak. Aku akan memandangi wajahmu saja," Ava mengecupi bibir Andrei tanpa henti.
"Oh my ..honey. Ini di tenda. Dan kau benar benar bisa membuatku menyerangmu," kata Andrei pelan.
"Aku suka mengganggumu," Ava tertawa kecil.
Lalu Ava tetap menciumi wajah Andrei tanpa henti dan Andrei menggelitiki pinggang Ava sehingga Ava berhenti dan tertawa terbahak karena kegelian.
"Oke oke.. Aku berhenti. Please stop, Andrei," kata Ava sambil tertawa.
Dan hal itu membuat pendaki yang masih ada diluar hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Mereka memaklumi bahwa pasangan di dalam tenda itu adalah pengantin baru.
Lea yang bersandar di dada Ben terlihat datar mendengar salah satu temannya mengomentari hal itu.
Lea mengenal Andrei lumayan dekat. Andrei adalah sosok pria cuek dan masa bodoh dulu. Mendapatkannya dulu adalah sebuah kebanggaanya baginya karena Andrei tak bisa didekati sembarang wanita. Lea bahkan mengikuti hobby Andrei hiking dan kegiatan menantang lainnya.
Tetapi Andrei tetap cuek meskipun mereka pernah berpacaran. Itulah mengapa Lea akhinya menerima lamaran seorang pengusaha mapan dan mencintainya yang akhirnya menjadi suaminya kala itu.
Lea meninggalkan Andrei. Dia masih tidak tahu latar belakang Andrei dulu bahwa ternyata Andrei adalah anak dari keluarga triliuner dan terpandang di Rusia.
Melihatnya begitu mesra pada Ava sekarang membuat perasaannya sedikit terganggu.
Ben memeluk erat tubuh Lea dan mencium kepalanya. Lea mencoba menjalani hubungan dengan Ben yang sangat mencintainya meskipun dirinya belum ada perasaan apapun pada Ben.
Keesokan paginya Andrei, Ava dan rombongan teman Lea melanjutkan perjalanan mereka.
Perjalanan ini mulai sedikit menanjak dan membuat Ava kelelahan. Andrei dengan sabar menunggu Ava dan menyuruh rombongan Lea untuk naik terlebih dahulu karena Ava banyak beristirahat.
"Kau lelah sayang?" tanya Andrei melihat wajah Ava yang kelelahan.
Ava memgangguk.
"Kita turun saja kalau begitu," kata Andrei.
Ava menggeleng.
Andrei membelai rambut Ava dan mencium keningnya.
"Baiklah..ayo," kata Ava.
Andrei menggandeng tangan Ava dan berjalan pelan agar Ava bisa mengikutinya.
Didepan sudah kelihatan rombongan Lea dan tampak terlihat sedang berkerumun. Setelah mendekat Andrei melihat Lea dan Ben terlihat berdarah di bagian wajahnya.
"Ada apa?" tanya Andrei.
"Lea terjatuh lalu Ben menahannya dan ikut terjatuh. Kaki Lea sepertinya terkilir," kata teman Lea yang bernama Rob.
"I'm fine," kata Ben lalu berdiri dan mengusap darah di kepalanya memakai sapu tangannya.
Beberapa teman Lea membantu Lea bangun dan berdiri.
"Aawwww," kata Lea menahan sakit di kakinya.
"Apakah sakit sayang?" kata Ben memegang Lea.
"Kakiku sakit, Ben," kata Lea.
"Aku akan menggendongmu," kata Ben.
"Tidak Ben..kakimu juga terluka" kata Lea.
"Aku yang akan menggendongnya," kata Rob.
"Sebaiknya kau turun Lea. Karena kakimu akan semakin membengkak jika kau memaksa ke puncak," kata Andrei akhirnya.
"Ya.. Kurasa itu yang terbaik," kata Rob.
"Tapi ini hampir sampai," kata Lea berkeras.
"Sayang..kakimu lebih penting. Kita bisa kesini lagi nanti," kata Ben.
"Tidak, aku ingin sekarang Ben," kata Lea bersikeras.
"Lea..Menurutlah. Kau akan menyusahkan yang lainnya," kata Andrei.
Lea menghembuskan nafasnya keras tanda dirinya kecewa.
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN FAVORIT N HADIAH YA KAKAAAKK...🥰😘😘❤❤❤