
Briel sudah berada didalam mobil aston martin milik Jayden.
"J..ini bukan ke arah arapartemenku", kata Briel.
"Hmm..kita ke mansion..kau akan menginap di mansionku malam ini..aku merindukanmu", jawab Jayden santai.
"Kita baru bertemu kemarin J", kata Briel.
"Ya ..tapi kau membuatku setiap hari merindukanmu", jawab Jayden sembari mencium tangan Briel.
"J.. aku rasa kau sudah gila", kata Briel tertawa pelan.
"Hmm..aku tergila gila padamu", Jayden tersenyum menawan pada Briel.
"Oh God..laki laki ini memang pandai menggombal", kata Briel.
Jayden tertawa dan mengacak rambut Briel yang sudah menjadi kebiasaanya.
"Kau tahu berapa lama aku menata rambutku ini J?", protes Briel sembari menata rambutnya kembali.
"Aku suka melihatmu berantakan..apalagi jika berantakan di ranjang", goda Jayden.
Briel hanya menggelengkan kepalanya setiap Jayden menggodanya dengan hal hal sedikit mesum.
Akhirnya mereka tiba di mansion keluarga Jayden. Briel turun dari mobil dan Jayden menggandenga tangannya.
"Aku ingin ke rooftop..tapi aku ingin ganti baju dulu", kata Briel.
"Hmm..baiklah", kata Jayden.
"Aku pinjam kemejamu..baju tidur Karen tidak ada yang benar", kata Briel.
"Aku suka melihatmu memakai baju tidur itu", kata Jayden polos.
"J..", Briel menatap tajam mata Jayden.
"Okey..ayo kekamarku", Jayden menarik tangan Briel menuju ke kamarnya.
'"Aku tak perlu masuk..kau bisa mengambilkannya untukku J", jata Briel berhenti didepan pintu kamar Jayden.
"Kemejaku sangat banyak..jadi kau pilih saja sendiri..aku tak akan membawamu ke ranjang", kata Jayden tersenyum.
Dan akhirnya Briel masuk ke kamar Jayden dan menuju walking closetnya. Sedangkan Jayden masuk ke kamar mandinya dan membersihkan tubuhnya.
Briel memilih satu kemeja hitam dan langsung keluar dari kamar Jayden.
Briel masuk ke kamar Karen dan mengganti bajunya.
Setengah jam kemudian pintu kamarnya diketuk. Dan Briel membukanya karena itu adalah Jayden.
"Ayo", kata Jayden menggandeng tangan Briel.
Mereka berdua duduk di ayunan besar dan memandang ke arah langit malam yang cerah.
"Kapan kau kembali ke New Zealand?", tanya Jayden.
"Sekitar 2 bulan lagi", jawab Briel sembari memeluk tubuh Jayden yang ternyata membuatnya mengantuk.
Jayden memcium puncak Briel dan mengusap punggungnya lembut.
"Hei..kau mengantuk baby?", tanya Jayden.
"Hmm..memelukmu membuatku nyaman dan mengantuk", Briel sudah memejamkan matanya.
"Baiklah..aku akan membawamu ke kamarku", kata Jayden.
"No..disini sangat nyaman", jawab Briel.
"Ya..lalu kita akan masuk angin besok", jawab Jayden.
"Tunggu sebentar J..", kata Briel malas.
"Bisakah kau ikut aku ke Rusia?aku tidak ingin berjauhan darimu..aku tak akan tahan menjalani LDR", kata Jayden.
Briel membuka matanya dan melihat wajah tampan Jayden.
"Aku tidak bisa begitu saja ke Rusia..aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu di Auckland", jawab Briel.
"Baiklah..aku akan menjemputmu kesana dan meminta pada orang tuamu untuk mengambilmu", senyum Jayden.
Briel tertawa pelan.
"Aku anak tunggal..tidak semudah itu membujuk kedua orang tuaku Tuan", jawab Briel.
"Aku sangat pandai merayu dan bernegosiasi Baby", Jayden mengangkat tubuh Briel ke atas tubuhnya.
Jayden menatap mata hijau terang milik Briel.
"Aku jatuh cinta pada matamu", lirih Jayden.
"Hanya mataku?", tanya Briel dan menyentuhkan hidungnya pada hidung Jayden.
Jayden tertawa pelan dan mencium hidung mancung Briel.
"Aku belum yakin kau sudah move on dari Anna..itu terlalu cepat menurutku", kata Briel.
"Jadi kau ingin aku lama move on dan galau sepanjang tahun?aku tidak sebodoh itu menghabiskan waktuku untuk hal yang sia sia B", jawab Jayden dan mencium bibir Briel.
Mereka mengobrol sampai tengah malam dan akhirnya Briel tertidur di pelukan Jayden. Lalu Jayden menggendong Briel ke kamar Karen dan menidurkannya di ranjang.
Jayden kembali ke kamarnya dan mengecek beberapa pekerjaannya sebentar. Lalu dia pun tidur.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤