
Ava seharian ini bersama Briel. Dan malam ini Ava memaksa Briel untuk menginap di mansionnya. Briel pun tak bisa menolak keinginan Ava apalagi Ava sekarang sedang mengandung.
Andrei, Ava dan Briel tampak makan malam bersama.
"Briel..aku akan ke Moscow beberapa hari lagi..ikutlah", kata Ava.
"Ava..aku kesini bukan untuk berlibur..tapi be-ker-ja", kata Briel.
"Daddy akan mengizinkanmu", jawab Ava.
"Aahh..kau selalu saja..aku tidak bisa mengabaikan tugas dari uncle", kata Briel.
"Tidak..kau tetap harus ikut..ya kan Andrei?," Ava mencari dukungan Andrei.
"Hmm..ikutlah Briel..kami hanya satu minggu saja disana..tidak lama", kata Andrei.
Briel tampak berpikir sebentar.
"Ok ok...aku tak bisa menolak keinginanmu yang selalu memaksaku Ava..dasar gadis menyebalkan", kata Briel.
"Yaaa..kita sama sama menyebalkan Briel..ingat itu", Ava tertawa pelan.
Setelah makan malam, Ava langsung masuk ke kamar bersamma Andrei. Dia sudahbbenar benar mengantuk dan ingin tidur secepatnya.
Andrei memeluk Ava dari belakang dan tangannya mengusap perut Ava yang masih rata.
"Andrei..apakah perutku nanti akan sangat membesar..aku tidah bisa membayangkan di dalam perutku ada 4 bayi sekaligus", kata Ava.
"Tentu saja honey..perutmu pasti membesar lebih banyak daripada ibu hamil pada umumnya..jadi jangan terlalu banyak bergerak..aku akan selalu menjagamu..cup cup", jawab Andrei sembari mengecup pipi chubby Ava.
Ava berbalik dan menghadap wajah Andrei.
"Jika aku gemuk, apa kau masih menyukaiku?", lirih Ava.
Andrei tertawa mendengar ucapan Ava.
"Aku akan selalu mencintaimu honey...kau memberikan hadiah terindah untukku.. priceless gift", jawab Andrei dan mencium bibir Ava.
Ava tersenyum dan memeluk Andrei dalam tidurnya. Dia merasa sangat bahagia saat ini. Kebahagiaanya semakin lengkap dengan kehadiran calon bayi bayinya di dalam rahimnya.
"I love you too honey", Andrei mengusap lembut punggung Ava. Dan mereka pun tertidur bersama.
Ava terbangun ditengah malam karena lapar. Ava beranjak dari ranjang dan menuju dapur. Ava selalu siap cake dan kue di kulkas dan meja meja makannya.
Ava mengambil 2 potong kue dan susu coklat lalu membawanya kembali ke kamar.
Ava makan dengan lahap sembari berselancar di dunia maya dengan ponselnya.
Andrei terbangun dan melihat Ava makan di sebelahnya.
"Honey..apa kau kelaparan?", tanya Andrei dengan suara seraknya.
"Hmm...bayi bayiku membuatku kelaparan", kata Ava dengan mulut penuh cake.
"Seharusnya kau membangunkanku honey..aku akan menemanimu", Andrei bangun dan duduk di sebelah Ava dengan mata masih mengantuk.
"Tidurlah..besok kau bekerja bukan?aku tidak ingin mengganggu tidurmu", jawab Ava tersenyum.
Andrei mencium kening Ava.
"Sudah kubilang bukan?aku suka kau yang merepotkan..repotkan aku", Andrei kemudian berbaring di sebelah Ava dan memeluk pinggang Ava yang sedang duduk.
Ava tertawa pelan dan melanjutkan makannya.
Andeei memejamkan matanya sembari mengusap usap perut Ava.
"I love you baby", lirih Andrei.
"Tidurlah Andrei...aku akan membangunkanmu jika aku butuh sesuatu", kata Ava.
"Hmm..", jawab Andrei singkat dengan tangan masih mengusap lembut perut Ava yang masih rata.
Setelah makan cake, Ava tak langsung tidur. Dia masih menonton film dikamarnya. Dia bersender di senderan ranjang sembari memakan keripik kentang kesukaannya. Sampai akhirnya Ava baru tertidur jam 5 pagi.
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT KOMEN HADIAH YAAA....❤❤❤❤