
Jason dan Jayden tiba di ranch. Jason melangkah masuk ke dalam rumah diikuti oleh Jayden dibalakangnya.
Maria ada di ruang tamu menunggu mereka datang.
"Ah sayang..akhirnya", kata Maria dengan suara pelan lalu memeluk Jayden.
"Terima kasih nak", kata Maria pada Jayden.
"Dimana Briel aunty?", tanya Jayden.
"Dia ada di kamar seperti biasa", kata Maria lalu menunjuk ke arah kamar Briel yang ada di ujung lorong.
"Baiklah..aku akan menemuinya", kata Jayden pelan.
Dengan perlahan Jayden melangkah menuju kamar Briel. Kemudian Jayden membuka pelan pintu kamar Briel. Briel tampak sedang membaca buku di depan jendela yang mengarah ke taman belakang.
Briel duduk diatas kursi roda dengan kaki yang ditutup selimut bulu. Rambut merahnya tersisir rapi dan mulai terlihat panjang.
Jayden sangat merindukan Briel. Kemudian Jayden masuk ke kamar Briel dan menutup pintunya.
"Ya mom? apakah sudah waktunya minum obat?", tanyanya pelan tanpa melihat ke arah pintu.
Karena tak ada jawaban, Briel menutup bukunya dan membalikkan kursi rodanya. Briel sangat terkejut melihat sosok Jayden dihadapannya.
Suara Briel tercekat dan tak bisa berkata apapun.
"Jangan mengusirku B", kata Jayden akhirnya.
"Apa yang kau lakukan disini?pergilah", kata Briel dingin dan membalikkan lagi kursi rodanya tetapi Jayden menahannya.
Jayden berlutut di hadapan Briel.
Briel menjauhkan tangan Jayden dari lututnya.
"Don't touch me...jangan mendekatiku..go away J", teriak Briel dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Jayden tak membiarkan Briel menjauh darinya. Dia menahan kursi roda Briel agar tak mundur.
"Kau meremehkan cintaku B?", lirih Jayden dan menggenggam tangan Briel.
"Jangan mengasihaniku J..aku sadar bahwa aku hanya gadis cacat sekarang..pergilah ..aku membebaskanmu...pergiiii", teriak Briel dan menutup wajahnya karena air matanya telah tumpah.
"Kau mencintaiku B?", tanya Jayden.
Briel tak menjawab dengan mata yang masih berlinang air mata. Jayden menghapus air mata itu dengan tangannya.
"Listen to me..I love you..i love you so much..dengan kau seperti ini kau meremehkan cintaku B..kau membuat hatiku sakit.. apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkanmu..aku akan membawamu pergi dari sini..aku akan tetap menikahimu meskipun kau menolaknya..sudah kubilang bukan?kau milikku B..hanya milikku..tak ada yang boleh mengambilmu dariku bahkan itu dirimu sendiri", kata Jayden menciumi bibir Briel.
Briel mulai menangis dan mencoba percaya apa yang dikatakan Jayden meskipun itu sangat sulit baginya karena rasa rendah diri Briel sangat kuat saat ini.
"Aku tidak akan bisa..aku bahkan belum bisa menerima keadaanku J", kata Briel sambil menangis sesenggukan.
Jayden memeluknya kemudian menciumi wajah Briel dengan lembut.
"I love you B..jangan tinggalkan aku lagi..aku bisa gila tanpamu..kau tahu itu?", kata Jayden lembut.
"Kita akan menikah secepatnya..dan aku akan membawamu ke Moscow..aku tidak ingin berpisah lagi denganmu..aku akan menculikmu jika kau masih keras kepala", Jayden mengecup bibir Briel.
"Aku akan menyusahkanmu", kata Briel yang masih sesenggukan.
"Oh God..kau tahu apa yang membuatku susah? kehilanganmu B..kehilanganmu lebih membuatku susah", Jayden memeluk tubuh Briel dengan erat.
Jayden mengangkat tubuh Briel kemudian Jayden duduk diranjang dengan posisi tetap memeluk tubuh Briel di pangkuannya.
"Aku sangat merindukanmu", lirih Jayden.
Briel memeluk Jayden sembari masih menangis sesenggukan. Dia tak bisa menghentikan tangisannya.
Mereka saling berpelukan dalam waktu yang lama sampai akhirnya Briel merasa tenang. Jayden mengusap lembut punggung Briel. Mereka sama sama terdiam menikmati pertemuan yang dramatis ini.
"Kau harus mengikuti pengobatan yang disarankan dokter B..apapun hasilnya aku akan selalu disampingmu", kata Jayden.
"Bagaimana jika aku tak akan pernah sembuh dan kau bosan padaku? aku tidak ingin kau membuang waktumu untukku J.. hubungan kita masih baru dan belum terlalu lama..aku tidak yakin dengan hal ini.", kata Briel lirih.
"Ya Tuhan..bagaimana lagi aku meyakinkan gadis keras kepala ini..listen baby.. it's not about how long we've been together..but how deep our love is (ini bukan tentang berapa lama kita bersama tetapi seberapa dalam cinta kita) ...i love you B..yakinlah dengan hal itu", kata Jayden penuh keyakinan.
Perasaan Briel sedikit lega dengan kedatangan dan ucapan Jayden. Suasana hatinya mulai membaik meskipun masih ada rasa khawatir di dalam hatinya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤