
Fay dan James mulai menjelaskan pada Karen apa yang terjadi pada Briel. Dan bisa dibayangkan bagaimana shock dan sedihnya Karen.
Karena hal itulah membuat Karen menangis seharian. Dia mulai menyiapkan hatinya untuk bertemu Briel agar tak terlihat sedih didepan Briel meskipun itu hal yang sulit dilakukan.
Dan besok, mereka akan mengunjungi mansion Jayden untuk bertemu Briel.
Hari ini, Briel hanya sebentar menjalani terapi. Setelah dari rumah sakit, Briel dan Jayden tidak ke mansion, tetapi ke apartemen mewah milik Jayden di tengah kota.
Briel duduk di depan jendela kaca sembari menikmati coklat hangatnya.
Jayden menghampiri Briel dan mencium bahu mulusnya.
"Kau tidak ingin makan sesuatu B?", tanya Jayden.
"Tidak..oiya apakah Karen jadi datang besok?", tanya Briel.
"Ya..dan jangan mengabaikanku ketika ada Karen..aku akan sangat cemburu", Jayden memeluk tubuh Briel dari belakang dan menyandarkan tubuh Briel didadanya.
Briel tertawa sembari membelai pipi Jayden.
"Terima kasih J..i love you", lirih Briel dan menggenggam tangan Jayden yang melingkar diperutnya.
"I love you too..", Jayden mencium leher Briel.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Keesokan harinya, Karen, Fay dan James datang ke mansion Jayden. Suasana haru dan bahagia menyertai pertemuan itu.
Dan akhirnya Karen tak bisa menahan air matanya meskipun dia sudah berusaha kuat.
Karen memeluk erat Briel yang duduk dikursi roda.
"Kau jahat Briel...i hate you", kata Karen dengan terisak.
Briel justru yang menenangkan Karen dengan mengusap punggungnya pelan.
Briel tertaaa pelan melihat Karen yang tidak bisa berhenti menangis.
"Jangan menertawakanku Briel..kau menyebalkan", kata Karen.
Briel menghapus air mata Karen.
"Aku baik baik saja Karen...Jayden selalu menjagaku", kata Briel tersenyum.
Jayden yang ada dibelakangnya langsung menjitak kepala Karen.
"Kakaaakkk", teriak Karen.
Setelah acara ramah tamah dan pertemuan bahagia itu, mereka berkumpul di sofa ruang tengah.
Briel kembali tersenyum dan bahagia. Jayden senang melihatnya. Briel sekarang sudah menerima keadaannya. Jayden selalu mendukungnya.
Karen memutuskan untuk tinggal di mansion Jayden untuk menemani Briel. Dengan begitu, Jayden bisa meninggalkan Briel dengan tenang jika dia harus ke perusahaan.
"Kak..besok aku yang akan menemani Briel terapi", kata Karen.
"Baiklah", jawab Jayden.
Briel senang Karen akan tinggal bersamanya. Meskipun Jayden selalu menemaninya tetapi kehadiran Karen berbeda karena dia bisa membicarakan tentang masalah sesama wanita bersama Karen.
"Ingat B..jangan mengabaikanku", kata Jayden mengingatkan.
Briel tertawa pelan dan mencium pipinya.
"Aahh..aku akan melihat hal seperti ini setiap hari..menyebalkan", kata Karen.
Fay dan James hanya tertawa. Mereka bahagia keluarga mereka utuh dan rukun. Mereka juga selalu berdoa agar Briel cepat sembuh dan berjalan kembali.
Fay dan James pulang dari mansion Jayden menjelang malam. Sedangkan Karen tetap disana.
Besok dia dan Briel akan pergi bersama ke rumah sakit untuk terapi.
Kini Briel dan Jayden tampak berbaring di ranjang kingsize mereka.
"Kau belum tidur baby?", tanya Jayden yang melihat Briel masih membuka matanya dan menatap langit langit kamar.
"Beberapa hari yang lalu aku berkonsultasi pada dokter J ketika kau tak mengantarku terapi", kata Briel.
"Kau berkonsultasi apa B?apa sesuatu yang serius?", tanya Jayden.
"Hmm", jawab Briel.
"Ada apa B?apa ada yang kau rasakan dengan kakimu?", tanya Jayden serius.
"Tidak bukan itu..kakiku sudah bisa mulai menerima rangsangan meskipun hanya sedikit", jawab Briel.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤