MY SEXY BRIDE

MY SEXY BRIDE
#75 (extra part Briel dan Jayden)



Keesokan paginya, Briel mendatangi kamar Jayden. Dia tak melihat Jayden disana. Lalu Briel turun kebawah dan melihat Jayden sedang berkutat dengan laptopnya di atas sofa ruang tengah.



Jayden tampak segar dan tampan dengan wajah yang sangat serius menatap ke arah laptopnya. Dia bahkan tak mendengar kedatangan Briel di dekatnya.


Briel kemudian mencium tengkuk leher Jayden dan menghirup wangi maskulin disana.


"Good morning", bisik Briel.


"Kau sudah bangun...ayo kita makan pagi", kata Jayden sembari menutup laptopnya dan menaruhnya di meja.


Jayden kemudian turun dari sofa dan mencium bibir Briel yang sekarang menjadi candunya.


Lalu Jayden menggandeng tangan Briel menuju meja makan yang sudah diisi banyak makanan disana.


"Kau bekerja hari ini J?", tanya Briel.


"Hmm..aku ada meeting penting hari ini", jawab Jayden.


Mereka pun makan pagi bersama dengan canda tawa bersama.


Setelah selesai makan pagi, Jayden mengambil jasnya dan mengantar Briel pulang ke apartemennya.


"Apakah Ava dan Andrei belum kembali?", tanya Jayden.


"Entahlah..Ava bilang mereka semakin jauh melancong...Syukurlah Ava memiliki tubuh yang kuat", jawab Briel.


"Nanti sore, datanglah ke kantorku..kita makan malam bersama..aku akan menyuruh sopir menjemputmu", kata Jayden.


"Hmm..baiklah", jawab Briel mengangguk dan tersenyum.


Setelah mengantar Briel pulang, Jayden melanjutkan perjalanannya ke perusahaan.


Briel seharian ini mengerjakan design untuk proyek barunya yang sudah berjalan 30%. Briel mengerjakannya di apartemen. Dia tak perlu ke perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Briel sampai melupakan makan siangnya karena terlalu fokus dengan pekerjaannya. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Briel beranjak dari kursinya lalu memakai celana dan coatnya.


Briel keluar dari apartemennya menuju cafe di seberang jalan untuk mengisi perutnya. Dia tak tahan menunggu makan malam karena sudah sangat lapar.


Briel memakan makanan porsi besarnya kemudian meminum milkshake coklatnya. Wajahnya tampak mengantuk dan memandang ke arah luar jendela.


"Dimana gadis nakal ini", gumam Jayden.


Pasalnya sang supir sudah menjemput Briel ke apartemennya.


Briel baru kembali ke apartemennya setelah mampir ke minimarket sebentar. Briel bahkan lupa kalau dia akan makan malam dengan Jayden.


Setibanya di apartemen, Briel kaget melihat Jayden sudah duduk di sofanya dengan wajah kesal.


"Kau tahu berapa lama aku menunggumu?", kesal Jayden.


"Ya Tuhan..aku benar benar lupa..maaf", kata Briel kemudian langsung memeluk Jayden agar Jayden tak marah.


"Kau benar benar membuatku kesal B", kata Jayden dengan mode dinginnya.


"Ya..ya..ya..aku salah..maafkan aku..cup cup cup", Briel merayu Jayden dengan menciumi bibirnya bertubi tubi.


Jayden tak bisa mengabaikan Briel dan kelakuan Briel membuat kemarahannya menguap begitu saja.


"Aahhh..menyebalkan..seharusnya aku sangat marah padamu", gumam Jayden dan mencium gemas bibir Briel.


"Aku sangat pintar merayu..dan merayumu adalah pekerjaan yang sangat mudah J", Briel tertawa pelan.


"Dari mana saja kau tadi hmm?", tanya Jayden.


"Aku makan di cafe seberang lalu ke minimarket sebentar", jawab Briel.


"Jadi kau sudah makan?", tanya Jayden.


Briel mengangguk.


"Aku lupa makan siang tadi karena sibuk bekerja..jadi aku benar benar kelaparan tadi..sorry..tapi aku akan tetap menemanimu makan malam", kata Briel.


"Baiklah..ayo", kata Jayden.


"Wait..aku ganti baju dulu", lalu Briel beranjak dari pangkuan Jayden dan masuk ke kamarnya untuk berganti baju.