
"Brieeeelll...Avaaaaa..i miss youuuu", Karen berteriak di depan pintu utama mansion Ava.
Mereka bertiga pun berpelukan bagaikan teletubies.
Andrei hanya tersenyum melihat hal itu. Kemudian setelah menyapa semuanya, Andrei dan Ava mempersilahkan keluarga James untuk menyantap makan siang yang sudah di siapkan.
Jayden tak nampak di pertemuan keluarga itu. Dan Briel sedikit lega akan hal itu.
Karen akan tinggal bersama Briel selama satu minggu sampai keluarganya pulang ke Rusia.
"Kalian tega sekali meninggalkanku", kata Ava cemberut.
"Kami akan kemari jika kau kesepian Ava..percayalah..jika ada kak Andrei, kalian pasti sibuk bermesraan..masa iya kami disuruh menonton saja", kata Karen tertawa.
"Baiklah..ingat kalian harus langsung kemari jika aku memanggil kalian", kata Ava.
"Siap Booss", kata Karen dan Briel kompak.
Setelah keluarga James dan Briel pulang, Andrei dan Ava bersantai di taman. Andrei kebanyakan menghabiskan waktunya di rumah bersama Ava semenjak Ava hamil. Dia ingin menjaga Ava lebih intens di trisemester kehamilannya.
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
"Kemana kita hari ini?", tanya Karen.
"Kita tak bisa ke club..aku tak punya koneksi disini dan Andrei tak akan mengizinkanku hanya pergi denganmu", kata Briel.
"Ya ..kak Andrei tidak akan mengizinkan kita..bagaimana jika kita mengajak kak J saja?", tanya Briel.
"Tidak..tidak..moodnya pasti masih sangat buruk gara gara Anna...lagi pula dia pasti sibuk Karen", kata Briel.
"Hei..kau takut jika kak J menciummu lagi kan?kau pikir aku tidak melihatnya waktu itu?", Karen tertawa.
"Ck... ya itu memang benar..aku tak bisa berbohong..aku sengaja menghindarinya Karen..kita shopping saja hari ini", kata Briel.
"Kenapa kau harus menghindarinya?siapa tahu kau bisa mengalihkan pikiran Anna dari kak J..bukankah itu bagus?aku akan sangat senang jika mempunyai kakak ipar yang gila sepertimu", Karen tertawa keras dan Briel mendorong punggungnya hingga tubuh Karen terhempas ke ranjang.
"Kau menyukainya?aku tidak salah pilih bukan?", kata Karen.
"Dia tampan dan baik..aku masih menganggapnya teman..dan dia mengatakan ingin menyusulku ke New Zealand nanti", kata Briel mengedikkan bahunya.
"Aaahh romantis sekali..aku berharap yang terbaik untuk kalian..meskipun begitu aku masih berharap kau menjadi kakak iparku", Karen tersenyum nakal.
Karen dan Briel menghabiskan waktunya seharian untuk bershopping ria. Briel tetap bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Pekerjaannya sangat fleksible yaitu sebagai designer interior di salah satu perusahaan unclenya yaitu daddy Ava.
Dia dikirim perusahaan untuk mengerjakan proyek baru dengan perusahaan rekanan.
Setelah puas berbelanja, Karen dan Briel makan di sebuah restoran. Mereka mengobrol heboh dengan topik yang tak biasa dan membuat mereka tertawa terbahak bahak.
Lalu pandangan Karen terkunci pada sosok kakaknya yang melewati mejanya.
"Kak J?", panggil Karen.
Jayden tampak menggandeng seorang gadis cantik.
"Kau disini?", Jayden melihat Briel dan Briel dengan santainya melanjutkan kegiatan makannya.
"Hmm..kak maukah menemani kami ke club malam ini?kami tak bisa masuk jika datang tanpa kakak..please", kata Karen memohon.
"Tidak..aku sangat sibuk", lalu Jayden pergi tanpa menyapa Briel.
"Ada apa dengannya?ck", kesal Briel.
"Maklumi saja...kak J masih dalam mode galau", kata Karen sembari tertawa.
"Pengaruh Anna sangat besar baginya...dulu Anna merupakan sosok wanita sempurna dimatanya..ternyata Anna tiba tiba menjatuhkan bom besar dikepalanya..duaaarrrr", celoteh Karen.
Briel tertawa mendengar celoteh Karen yang dianggapnya lucu. Bayangkan, Karen sama sekali tak terlalu peduli dengan kegagalan hubungan Jayden dan Anna. Dia justru berpikir logis bahwa Tuhan masih menyayangi Jayden karena penghianatan Anna terbongkar sebelum mereka menikah.
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN FAVORIT DAN HADIAH YAAA ❤❤❤❤