
Selama 4 hari bersama Briel membuat Karen semakin dekat Briel. Mereka juga terkadang menemani Ava di mansionnya.
Saat ini, Ava, Briel dan Karen sedang menghabiskan waktunya di cafe. Ava yang hobby makan sejak hamil selalu menjelajahi makanan dari satu cafe ke cafe lainnya.
"Apakah aku terlihat gemuk?", tanya Ava.
"Tidak..wajahmu tetap tirus dan cantik..menyebalkan..seharusnya kau menjadi gemuk Ava", kata Briel.
Karen dan Ava tertawa mendengar ucapan Briel.
"Hmm..aku memang merasa tetap cantik dan mempesona selama hamil..dan Andrei semakin mencintaiku", kata Ava narsis dengan senyumnya yang tanpa dosa.
"Haaaahhh...gadis ini tetap saja menyebalkan", kata Briel.
"Oh ya..kapan kau pulang Karen?", tanya Ava.
"Besok sore..dan jangan lupa nanti makan malam di mansionku", kata Karen.
"Aku akan merindukanmu Karen..sering seringlah kemari", kata Ava.
"Hmm yaa...jika aku pulang ke New Zealand kau harus mengunjungiku kesana..aku akan mengajakmu berkeliling disana", Briel menimpali.
Waktu berjam jam tak terasa sudah dihabiskan mereka seharian ini.
"Ava..bisakah Andrei membantuku masuk ke club?hanya satu hari saja..please..Karen akan pulang besok, jadi bantu kami ya..ya..yaa", Briel memohon pada Ava.
Pasalnya pemilik Club itu adalah salah satu teman Andrei. Yang termasuk gabungan pengusaha kaya di LA.
"Ya..nanti aku akan bilang padanya", kata Ava.
"Aaahhh..terima kasih gadis nakaaalll", Briel memeluk Ava gemas.
Dan akhirnya, Briel dan Karen bisa pergi ke club dengan koneksi Andrei. Ava yakin Briel bisa menjaga dirinya dan Karen karena Briel lah yang dulu selalu menjaganya dimanapun mereka berada.
Briel pintar berkelahi dan tak takut apapun. Sikap brutalnya lumayan bisa dimanfaatkan untuk hal seperti ini. 😁
Briel dan Karen memakai baju seksi yang mereka beli kemarin.
KAREN
Karen dan Briel sama sama mengenakan baju bernuansa merah. Dengan pedenya mereka berjalan memasuki club yang ramai pengunjung.
Briel menari mengikuti musik DJ begitu juga Karen. Mereka benar benar pasangan yang klop. Akhirnya Briel mendapatkan teman selain Ava yang sama sama jomblo sepertinya dan sama sama gilanya.😁
Briel dan Karen menari dengan tertawa asyik. Mereka tak tahu bahwa ada sepasang mata tajam yang melihat ke arah mereka berdua.
"Gadis gadis nakal ini benar benar membuatku pusing...pasti Andrei yang memberi mereka izin untuk masuk kemari", gumam Jayden.
Jayden tak menghampiri mereka. Dia cukup mengawasinya dari jauh. Selama masih dibatas wajar, Jayden tak akan mengganggu kesenangan mereka.
Jayden duduk bersama 4 temannya yang juga merupakan teman Andrei. Jayden tak membawa gadis yang bersamanya tadi siang. Dia berusaha tak melampiaskan rasa kecewanya kepada wanita. Dia memutuskan akan self healing selama di LA.
Dia tak ingin terus terjebak dengan rasa kecewanya pada Anna. Meksipun itu bukan sesuatu yang mudah untuk melupakan Anna. Apalagi Jayden mendengar kabar bahwa Anna sedang hamil bayi Niel dan mereka akan secepatnya menikah.
Pergi ke LA adalah waktu yang pas untuknya agar segera move on dari Anna.
Briel sedikit kaget ketika ada tangan yang merangkul pinggangnya. Dia menoleh ke pemilik tangan itu, seorang pria tampan dengan mata berwarna abu abu.
Meskipun tampan, tetapi Briel tak suka dengan caranya yang dengan gampangnya menyentuh Briel tanpa permisi.
"Hei..what are you doing..let me go", kata Briel sedikit kesal dan menghempaskan tangan pria itu dengan kasar.
Pria itu tersenyum dan berpindah kepada Karen. Tetapi sebelum tangan pria itu menyentuh kulit bahu Karen, Briel sudah memelintir tangan pria itu sampai dia berteriak kesakitan.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN FAVORIT VOTE DAN HADIAH YAAA ❤❤❤