
Tetapi tiba tiba Jayden menarik tangan Briel lalu mencium bibirnya. Ciumannya pelan dan lembut tak seperti ciuman sebelumnya yang pernah dia lakukan di club.
Jayden memegang tengkuk leher Briel dan menekannya. Briel membelalakkan matanya. Dia bisa saja memukul perut Jayden untuk menghentikan Jayden tapi anehnya dia tak ingin Jayden berhenti.
Otak dan tubuhnya tak berjalan dengan sinkron. Tubuhnya menginginkan sentuhan Jayden.
Tangan Jayden mulai masuk ke dalam jaket Briel dan mengusap gaun tipis yang sentuhannya terasa sampai di kulit hangat Briel. Briel mulai membalas ciuman Jayden dan membuat Jayden semakin memperdalam ciumannya.
Dada mereka bersentuhan dan tubuh mereka kini menempel dengan batas pemisah sebuah baju saja.
Cukup lama mereka berciuman hingga akhirnya Briel mendapatkan kesadarannya kembali. Dia menyudahi ciuman itu dan mendorong dada Jayden menjauh darinya.
Briel kemudian berbalik dan berjalan cepat menjauh dari Jayden. Briel cepat cepat kembali ke kamar Karen. Dia tak ingin kehilangan kendali karena Jayden.
Briel sadar bahwa Jayden tak serius dengan ciuman itu. Dia hanya ingin bermain main dengannya.
Jayden mengusap bibirnya yang basah karena ciumannya dengan Briel. Dia tak menyangka akan menikmati ciumannya dengan Briel. Jayden tersenyum smirk.
Briel tiba di kamar Karen dan langsung menutup pintunya. Briel bersandar di balik pintu dan memegang dadanya.
"Seharusnya aku tak menyerah begitu mudah..ck..tapi wanita mana yang tak tergoda dengan mahluk tampan itu..aaaahhh..aku pusing..aku mau tidur saja", Briel menggelengkan kepalanya lalu melepaskan jaket kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang.
Briel mencoba memejamkan matanya tapi tetap tak bisa. Ciuman Jayden kali ini memberi efek yang dahsyat padanya karena Jayden melakukannya dengan sangat lembut hingga membuat darah Briel
mengalir deras di dalam tubuhnya.
Setelah satu jam, akhirnya Briel pun tertidur nyenyak setelah mendengarkan beberapa lagu dari ponselnya.
Keesokan paginya, Karen membangunkan Briel dan menyeretnya hingga kakinya menyentuh karpet.
"Kareeeenn...oh nooo...aku masih sangat mengantuk", kata Briel kesal dengan mata masih tertutup.
"Bangunlah Briel..mommy sudah berteriak memanggil", kata Karen.
"Aku akan bersiap siap pulang ke Rusia", kata Karen.
"Bukankah masih nanti sore..pergilah ke bawah..aku terbiasa tidak sarapan pagi", kata Briel kembali naik ke ranjang dan menutup wajahnya dengan bantal.
"Hiiisssshhh..dasar gadis nakal..byee..", lalu Karen mengecup pipi Briel kemudian ke bawah dan membawa kopernya.
Sebenarnya Karen pulang pagi ini karena sang daddy memajukan kepulangan mereka. Karen sengaja tak mengatakan hal itu pada Briel. Dia ingin mengerjai Briel.
"Dimana Briel?", tanya Jayden.
"Dia masih tidur..ah ya nanti sampaikan salamku padanya", kata Karen menahan tawanya.
"Kau tidak mengatakan bahwa kita akan pulang sekarang sayang?", tanya Fay.
"Dia tertidur mom..aku tak tega membangunkannya..semalam dia tidur sangat larut", jawab Karen santai dan memakan sarapannya.
Setelah satu jam kemudian, Karen dan kedua orang tuanya berangkat ke bandara menuju jet pribadi mereka.
Jayden tak mengantar karena Karen menyuruhnya untuk menjaga Briel di mansion. Tentu saja hal itu membuat Jayden senang.
Jayden naik ke kamar Karen dan melihat Briel masih tertidur dengan pulasnya. Gaun tidurnya tersingkap hingga membuat pakaian dalamnya terlihat jelas di mata Jayden.
Jayden menghampirinya dan membisikkan sesuatu padanya.
"Bangunlah..atau aku yang akan membangunkanmu dengan ciumanku", bisik Jayden.
Seketika mata Briel terbuka lebar dan melihat Jayden sudah ada disebelahnya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN FAVORIT VOTE DAN HADIAH YAA ❤❤❤❤