
Ava terbangun di pagi hari dengan pusing di kepalanya mungkin karena tidur terlalu malam. Semalam Ava dan Andrei menghabiskan waktunya menonton film dan bercinta tentunya. Dan mereka baru tidur jam 2 dini hari.
Ava membangunkan Andrei dengan menggerakkan lengannya.
"Ada apa, Sayang?" tanya Andrei dengan suara serak.
"Kepalaku sangat pusing. Tolong ambilkan obat untukku," kata Ava sambil memegang kepalanya.
Andrei langsung bangun dan memegang kepala Ava.
"Apakah sakit sekali?" Andrei mengecup kepala Ava.
"Hmm, pusing ini sampai membuatku mual," Ava masih memegang kepalanya yang pusing.
Andrei mulai mencerna apa yang dikatakan Ava.
"Apa kau sedang hamil, Sayang?" tanya Andrei.
Andrei pria yang peka dan dia tahu bagaimana tanda tanda wanita hamil. Dia mengetahui ini dari sang adik Irena ketika dirinya sedang hamil.
Ava mencerna ucapan Andrei dan menatapnya.
"Mungkinkah? Aku baru sadar kalau aku belum datang bulan," kata Ava yang masih memegang kepalanya.
Andrei menciumi wajah Ava dan beranjak dari ranjang.
"Aku akan ke apotik membeli testpack," kata Andrei segera ke kamar mandi meskipun dirinya masih mengantuk.
Ava tertawa kecil melihat gerak cepat Andrei.
Tak lama, Andrei keluar dari kamar mandi dan berganti baju.
"Wait ... Aku akan membelinya sebentar," Andrei mencium bibir Ava.
"Kau bisa menyuruh pelayan untuk membelinya, Andrei," kata Ava.
"Tidak, aku ingin membelinya sendiri," jawab Andrei dan mengecup bibir Ava lagi lalu berpamitan pergi.
Setengah jam berlalu, Andrei datang dan menyuruh Ava untuk mengeceknya di kamar mandi. Dia menunggu di luar kamar mandi.
Ava keluar dari kamar mandi dengan wajah lesu dan menghampiri Andrei.
"Maaf," katanya pada Andrei.
"Tidak masalah, Sayang. I love you. Kita baru saja menikah. Kita masih punya banyak waktu untuk membuatnya," kata Andrei tertawa pelan sembari membelai rambut panjang Ava yang halus.
"Sorry, kurasa kau tidak akan bisa berpetualang dalam waktu yang lama, karena kau harus menjagaku selama 9 bulan, Honey," ucap Ava di telinga Andrei dengan senyum cantiknya.
Andrei melepaskan pelukannya dan melihat wajah Ava.
"Oh God, kau mempermainkanku, Baby?" kata Andrei dan mencium bibir Ava bertubi tubi.
Ava dan Andrei tertawa bahagia dan mereka saling berpelukan.
"Aku akan tetap membawamu berpetualang, Sayang. Agar bayi kita sudah terlatih sejak dalam kandungan, right?" kata Andrei tersenyum.
"Aku akan sangat sangat sangat merepotkanmu," kata Ava.
"Aku lebih suka kau yang merepotkan, Sayang," kata Andrei mencium bibir Ava lama.
Kemudian Andrei membawa Ava ke kamar mandi dan memandikan Ava.
"Andrei, aku bukan anak kecil dan aku bisa mandi sendiri," kata Ava heran.
"Aku tidak ingin kau terpeleset, Sayang," kata Andrei membuka pakaian Ava.
"Ya Tuhan, aku benar benar seperti bayi saja," kata Ava yang melihat Andrei membawanya ke bawah shower.
Andrei terpaksa mandi lagi karena tubuhnya basah terkena shower.
Ava tentu saja senang dengan perhatian yang diberikan Andrei padanya meskipun menurutnya ini terlalu berlebihan.
Setelah itu, mereka memberitahukan tentang kehamilan Ava pada seluruh anggota keluarga. Mereka menyambutnya bahagia.
Siang harinya, Andrei langsung membawa Ava ke dokter kandungan. Dokter mengatakan bahwa kandungan Ava sangat sehat dan sudah berjalan hampir 2 bulan.
Kali ini gen Sera menurun pada Andrei.
Dokter menjelaskan ada 4 titik di rahim Ava dan itu artinya Ava hamil bayi kembar.
Andrei dan Ava tentu saja sangat bahagia sekaligus terkejut akan hal ini. Kebahagiaan mereka menjadi berlipat ganda.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN FAVORIT VOTE YAAA...KASIH HADIAH BOLEH BANGEETT.. 🥰🥰😘😘😘