
Setelah mandi pagi, Ava dan Andrei langsung menuju restoran. Wajah Ava tampak segar dan berseri seri. Andrei selalu berada di sampingnya.
Ava memesan segelas minuman dingin karena dia merasa sedikit haus dan ingin minum minuman segar.
Ava dan Andrei menghampiri meja teman teman Ben berkumpul. Disana juga ada Lea dan Ben. Andrei menyapa mereka begitu juga dengan Ava.
Ava langsung duduk begitu Andrei menyiapkan kursi untuknya.
Ava menghabiskan es jus mangganya yang terasa segar di tenggorokannya.
"Honey, kau belum makan apapun. Perutmu akan sakit jika kau langsung minum es itu," kata Andrei.
"Aku benar benar haus, Andrei. Dan aku merasa selalu kehausan. Hari ini sangat panas padahal ini masih belum siang," kata Ava yang masih meminum es jusnya.
Andrei mengacak rambut halus Ava dan mencium kepalanya. Dan orang orang yang ada didekat mereka kini sudah terbiasa melihat kebucinan Andrei pada Ava. Mereka hanya bisa tersenyum.
Andrei tak menanyakan keadaan Lea meskipun Lea ada didepannya. Sejak tadi Lea selalu melihat ke arah Andrei. Andrei tidak ingin Ava berpikiran macam macam.
"Menginaplah beberapa hari disini," kata Andrei.
"Terima kasih tawaranmu Andrei. Tapi kami akan melanjutkan perjalanan kami yang sudah direncanakan sebelumnya," kata Rob.
"Kalian akan pergi kapan?".tanya Ava.
"Mungkin nanti sore," jawab Ben.
"Ah ya. Bagaimana kaki Lea? Apakah sudah sembuh?" tanya Ava.
"Ya sudah, terima kasih bantuannya," kata Ben tersenyum.
"Syukurlah," Ava tersenyum cantik melihat Lea dan Lea hanya membalasnya dengan tersenyum samar.
Setelah makan pagi, Ava dan Andrei berjalan di sekitar resort.
"Hari ini memang terasa sangat panas. Ayo kita masuk saja, Honey," kata Andrei.
"Tunggu sebentar lagi. Kita kesana sebentar," Ava menunjuk sebuah ayunan dibawah pohon besar.
"Kau yang membuat itu?" tanya Ava sembari berjalan.
"Hmm, Iren yang memintanya dulu," kata Andrei.
"Ah untung saja tidak banyak wanita disini. Kau terlalu seksi, Sayang," kata Ava.
Andrei tertawa kecil dan mendorong ayunan yang dinaiki Ava. Andrei tak mendorongnya dari belakang tetapi justru dari depan.
Setiap ayunan Ava menuju ke arahnya Andrei mengecup bibir Ava. Dan Ava selalu tertawa ketika Andrei akan menangkap ayunannya.
"I love you, Handsome," kata Ava tersenyum.
"I love you too, Beautiful," jawab Andrei.
Setelah puas bermain ayunan, Ava dan Andrei kembali ke resort. Ava kembali memesan minuman dingin dan manis untuk membasahi tenggorokannya yang kering.
Ingin rasanya Ava berenang tapi dia malas berbasah basahan. Saat ini Andrei dan Ava duduk di sofa yang menghadap kolam renang.
"Berapa lama kita disini, Andrei?" tanya Ava yang sekarang menyandar di dada bidang Andrei.
"Besok kita ke kota sebelah. Kita akan bermain," jawab Andrei sembari memainkan rambut panjang Ava.
Ava berbalik melihat Andrei.
"Bermain? Bermain apa?" tanya Ava.
"Paint ball. Kau suka? Itu sangat seru," kata Andrei.
"Ah aku tahu, tapi aku belum pernah bermain itu. Pasti menyenangkan," kata Ava antusias.
Andrei mengecup bibir Ava dan memeluknya.
"Kapan kita ke Moscow? Aku ingin kesana bertemu mommy dan daddy serta Damien dan El juga. Ah ya bayi mereka juga," kata Ava.
"Dalam minggu ini. Aku akan mengatur jadwal dulu," kata Andrei.
Ava mengangguk di dalam pelukan Andrei.
Karena angin sepoi sepoi, membuat Ava mengantuk dan tidur di paha Andrei. Andrei melihat Ava yang tertidur dan mencium keningnya lalu menggendongnya dan membawanya ke kamar.
JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN FAVORIT HADIAH YAAA..🥰😘😘😘