MY SEXY BRIDE

MY SEXY BRIDE
#90 (extra part Briel dan Jayden)



Selama sebulan ini Karen rutin menemani Briel terapi di rumah sakit. Karen sebenarnya sedang belajar mengurus perusahaan di kantor Jayden. Hanya saja, Karen terlalu banyak bersantai dan bermain main.


Akhirnya dia memutuskan untuk menemani Briel terapi sampai sembuh. Apalagi sekarang Briel mengalami perkembangan yang signifikan. Briel bisa berdiri meskipun belum bisa melangkah.


Semangatnya untuk bisa berjalan lagi sangat tinggi. Didukung dengan tenaga dokter dan terapis yang sangat bagus membuat dirinya yakin bahwa Briel akan bisa segera berjalan kembali.


Briel ditangani oleh 5 dokter ternama sekaligus. Bahkan ada yang didatangkan dari Jerman dan Amerika.


Hari ini dokter yang berasal dari Jerman digantikan oleh dokter lain yang berasal dari Jerman juga.


"Halo Nyonya..kenalkan aku dokter baru anda menggantikan dokter Hanz.. namaku Alrich", kata dokter tampan itu.


"Senang bertemu denganmu dokter ..semoga kau bisa membantuku berjalan lagi secepatnya", kata Briel tersenyum.


Al membalasnya dengan senyuman menawannya. Karen tampak terpesona melihat dokter tampan itu.


"Berapa usiamu?", tanya Karen tiba tiba.


Briel dan Al melihat Karen.


"Usiaku?", tanya Al.


"Ya..usiamu..kau terlihat masih muda untuk ukuran seorang profesor", kata Karen.


"Usiaku 30 tahun", jawab Al.


"Apa kau sudah menikah?", tanya Karen lagi.


"Karen..are you crazy?", bisik Briel.


"Aku pernah menikah..tapi sekarang sudah bercerai", jawab Al.


"Ah..good", kata Karen reflek.


"Karen", panggil Briel.


"What??aku hanya bertanya saja Briel..dia akan menjadi salah satu dokter pribadimu..kak J mempercayakan aku untuk mengawasi semua doktermu apalagi yang tampan", kata Karen cuek.


Al tampak tersenyum mendengar ucapan Karen.


"Dasar gadis gila", bisik Briel pada Karen.


Karen menjulurkan lidahnya pada Briel dan Al tertawa pelan melihat itu.


"Jangan dengarkan dia..dia memang sedikit gila", kata Briel.


"Briel..akan kulempar kau", protes Karen.


"Baiklah..ayo kita langsung masuk saja..sekarang adalah sesiku", kata Al dengan sopan.


"Terima kasih dokter", kata Briel.


Selama terapi, Al hanya menginstruksikan kepada perawat yang menangani Briel. Karen menunggu sembari terus melihat ke arah Alrich.


"Dia benar benar tampan..ya Tuhan..aku akan betah jika tiap hari melihat pemandangan seperti ini..apa aku harus mendekatinya?tapi dia seorang duda..apakah dia punya anak?aku jadi kepo dengan kehidupannya..ya aku harus mencari tahu tentang si tampan itu", gumam Karen pelan dengan dagu menopang di satu tangannya.


Ketika berganti sesi dengan dokter yang lain, Karen menghampiri Al.


"Dokter..tunggu", kata Karen.


Al menoleh pada Karen.


"Ada apa nona?", tanya Al.


"Panggil saja aku Karen..aku ingin bertanya lagi..apa kau marah jika aku bertanya sesuatu yang pribadi?", tanya Karen.


"Tidak..bertanyalah", kata Al santai.


Alrich memang dokter yang terkenal humble dan baik. Tak heran jika dia menjadi dokter favorit di rumah sakit ini meskipun dia baru disini selama 3 hari.


"Apa kau punya anak?", tanya Karen to the point.


Al tampak heran dengan pertanyaan Karen.


"Tidak..aku belum punya anak..mengapa?", tanya Al.


"Aku hanya ingin tahu saja..baiklah..bye", kata Karen tersenyum.


Al pun tersenyum dan pamit pergi.


"Baiklah..aku akan mencari cara mendekatinya", gumam Karen pelan sambil tersenyum nakal.


JANGAN LUPA LIKE KOMEB VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤