
"Honey ... Kita makan siang dulu," bisik Andrei di telinga Ava.
"Mengapa kau selalu mengganggu tidurku?" kata Ava malas dengan mata terpejam.
Andrei menciumi wajah Ava seperti biasanya jika dia membangunkan Ava. Andrei bahkan menjilat pipi Ava dan menggigitnya karena pipi Ava memang sedikit chubby.
"Andreeiiii... Stop it," Ava merengek dan menutup wajahnya dengan bantal.
Andrei tak punya pilihan selain menggendong Ava dan membawanya keluar kamar.
"Oh my God," kesal Ava.
"Kau harus makan, Honey. Karena Daddymu akan menuntutku jika kau sampai sakit," kata Andrei sembari tertawa kecil.
Ava tetap tak mau bangun dan tidur di pelukan Andrei dengan tangan melingkar di leher Andrei.
Lea dan Ben sudah ada di restoran dan melihat Andrei menggendong Ava yang tertidur.
"Dia sangat manja sekali," gumam Lea sembari memakan makan siangnya.
"Laki laki suka jika wanitanya manja, Sayang. Aku suka jika kau manja padaku," kata Ben tersenyum.
"Oh no. Aku tidak akan norak seperti itu," kata Lea.
"Kau cemburu melihatnya? Kau masih menyukainya?" tanya Ben sedikit tak suka.
Lea melihat ke arah Ben.
"What?? Come on ... Itu sangat lucu sekali dan jikapun aku masih menyukainya itu hakku, Ben," bentak Lea dan beranjak dari kursinya.
Ben menahan tangan Lea.
"I'm sorry. Duduklah, makananmu belum habis," kata Ben pelan dan berusaha tak membuat pertengakaran.
Lea akhirnya duduk kembali tetapi tak menghabiskan makanannya karena masih kesal.
Ava dan Andrei duduk di sofa dengan Ava yang masih tidur meringkuk dengan kepala diatas paha Andrei.
Andrei membiarkannya sampai makanan mereka tiba.
15 menit kemudian, makanan merekapun tiba dan Ava akhirnya terbangun setelah Andrei menggelitiki pinggangnya.
Ava makan dengan wajah cemberut karena tidak suka tidurnya terganggu.
"Kau marah padaku, Honey?" Andrei melihat wajah Ava yang masih cemberut dan ketus pada Andrei.
Ava hanya menggeleng.
Setelah makan, Ava kembali ceria dan memasang senyum cantiknya lagi pada Andrei. Rasa kenyang membuat moodnya membaik.
Ava meminum minuman segarnya dan menghabiskannya sekaligus lalu memintanya lagi pada pelayan.
"Honey..kau terlalu banyak minum minuman dingin sejak kemarin..minum air putih saja oke?!", kata Andrei.
"Aku ingin yang manis dan segar, Andrei. Jangan mencegahku," kata Ava meminum kembali minumannya yang sudah dibawakan oleh pelayan.
Setelah itu, Ava pergi ke toilet restoran sedangkan Andrei bergabung dengan Rob dan teman teman lainnya.
Ava bertemu Lea di toilet ketika dirinya keluar dari sana.
"Bagaimana kakimu, Lea?" tanya Ava yang melihat Lea masih terpincang pincang jika berjalan.
"Sudah membaik," jawab Lea dengan senyum samar dan terlihat malas.
"Apa perlu kubantu? Aku takut kau terpeleset," kata Ava.
"Tidak perlu, aku sangat mandiri dan aku bukan orang cacat," kata Lea sedikit ketus.
"Ah maaf, aku tidak bermaksud menyinggungmu. Aku hanya ingin membantu," kata Ava.
"Aku bukan wanita manja, Ava. Aku tak sepertimu," sindir Lea.
"Apa maksudmu?" Ava mulai tersulut emosinya mendengar sindiran Lea.
"Sudahlah, aku akan ke toilet," kata Lea tak mempedulikan Ava.
"Wait, apa kau tidak suka melihatku dan Andrei?Kau cemburu padaku?" tanya Ava yang memang selalu to the point.
Lea menoleh pada Ava dan tersenyum mengejek.
"Aku? Cemburu padamu? Itu tidak mungkin. Nilai plusmu hanya cantik saja. Tidakkah kau menyadari itu?" kata Lea meremehkan.
Ava tertawa mendengar ucapan Lea.
"Mengacalah, Lea. Kau masih jauh di bawahku. Itulah kenapa Andrei memilihku," Ava sengaja menyombongkan dirinya agar Lea kesal.
Ava pergi dari hadapan Lea dan Lea terlihat sangat kesal dengan ucapan Ava yang terlihat sangat menghinanya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN FAVORIT VOTE HADIAH YAAA❤❤❤❤