
"Briel.. Kemarilah," panggil Ava.
"Hmm..ada apa?" tanya Briel yang sibuk memakan kuenya.
"Bukankah aku sudah menyiapkan baju cantik untukmu? Mengapa kau tetap memakai ini? Ah kau menyebalkan," kata Ava.
"Ava.. Aku akan susah berjalan jika memakai baju yang kau beri.. Aku lebih suka celana ini," kata Briel dengan mulut yang penuh makanan.
Ava dan Briel bisa dibilang memiliki sifat yang hampir sama. Sama sama cuek dan tak terlalu peduli dengan pemikiran orang orang tentang mereka. Tetapi Briel lebih menyerupai anak laki laki. Berbeda dengan Ava yang masih suka tampil feminin.
"Ck.. Lihatlah rambutmu. Mengapa kau memotongnya lagi? Bukankah kemarin sudah panjang?" kesal Ava.
Ava ingin Briel bisa menemukan jodohnya disini yang notabene didatangi oleh pria pria tampan dan mapan.
"Ava.. Please. Don't disturb me. Nikmati pestamu. Bye baby," kata Briel meninggalkan Ava.
Andrei tampak berbincang dengan kerabat dan sahabat daddynya.
Briel yang sibuk makan kuenya tak melihat ada seseorang di depannya dan menabraknya.
"Ah..maaf. Aku tak melihatmu," kata Briel santai.
"Hmm.. No problem," jawab suara berat itu.
Briel yang awalnya sibuk mengambil kuenya yang jatuh akhirnya menoleh keatas asal suara berat itu datang.
'Tampan...ah berarti aku masih normal,' batin Briel.
"Aku akan mengambilkanmu kue lagi," kata pria itu.
"Ah tidak tidak. Aku akan mengambilnya sendiri. Maaf," kata Briel menunduk.
"Aku Jayden," pria tampan itu tersenyum.
"Aku Briel, sepupu Ava," jawab Briel tersenyum cantik dan sedikit kaku.
"J... Kemarilah," seorang wanita paruh baya memanggilnya.
Jayden menoleh dan mengangguk.
"Senang berkenalan denganmu, permisi," kata Jayden.
"Ya.. Sama sama," kata Briel tersenyum.
Acara berlangsung lancar dan semua yang hadir tampak bahagia.
Ava berdansa mesra bersama Andrei. Ava juga sempat menyumbangkan suara merdunya dan mempersembahkan nyanyian indah itu untuk Andrei.
"Mereka romantis sekali, Aunty," Briel merangkul Bella.
"Cepatlah menikah dan rubah penampilanmu itu, sayang," kata Bella.
"Aku ingin mencari pria yang mencintaiku apa adanya.. Dimana aku harus mencarinya?" kata Briel lemas.
Bella tertawa dan mengacak acak rambut pendek Briel. Bella sudah menganggap Briel seperti putrinya sendiri karena sejak kecil Briel sering bermain di mansionnya.
Musik beat akhirnya diputar dan kali ini hampir semua yang hadir ikut berdansa gembira.
Ava menarik Briel dan mengajaknya berdansa bersamanya. Briel dan Ava suka ke club bersama dan mereka selalu sedikit gila jika sudah menari.
Rambut Ava sudah tergerai indah begitu pula rambut Briel yang sudah terlihat acak acakan karena Ava selalu mengacaknya gemas.
Mereka tertawa bersama. Andrei menikmati minumannya bersama beberapa temannya dan bahagia melihat Ava yang terlihat gembira.
"Briel, aku capek. Aku akan mencari Andrei dulu," kata Ava.
Briel mengangguk dan melanjutkan tarian gilanya bersama tamu yang lain hingga akhirnya tubuhnya menabrak seseorang dibelakangnya.
"Aawwww," teriak Briel ketika dirinya akan terjatuh tetapi ada tangan yang menariknya.
'Pria tampan tadi..ah ya Jayden,' batin Briel melihat Jayden.
"Kurasa kau terlalu bersemangat, Briel," kata Jayden.
'Dia masih ingat namaku,' batin Briel senang.
"Maaf... Aku menabrakmu lagi. Hehehee," Briel memperlihatkan senyum lebarnya.
"Kita menari bersama?" tawar Jayden.
"Okeeeyyy.. Lets dance together," teriak Briel semangat.
Dan merekapun menari bersama. Briel terlihat asyik menyanyi mengikuti lagu yang diputar dan menghadap pada Jayden. Jayden tertawa melihat tingkah Briel yang benar benar bersemangat dan terkesan cuek.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VITE FAVORIT YAAAA..❤❤❤❤❤